Lestarikan Tradisi dan Kebersamaan, Merti Dusun Tangkil & Karangasem 2026 Sukses Digelar
0 menit baca
Mengusung semangat kebersamaan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas nikmat serta keberkahan yang melimpah, sekaligus sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga
BANTUL KMR — Masyarakat Padukuhan Tangkil dan Karangasem Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul sukses menggelar agenda tahunan Merti Dusun Tangkil & Karangasem 2026. Rangkaian acara tradisi dan budaya ini berlangsung selama lima hari, mulai Sabtu (26/9) hingga Rabu (30/9), yang berpusat di Padukuhan Tangkil.
Mengusung semangat kebersamaan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas nikmat serta keberkahan yang melimpah, sekaligus sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga melalui balutan nilai keagamaan, gotong royong, dan pelestarian seni budaya.
Rangkaian acara Merti Dusun diawali pada Sabtu malam (26/9) dengan kegiatan keagamaan Muqodaman yang diikuti oleh warga secara khidmat. Memasuki hari kedua, Minggu (27/9), semangat gotong royong warga terpancar melalui aksi Besik Makam, Tawu Sendang, serta kegiatan Menganyam Kerajinan Masal yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas warga kembali dikuatkan pada Selasa (29/9) melalui pelaksanaan Genduri Agung. Dalam tradisi ini, warga berkumpul dan berdoa bersama memohon keselamatan serta keberkahan bagi wilayah Padukuhan Tangkil dan Karangasem.
Kemeriahan Merti Dusun mencapai puncaknya pada Rabu (30/9). Pada siang hari, ribuan pasang mata disuguhkan keindahan Kirab Budaya Padukuhan Tangkil dan Karangasem yang menampilkan ragam potensi serta kearifan lokal masyarakat setempat.
Lurah Muntuk, Marsudi, mengapresiasi tinggi konsistensi dan daya cipta masyarakat yang terus melestarikan tradisi tahunan ini sekaligus memunculkan inovasi-inovasi seni budaya lokal.
“Acara Merti Dusun Padukuhan Tangkil dan Karangasem ini sudah menjadi kegiatan rutinitas tahunan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas seluruh warga masyarakat yang bekerja di pertanian, kerajinan, pegawai, hingga tukang kayu, agar selalu diberi keselamatan dan keberkahan rezeki,” ujar Marsudi di sambutannya acara Kirab Budaya.
Marsudi menambahkan bahwa Merti Dusun tahun ini terasa makin istimewa karena warga Muntuk khususnya Padukuhan Tangkil dan Karangasem mampu menghidupkan kembali seni budaya tradisional yang hampir punah.
“Tahun demi tahun di Kalurahan Muntuk khususnya Padukuhan Tangkil dan Karangasem ini selalu ada inovasi kreatif sehingga budaya tetap lestari hingga saat ini,” tambahnya.
Sementara itu, Dukuh Tangkil, Danang Satria Wibawa, menekankan pentingnya menjaga warisan gotong royong dan ikatan kebersamaan antarwarga yang menjadi inti dari penyelenggaraan Merti Dusun ini.
“Nilai lokal yang paling utama dipetik dari acara ini adalah gotong royong. Seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan secara swadaya tanpa bantuan event organizer, di mana warga bekerja bakti bahu-membahu selama satu bulan penuh untuk persiapan tempat dan acara,” tegas Danang.
Danang berharap tradisi ini tidak hanya memupuk rasa guyub rukun masyarakat, tetapi juga menjadi wadah rasa syukur atas potensi ekonomi dan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur.
“Makna dari acara ini adalah wujud kasih syukur seluruh warga masyarakat atas berkah dari Tuhan yang telah memberikan sumber daya alam melimpah serta keterampilan kerajinan yang diwariskan oleh leluhur kami,” ungkap Danang.
Sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan, panitia menggelar pertunjukan seni Pagelaran Wayang Kulit pada Rabu malam (30/9/2026). Acara puncak tersebut menghadirkan Ki Dalang Wahyu Wicaksono yang diiringi oleh kelompok wiyaga Kecubung Sakti.
Semua rangkaian kegiatan Merti Dusun ini disajikan secara terbuka dan gratis untuk umum sehingga tidak hanya dinikmati oleh warga lokal, tetapi juga menarik perhatian pengunjung dari luar daerah.
Melalui penyelenggaraan Merti Dusun 2026 ini, masyarakat Padukuhan Tangkil dan Karangasem tidak hanya merawat peninggalan leluhur, tetapi juga memperkokoh kerukunan serta melestarikan identitas budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Dokumentasi dan pembaharuan informasi dari seluruh rangkaian acara ini juga disajikan oleh panitia melalui akun media sosial resmi Instagram dan TikTok @karnaduta.(NDR /Pimred Cahyospirit)

