Gerakan Subuh Jama'ah Round Go To Masjid bersama LPCRPM, LDK, BikersMU Sukoharjo.
Sukoharjo KMR - Dalam rangka Subuh Jama'ah merupakan program kunjungan kerja sekaligus silaturahmi yang dilakukan oleh Muhammadiyah langsung ke masjid-masjid di tingkat bawah, pagi kali ini dilaksanakan di Masjid An-Nur Kp. Bangsan, Kel. Jetis, Sukoharjo, (Ahad 20/09/26)
Acara diikuti diantaranya, Jamaah Nasjid An-Nur, PRM (Pimpinan Ranting Muhammadiyah) Jetis-1 dan 2, dan dihadiri LPCR (Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting), Bikers-Mu, PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah) dan PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) serta IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah).
Tauziah disampaikan oleh Ketua PDM Sukoharjo (H. Djumari, S.Ag., M.Si.) dengan tema "Kesalehan Sosial" adalah wujud nyata dari keimanan seseorang yang tercermin melalui kepedulian, empati, dan tindakan baik kepada sesama manusia. "Konsep Dasar Kesalehan Sosial Hubungan Horizontal (Hablum Minannas)", melengkapi ibadah ritual (hablum minallah) dengan aksi nyata bagi masyarakat.
Buah dari Ibadah, Ibadah seperti salat, zakat, atau puasa yang benar seharusnya menghasilkan kepedulian sosial yang tinggi, paparnya.
"Tiga Pilar Perilaku". Meliputi kesalehan dalam berpikir, kesalehan dalam berucap, dan kesalehan dalam bertindak.
Definisi Agama. A tidak GAMA Kacau kontek agama Islam
Secara etimologis, kata "agama" sering dipahami berasal dari bahasa Sanskerta, di mana "a" berarti tidak dan "gama" berarti kacau, sehingga agama diartikan sebagai tidak kacau atau teratur. Hidupnya tidak teratur kalau tidak ber agama, tambahnya.
Berikut adalah penjelasan dan makna dari dua ungkapan yang Anda sebutkan : 1. Adien --- Ada Atas dan Bawah, Ungkapan ini menggambarkan bahwa dalam beragama atau menjalani hidup, roda kehidupan selalu berputar. "Di Atas", melambangkan masa-masa kejayaan, kebahagiaan, kemudahan, dan kelapangan. Ketika berada di atas, agama mengajarkan manusia untuk tetap bersyukur dan tidak sombong. "Di Bawah", melambangkan masa-masa sulit, ujian, kesedihan, dan kesempitan. Ketika berada di bawah, agama menjadi pemandu agar manusia tetap bersabar, kuat, dan tidak kehilangan arah. 2. Agama Itu Seribu Nyawa = Tidak Boleh Putus Asa. Ungkapan ini memiliki makna spiritual yang sangat mendalam tentang harapan, "Sumber Energi Tanpa Batas" Menyamakan agama dengan "seribu nyawa" berarti bahwa selama seseorang masih memiliki iman dan agama di dalam hatinya, ia tidak akan pernah benar-benar "mati" secara mental atau spiritual.
Harapan yang Selalu Ada: Jika satu rencana gagal, atau satu pintu rezeki tertutup, agama mengajarkan bahwa masih ada ribuan jalan lain dan pertolongan Tuhan yang luas. "Kunci Anti Putus Asa". Selagi keyakinan itu ada, seseorang akan selalu punya alasan untuk bangkit kembali, seberapa sering pun ia terjatuh dalam hidup, pungkasnya.
Acara berakir pukul 06.00 Wib, berjalan lancar di akhiri sarapan bersama, (Begug SW/Pimred Cahyospirit).
.jpg)

