BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

Rutinitas Sabtu Legi, Muslimat NU Ranting Gedawung Perkuat Persatuan dan Keutuhan NKRI

Kegiatan rutin tersebut menjadi momentum bagi jajaran Muslimat NU untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan

Wonogiri KMR - Rutinitas Sabtu Legi Muslimat NU Ranting Gedawung kembali berlangsung dengan penuh kekhidmatan di Masjid Al Hijroh, Anran Manglu, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan rutin tersebut menjadi momentum bagi jajaran Muslimat NU untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan.

Kegiatan diisi dengan pengajian yang disampaikan oleh Ustadz Muhtarom, M.Pd. Dalam tausiyahnya, jamaah diajak melakukan refleksi tentang kehidupan manusia, khususnya mengenai kebahagiaan di dunia dan akhirat serta pentingnya menjaga keikhlasan dalam beramal.

Ustadz Muhtarom menjelaskan bahwa secara sederhana terdapat empat golongan manusia jika dilihat dari kondisi kehidupan di dunia dan akhirat. Pertama, mereka yang bahagia di dunia dan bahagia di akhirat. Kedua, orang yang bahagia di dunia tetapi celaka di akhirat. Ketiga, orang yang menghadapi kesulitan di dunia tetapi memperoleh kebahagiaan di akhirat. Keempat, orang yang mengalami kesulitan di dunia sekaligus celaka di akhirat.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jamaah bahwa keberhasilan hidup tidak semata-mata diukur dari kondisi duniawi. Kehidupan akhirat juga menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan melalui amal dan ketakwaan.

Selain membahas kehidupan dunia dan akhirat, Ustaz Muhtarom juga menekankan pentingnya ikhlas dalam beramal.

Beberapa ciri amal yang dilakukan dengan ikhlas antara lain tidak mudah terpengaruh oleh pujian maupun celaan. Seseorang yang ikhlas tidak menjadikan penilaian manusia sebagai tujuan utama dalam berbuat baik.

"Amal yang dilakukan semata-mata untuk mencari pahala dan rida Allah juga menjadi bagian dari keikhlasan. Bahkan, orang yang ikhlas tidak merasa perlu terus-menerus mengingat atau membanggakan amal yang telah dilakukannya," imbuhnya.

Dalam sambutannya, Ketua Muslimat NU Ranting Gedawung, Lenny Windusari, S.Pd., mengajak seluruh jajaran Muslimat NU, khususnya anak ranting se-Desa Gedawung, untuk senantiasa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lenny menekankan pentingnya menghindari perbedaan yang dapat memicu perpecahan. Menurutnya, keberadaan organisasi akan semakin kuat apabila seluruh unsur di dalamnya mampu bekerja sama, saling menghargai, dan menjaga persatuan.

“Ranting Muslimat NU tidak akan kuat tanpa kerja sama semua banom yang ada di tingkat anak ranting se-Desa Gedawung. Maka dari itu, kita harus selalu menghargai, bergandeng tangan, dan bersatu demi persatuan dan kesatuan organisasi,” ujarnya.

Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus dijaga dalam setiap kegiatan Muslimat NU. Perbedaan, menurutnya, hendaknya tidak menjadi penghalang untuk membangun organisasi, melainkan menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.

Rutinitas Sabtu Legi pun tidak hanya menjadi ruang untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan memperkuat konsolidasi organisasi Muslimat NU di Desa Gedawung.

Dengan semangat bergandeng tangan dan bersatu, Muslimat NU Ranting Gedawung berkomitmen menjaga persatuan sekaligus terus menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, organisasi, dan bangsa.(NDR /Pimred Cahyospirit)
















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar