BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

Tragis, Pemancing Hilang di Waduk Ngancar Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Pencarian Semalaman

Setelah dilakukan pencarian selama berjam-jam hingga dini hari dan kembali dilanjutkan pada Rabu (23/9/2026) pagi, korban akhirnya ditemukan pada siang hari dalam kondisi meninggal dunia

WONOGIRI kMR– Peristiwa tragis terjadi di Waduk Ngancar, Lingkungan Jarak RT 02/RW 01, Kelurahan Selopuro, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri. Seorang pemuda yang diduga sedang memancing di kawasan waduk dilaporkan tenggelam pada Selasa (22/9/2026) malam.

Setelah dilakukan pencarian selama berjam-jam hingga dini hari dan kembali dilanjutkan pada Rabu (23/9/2026) pagi, korban akhirnya ditemukan pada siang hari dalam kondisi meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Arya Agung Pambudi (21), warga Dusun Batu Kidul RT 002/RW 007, Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri. Korban tercatat sebagai pelajar/mahasiswa.

Proses pencarian melibatkan anggota Polsek Batuwarno, Tim SAR Baturetno, KRI, serta masyarakat sekitar. Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir kawasan waduk yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.



Peristiwa tersebut diketahui ketika dua orang saksi, Yohanes Wiratmoko dan Aloisius Suryo Kristiyanto, sedang memancing di sisi utara Waduk Ngancar pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Saat berada di lokasi, kedua saksi melihat sebuah sepeda motor Honda Beat warna putih dengan nomor polisi AD 5110 ACC terparkir di sekitar pagar waduk.

Tak jauh dari lokasi sepeda motor tersebut, saksi juga melihat seorang laki-laki berada di tepi waduk sebelah selatan. Pria tersebut terlihat dalam posisi jongkok.

Kedua saksi sempat mengira pria tersebut sedang melakukan aktivitas memancing seperti halnya mereka. Situasi kemudian berubah ketika sekitar pukul 22.00 WIB terdengar suara benda atau seseorang jatuh ke dalam air.

Tidak lama kemudian, saksi juga mendengar suara seseorang berteriak meminta pertolongan.

Mendengar suara tersebut, kedua saksi segera berusaha mengecek sumber suara. Setelah mengetahui adanya dugaan orang tenggelam, informasi tersebut kemudian disampaikan kepada warga sekitar.

Salah seorang saksi selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan adanya orang tenggelam, anggota Polsek Batuwarno bersama warga kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pencarian di sekitar Waduk Ngancar.

Pencarian dilakukan pada malam hari dengan kondisi medan yang cukup sulit karena lokasi kejadian merupakan kawasan perairan. Upaya pencarian terus dilakukan hingga sekitar pukul 02.00 WIB.

Namun, setelah beberapa jam pencarian, korban belum berhasil ditemukan.

Pencarian kemudian dihentikan sementara dan kembali dilanjutkan pada Rabu pagi dengan melibatkan lebih banyak unsur.

Sekitar pukul 08.00 WIB, tim gabungan kembali melakukan penyisiran. Anggota Polsek Batuwarno bersama Tim SAR Baturetno, KRI, dan warga masyarakat Kelurahan Selopuro bahu-membahu mencari korban.

Setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam pada Rabu pagi, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB.

Korban ditemukan di kawasan Waduk Ngancar dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Penemuan tersebut mengakhiri pencarian yang telah dilakukan sejak Selasa malam. Jenazah korban kemudian dievakuasi dari lokasi untuk proses penanganan lebih lanjut.

Maryoto, salah seorang relawan KRI yang turut terlibat dalam pencarian, membenarkan bahwa upaya pencarian berlangsung sejak malam hingga Rabu siang.

Menurut Maryoto, setelah dilakukan pencarian semalaman, korban baru berhasil ditemukan pada siang hari dalam kondisi meninggal dunia.

"Setelah semalaman dilakukan pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan siang ini dalam keadaan meninggal dunia," kata Maryoto.

Di sekitar lokasi kejadian, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban.

Barang-barang tersebut antara lain satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih dengan nomor polisi AD 5110 ACC, satu unit telepon seluler merek Vivo, serta satu pasang sandal.

Selain itu, ditemukan pula satu bungkus rokok, sebuah jaket, dan satu dompet berwarna cokelat.

Di dalam dompet tersebut terdapat uang tunai sebesar Rp69.000.

Barang-barang tersebut menjadi bagian dari temuan di lokasi kejadian dan selanjutnya diamankan untuk kepentingan penanganan perkara serta pendataan.

Proses pencarian korban menunjukkan adanya kerja sama antara aparat kepolisian, tim SAR, relawan, dan masyarakat sekitar.

Sejak laporan diterima pada Selasa malam, pencarian langsung dilakukan di kawasan waduk. Meski upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga dini hari, pencarian kembali dilanjutkan pada Rabu pagi.

Medan perairan dan kondisi malam hari menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian. Setelah kondisi memungkinkan, pencarian kembali dilakukan pada pagi hingga akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB.

Peristiwa tersebut menjadi duka bagi keluarga korban. Korban yang masih berusia 21 tahun tersebut sebelumnya diketahui berdomisili di Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri.

Hingga korban ditemukan, pihak kepolisian bersama unsur terkait terus melakukan penanganan di lokasi kejadian sesuai prosedur.

Peristiwa tenggelamnya korban di Waduk Ngancar tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar perairan, terlebih pada malam hari. Aktivitas memancing di kawasan waduk memiliki risiko tersendiri sehingga aspek keselamatan perlu menjadi perhatian utama.

Dengan ditemukannya korban pada Rabu siang, operasi pencarian yang dilakukan sejak Selasa malam akhirnya dinyatakan menemukan hasil, meski berakhir dengan kabar duka karena korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.(Riyan /Maryoto/Pimred Cahyospirit)
















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar