Liga PGRI Distrik 5 Jatisrono Resmi Berakhir, PGRI Kecamatan Jatiroto Keluar sebagai Juara
Jatisrono, Wonogiri KMR– Rangkaian pertandingan Liga PGRI Distrik 5 Jatisrono tahun 2026 resmi berakhir pada Jumat, 25 September 2026. Kompetisi yang mempertemukan perwakilan guru dari lima kecamatan tersebut ditutup dengan pertandingan final antara tim PGRI Kecamatan Jatiroto dan PGRI Kecamatan Sidoharjo yang berlangsung di Lapangan Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri.
Pertandingan penentuan juara berlangsung menarik. Kedua kesebelasan tampil dengan semangat tinggi dan saling memberikan tekanan sejak awal pertandingan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor pertandingan berakhir imbang 1-1.
Meski berakhir dengan skor sama kuat, hasil akhir kompetisi ditentukan berdasarkan perolehan poin yang telah dikumpulkan selama rangkaian Liga PGRI Distrik 5 Jatisrono. Berdasarkan perhitungan tersebut, tim PGRI Jatiroto berhasil mengamankan posisi teratas dan berhak menyandang gelar juara pertama.
(Ketua KONI Kecamatan Jatisrono, Kalis, S.Pd.)Ketua KONI Kecamatan Jatisrono, Kalis, S.Pd., menyampaikan bahwa pertandingan final antara PGRI Jatiroto dan PGRI Sidoharjo berakhir dengan kedudukan 1-1. Namun, berdasarkan akumulasi poin selama kompetisi, PGRI Jatiroto menjadi tim yang memperoleh posisi juara.
Kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan olahraga para guru, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarguru dan insan pendidikan di wilayah Distrik 5 Jatisrono.
Sejumlah pejabat dan tokoh pendidikan turut hadir dalam acara penutupan. Di antaranya Camat Jatisrono Danang Sugiyatmoko, S.ST., M.M., Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri Drs. Mulyatno, S.Pd., M.Pd., jajaran Forkompinca, Ketua Korwilcam Bidang Pendidikan se distrik 5 Jatisrono,Lurah Tanjungsari, serta para kepala sekolah dan guru dari wilayah Distrik 5 Jatisrono.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan olahraga yang diselenggarakan di lingkungan organisasi profesi guru. Selain sebagai kompetisi, Liga PGRI juga menjadi ruang bagi para guru untuk berinteraksi di luar kegiatan pendidikan sehari-hari.
(Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri Drs. Mulyatno, S.Pd., M.Pd.)Dalam sambutannya, Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri Drs. Mulyatno, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja sejak tahap awal hingga kegiatan berakhir.
Menurutnya, terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Ia juga menilai kegiatan olahraga seperti Liga PGRI dapat memberikan motivasi dan semangat bagi para guru.
Apresiasi tersebut sekaligus ditujukan kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kompetisi dengan semangat kebersamaan. Para guru dari masing-masing kecamatan dapat bertemu, berinteraksi, dan membangun hubungan yang lebih erat melalui kegiatan olahraga.
“Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dari awal sampai akhir sehingga dapat memberikan motivasi dan semangat kepada para guru,” demikian inti penyampaian Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri dalam sambutannya.
(Camat Jatisrono Danang Sugiyatmoko, S.ST., M.M.)Sementara itu, acara penutupan Liga PGRI Distrik 5 Jatisrono ditutup dengan sambutan Camat Jatisrono Danang Sugiyatmoko, S.ST., M.M.
Dalam sambutannya, Danang mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, olahraga tidak hanya berkaitan dengan kompetisi dan pencapaian prestasi, tetapi juga dapat menjadi media untuk mempererat silaturahmi, khususnya di antara para guru.
Liga PGRI Distrik 5 Jatisrono sendiri melibatkan lima wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Jatisrono, Sidoharjo, Jatiroto, Jatipurno, dan Girimarto.
Kegiatan yang mempertemukan para guru dari lima kecamatan tersebut dinilai menjadi wadah positif untuk membangun kekompakan. Melalui pertandingan olahraga, para peserta dapat saling mengenal lebih dekat sekaligus menjaga hubungan baik antarsesama tenaga pendidik.
Camat Jatisrono juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Kekompakan, kreativitas, dan keberlanjutan kegiatan menjadi bagian penting agar Liga PGRI tidak sekadar menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi agenda bersama yang memberikan manfaat bagi para guru.
“Dengan olahraga, silaturahmi di antara guru-guru di Distrik 5 Jatisrono dapat semakin terjalin. Wilayah yang terdiri dari lima kecamatan ini diharapkan tetap kompak, kreatif, dan kontinu dalam menyelenggarakan kegiatan setiap tahunnya,” menjadi pesan yang disampaikan dalam sambutan penutupan.
Setelah seluruh rangkaian pertandingan selesai, PGRI Jatiroto berhasil menempati posisi pertama dalam Liga PGRI Distrik 5 Jatisrono tahun ini. Sementara PGRI Sidoharjo berada di posisi kedua.
Adapun hasil akhir klasemen kompetisi adalah:
Juara 1: PGRI Jatiroto
Juara 2: PGRI Sidoharjo
Juara 3: PGRI Jatipurno
Juara 4: PGRI Girimarto
Juara 5: PGRI Jatisrono
Hasil tersebut menjadi penutup dari rangkaian kompetisi yang diikuti perwakilan guru dari lima kecamatan di Distrik 5 Jatisrono.
Juara 1 PGRI kecamatan JatirotoPertandingan final yang mempertemukan Jatiroto dan Sidoharjo sekaligus menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan. Meskipun kedua tim harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1, perolehan poin secara keseluruhan menjadi dasar penentuan posisi akhir.
Banyak door prize dari panitia untuk penonton sehingga masyarakat sekitar sangat terhibur diantaranya kambing,kipas angin ,kompor dan hadiah menarik lainnya.
Berakhirnya Liga PGRI Distrik 5 Jatisrono diharapkan tidak mengakhiri semangat kebersamaan yang telah terbangun selama kompetisi. Justru, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarguru dan meningkatkan semangat kebersamaan di lingkungan pendidikan.
Dengan dukungan organisasi PGRI, pemerintah kecamatan, jajaran pendidikan, serta para peserta, kegiatan olahraga antarguru di wilayah Distrik 5 Jatisrono diharapkan dapat terus berlangsung secara berkelanjutan dan menjadi agenda yang dinantikan setiap tahun.( Benny/Pimred Cahyospirit)













.jpg)











