BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

Sarasehan Forkopimda Bersama PKL di STC Pringgodani Wonogiri, Musik dan UMKM Berpadu Dorong Ekonomi Masyarakat

UMKM serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Wonogiri berpadu dalam kegiatan sarasehan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban.

WONOGIRI KMR – Suasana kawasan parkir Stadion Pringgodani, Wonogiri, Jawa Tengah, tampak berbeda pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026. Keramaian masyarakat, pedagang kaki lima (PKL), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Wonogiri berpadu dalam kegiatan sarasehan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara pemerintah daerah dengan para pedagang kaki lima dan pelaku UMKM yang beraktivitas di sekitar kawasan Stadion Pringgodani, khususnya di area STC Pringgodani. Selain menjadi ajang silaturahmi, sarasehan juga diwarnai dengan hiburan musik dari JT Coustic yang membuat suasana semakin semarak.

Sejumlah unsur Forkopimda Kabupaten Wonogiri turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran jajaran pimpinan daerah memberikan perhatian tersendiri bagi para pedagang dan masyarakat yang datang. Mereka tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga dapat berinteraksi secara langsung dalam suasana yang lebih santai dan terbuka.

Dalam sambutannya, Bupati Wonogiri menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan sarasehan yang melibatkan para PKL dan pelaku UMKM. Menurutnya, keberadaan fasilitas STC Pringgodani dapat menjadi salah satu bagian penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Berdirinya kawasan dan tersedianya berbagai fasilitas di STC Pringgodani dinilai memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha. Aktivitas masyarakat yang semakin ramai di kawasan tersebut diharapkan mampu memberikan efek positif terhadap pertumbuhan UMKM lokal.

Pemerintah daerah juga melihat bahwa perkembangan suatu kawasan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

Karena itu, geliat perdagangan yang terlihat di sekitar kawasan Stadion Pringgodani menjadi salah satu indikator bahwa keberadaan ruang publik dan pusat aktivitas masyarakat dapat membuka peluang bagi para pelaku usaha.

Sarasehan tersebut semakin menarik karena dikolaborasikan dengan kegiatan musik yang menghadirkan JT Coustic. Musik tidak hanya ditempatkan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang lebih hidup di tengah aktivitas ekonomi masyarakat.

Danang Katul, vokalis JT Coustic, mengatakan keterlibatan pihaknya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi antara kegiatan sarasehan PKL dan UMKM di sekitar Stadion Pringgodani dengan pertunjukan musik.

Menurut Danang, kehadiran musik di tengah kegiatan UMKM diharapkan mampu memberikan dampak positif, baik bagi pengunjung maupun para pelaku usaha.

“Harapan saya, kehadiran musik di tengah kegiatan UMKM bisa memberikan dampak positif, baik bagi pengunjung maupun pelaku UMKM,” ujar Danang.

Ia menilai musik dan kegiatan ekonomi masyarakat sebenarnya dapat berjalan beriringan. Ketika sebuah kawasan memiliki aktivitas hiburan yang menarik, masyarakat akan memiliki alasan lebih untuk datang dan berkumpul. Kondisi tersebut pada akhirnya berpotensi memberikan keuntungan bagi para pedagang yang berjualan di lokasi.

Bagi pelaku UMKM, meningkatnya jumlah pengunjung menjadi peluang untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan transaksi penjualan. Sementara bagi masyarakat, keberadaan kawasan tersebut dapat menjadi pilihan untuk menikmati waktu bersama keluarga maupun teman.

Danang juga menyampaikan bahwa Bupati Wonogiri memberikan pandangan mengenai pentingnya sinergi antara perkembangan musik dengan kemajuan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, perkembangan ekosistem musik di Wonogiri tidak harus berdiri sendiri. Dunia musik dapat bersinergi dengan berbagai kegiatan masyarakat, termasuk UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga kegiatan pemerintah daerah.

Dengan adanya kolaborasi tersebut, kegiatan hiburan diharapkan tidak hanya menghasilkan suasana meriah, tetapi juga memiliki manfaat ekonomi yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Suasana sarasehan semakin cair ketika Komandan Kodim (Dandim) Wonogiri, Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, turut ambil bagian dalam hiburan musik.

Dandim Wonogiri ikut bernyanyi di hadapan masyarakat dengan diiringi JT Coustic. Momen tersebut sontak menambah kemeriahan acara. Masyarakat yang berada di sekitar lokasi tampak menikmati penampilan tersebut.

Keterlibatan jajaran Forkopimda dalam suasana hiburan menjadi gambaran bahwa komunikasi antara pemerintah, aparat, pedagang, dan masyarakat dapat dibangun melalui berbagai ruang interaksi.

Tidak selalu harus berlangsung dalam suasana formal, komunikasi antara pemangku kepentingan dan masyarakat juga dapat dilakukan melalui kegiatan yang lebih santai. Sarasehan yang dibalut dengan hiburan musik tersebut menjadi salah satu contohnya.

Kehadiran Dandim yang ikut bernyanyi juga membuat jarak antara pejabat dan masyarakat terasa lebih dekat. Warga yang berada di lokasi dapat menikmati hiburan secara bersama-sama, sementara para pedagang tetap menjalankan aktivitas mereka melayani pembeli.

Di sisi lain, kegiatan tersebut turut memperlihatkan geliat aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar Stadion Pringgodani. Sejumlah pedagang kaki lima terlihat memanfaatkan ramainya pengunjung untuk menawarkan berbagai dagangan.

Keramaian tersebut memberikan peluang tersendiri bagi pelaku UMKM. Ketika pengunjung datang untuk mengikuti kegiatan sarasehan maupun menikmati musik, mereka juga berpotensi membeli makanan, minuman, dan berbagai produk yang ditawarkan pedagang.

Situasi seperti ini menunjukkan bahwa kegiatan masyarakat yang dikemas secara kolaboratif dapat memberikan efek berantai terhadap sektor ekonomi kecil.

Sebuah kegiatan yang menghadirkan banyak orang secara otomatis menciptakan pasar bagi pedagang. Pengunjung membutuhkan makanan dan minuman, pedagang mendapatkan pembeli, sementara kawasan menjadi lebih hidup.

Bagi pelaku UMKM, kondisi tersebut tentu menjadi kesempatan untuk meningkatkan omzet sekaligus memperluas jangkauan konsumen.

Keberadaan STC Pringgodani pun diharapkan tidak sekadar menjadi fasilitas fisik, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat Wonogiri. Dengan semakin banyaknya kegiatan yang digelar, kawasan tersebut berpotensi menjadi ruang yang mempertemukan berbagai kepentingan, mulai dari olahraga, hiburan, komunitas, hingga aktivitas ekonomi.

Kegiatan sarasehan bersama PKL tersebut pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai aktivitas perdagangan. Lebih jauh, kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas, dunia hiburan, dan masyarakat.

Pembangunan fasilitas publik akan semakin memberikan manfaat apabila diikuti dengan aktivitas yang mampu menggerakkan masyarakat. Dalam konteks tersebut, UMKM menjadi salah satu sektor yang memiliki peran penting karena bersentuhan langsung dengan kehidupan ekonomi masyarakat.

Kolaborasi dengan pelaku seni dan musik juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk menciptakan daya tarik kawasan. Musik mampu mendatangkan pengunjung, sementara keberadaan UMKM memberikan pilihan kuliner dan produk bagi masyarakat yang datang.

Jika sinergi tersebut dilakukan secara berkelanjutan, bukan tidak mungkin kawasan Stadion Pringgodani dan STC dapat berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi kerakyatan di Wonogiri.

Sarasehan pada Sabtu malam tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana kegiatan pemerintah dan masyarakat dapat dipadukan dengan kreativitas. Pemerintah hadir bersama masyarakat, pedagang mendapatkan ruang untuk berjualan, sementara masyarakat memperoleh hiburan.

Pada akhirnya, semangat yang ingin dibangun bukan hanya mengenai ramainya sebuah acara, melainkan bagaimana setiap kegiatan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Keramaian pedagang yang berjualan pada malam tersebut menjadi bukti bahwa aktivitas ekonomi tumbuh ketika masyarakat memiliki ruang dan momentum untuk berkumpul. Dari sinilah diharapkan geliat UMKM Wonogiri terus berkembang dan mampu menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah.

Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi berbagai pihak, kegiatan seperti sarasehan, hiburan musik, serta aktivitas UMKM diharapkan dapat terus dikembangkan. STC Pringgodani pun diharapkan semakin hidup dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Wonogiri, khususnya para pelaku usaha kecil dan menengah di sekitarnya.(Cahyospirit)

















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar