BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

Ngeri,Kebakaran Hutan di Nglorog Hargorejo Tirtomoyo, Sekitar 10 Hektare Lahan Terbakar

Kobaran api mulai diketahui warga sekitar pukul 15.00 WIB dan dengan cepat membesar karena kondisi lahan dipenuhi tumpukan dedaunan kering.

Tirtomoyo , Wonogiri KMR— Warga Dusun Nglorog, Desa Hargorejo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, digegerkan dengan kebakaran hutan yang terjadi pada Selasa sore 22 September  2026.

Kobaran api mulai diketahui warga sekitar pukul 15.00 WIB dan dengan cepat membesar karena kondisi lahan dipenuhi tumpukan dedaunan kering.

Kebakaran tersebut membuat warga bersama sejumlah relawan bergerak cepat untuk melakukan upaya pemadaman. Mereka berusaha mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas dan merembet menuju permukiman maupun wilayah dusun lain di sekitarnya.

Berdasarkan informasi sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Selain membakar semak dan dedaunan kering yang menumpuk di kawasan hutan, api juga menghanguskan sejumlah tanaman milik warga, di antaranya pohon cengkeh, laos, dan kunyit.

Kondisi medan serta banyaknya material kering di kawasan hutan membuat proses pemadaman tidak mudah. Api sempat terlihat semakin membesar sehingga menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga pun secara bersama-sama berupaya memutus penyebaran api agar tidak menjalar lebih jauh.

Kepala Dusun Nglorog, Darto, mengatakan bahwa warga langsung bergerak setelah melihat kobaran api yang semakin besar. Menurutnya, kesigapan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah api meluas ke wilayah lainnya.

“Api sudah terlihat membesar, sehingga masyarakat langsung sigap berupaya melakukan pemadaman,” ujar Darto.

Ia menambahkan, apabila tidak ada kekompakan dan gerak cepat dari masyarakat, kobaran api dikhawatirkan dapat terus menjalar hingga mendekati wilayah Dusun Paku.

“Kalau tidak ada kekompakan masyarakat, kemungkinan api bisa menjalar sampai ke Dusun Paku,” lanjutnya.

Proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam. Warga dan relawan terus berupaya mengatasi titik-titik api yang masih menyala hingga akhirnya kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WIB.

Setelah api berhasil dikendalikan, warga tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat titik api yang kembali menyala. Langkah tersebut dilakukan mengingat kondisi lahan yang masih dipenuhi dedaunan dan material kering berpotensi memicu munculnya kembali kobaran api.

Beruntung, berkat kerja sama warga dan relawan, api berhasil dikendalikan sebelum meluas ke wilayah yang lebih jauh. Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan warga yang berada di lokasi.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Besaran kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut juga masih dalam pendataan dan belum dapat diperkirakan secara pasti.

Kebakaran ini menjadi perhatian warga setempat karena sebagian kawasan hutan dalam kondisi kering dan terdapat banyak dedaunan yang mudah terbakar. Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan kembali titik api di sekitar kawasan hutan maupun lahan perkebunan.

Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, mengingat kebakaran di kawasan hutan berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani, terutama ketika kondisi vegetasi dan dedaunan dalam keadaan kering.(Yayok /Pimred Cahyospirit)

















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar