IGTKI-PGRI Ngadirojo Gandeng Damkar Wonogiri, Kenalkan Edukasi Kebakaran Sejak Dini kepada Anak TK
Ngadirojo,Wonogiri KMR — Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia–Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kecamatan Ngadirojo bekerja sama dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Wonogiri menggelar kegiatan edukasi dan outing class bagi anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK), Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Mini Kecamatan Ngadirojo tersebut diikuti sekitar 1.350 peserta. Mereka terdiri atas 650 anak, 650 orang tua, serta 50 kepala sekolah dan guru dari berbagai satuan pendidikan TK di wilayah Kecamatan Ngadirojo.
Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran di luar kelas yang dikemas secara menyenangkan. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan bersama petugas pemadam kebakaran, tetapi juga diperkenalkan sejak dini mengenai pentingnya keselamatan, kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, serta langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.
Sebelum kegiatan utama dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti rangkaian kegiatan pembuka. Suasana lapangan semakin semarak dengan pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti anak-anak, orang tua, guru, dan kepala sekolah.
Keceriaan peserta kemudian dilanjutkan dengan Tari Semut. Anak-anak tampak antusias mengikuti gerakan yang telah dipersiapkan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana belajar yang aktif, sehat, dan menyenangkan sebelum memasuki materi utama.
Setelah rangkaian pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan secara resmi oleh Camat Ngadirojo, Andika Krisnayana, AP, M.Si.
Dalam kesempatan tersebut, kegiatan yang melibatkan anak-anak secara langsung dengan petugas pemadam kebakaran menjadi bagian penting dari pembelajaran kontekstual. Anak-anak diajak melihat secara langsung berbagai perlengkapan yang digunakan petugas ketika menjalankan tugas, sehingga materi yang selama ini mungkin hanya mereka dengar dari cerita dapat dipahami melalui pengalaman nyata.
Memasuki acara inti, petugas dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Wonogiri memberikan pengenalan mengenai alat-alat yang digunakan dalam proses pemadaman kebakaran. Anak-anak diperlihatkan berbagai perlengkapan yang digunakan petugas ketika menghadapi kebakaran maupun situasi yang membutuhkan penanganan keselamatan.
Selain pengenalan peralatan, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tugas dan fungsi pemadam kebakaran. Dengan bahasa yang disesuaikan dengan usia anak, petugas memberikan pemahaman bahwa keberadaan pemadam kebakaran tidak hanya berkaitan dengan memadamkan api, tetapi juga memiliki peran dalam membantu masyarakat ketika terjadi keadaan darurat tertentu.
Materi kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi cara memadamkan api. Anak-anak dan orang tua mendapatkan gambaran mengenai tindakan yang dapat dilakukan untuk menangani kebakaran secara dini dengan tetap memperhatikan keselamatan.
Pembelajaran semakin menarik ketika anak-anak diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan yang bersifat praktik dan interaktif. Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian peserta adalah bermain air bersama petugas pemadam kebakaran.
Bagi anak-anak, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan. Di sisi lain, kegiatan bermain air tetap diarahkan sebagai bagian dari pengenalan terhadap peralatan dan aktivitas petugas pemadam kebakaran. Anak-anak dapat melihat secara langsung bagaimana air digunakan dalam proses pemadaman.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Anak-anak tampak bersemangat ketika menyaksikan petugas memperagakan peralatan pemadam kebakaran. Orang tua dan guru pun turut mengikuti rangkaian kegiatan sehingga pesan mengenai keselamatan dan pencegahan kebakaran dapat diterima oleh lingkungan terdekat anak.
Ketua IGTKI-PGRI Kecamatan Ngadirojo, Heni Amrih Laksmita Dewi, S.Pd.AUD., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan outing class yang bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada anak-anak.
Menurut Heni, pembelajaran bagi anak usia dini tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang kelas. Anak-anak juga perlu mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui pengalaman, melihat objek secara langsung, berinteraksi dengan lingkungan, serta mengenal berbagai profesi yang ada di tengah masyarakat.
“Dengan kegiatan outing class ini untuk mengenalkan fungsi dan tugas pemadam kebakaran, cara penanganan bahaya kebakaran dan cara menanggulanginya secara dini pada anak TK,” ujar Heni.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengetahuan dasar kepada anak-anak mengenai bahaya kebakaran. Pengenalan sejak dini dinilai penting agar anak-anak mulai memahami bahwa api dapat memberikan manfaat, tetapi juga dapat menimbulkan bahaya apabila digunakan tanpa pengawasan dan pengetahuan yang tepat.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak juga diajak mengenal profesi petugas pemadam kebakaran secara lebih dekat. Jika sebelumnya sebagian anak mungkin hanya mengenal mobil pemadam kebakaran ketika melintas di jalan atau melihatnya melalui media, dalam kegiatan ini mereka dapat bertemu langsung dengan petugas dan melihat peralatan yang digunakan.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu membangun keberanian dan rasa ingin tahu anak. Anak-anak dapat mengenal petugas pemadam kebakaran sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tugas membantu dalam situasi darurat.
Keterlibatan orang tua dalam kegiatan juga menjadi bagian penting. Dengan jumlah peserta orang tua yang mencapai 650 orang, edukasi mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran tidak hanya diterima oleh anak-anak, tetapi juga dapat menjadi pengingat bagi keluarga mengenai pentingnya keselamatan di lingkungan rumah.
Demikian pula dengan kehadiran kepala sekolah dan guru. Sebagai pendamping sekaligus pendidik, guru memiliki peran dalam meneruskan pesan-pesan keselamatan kepada anak melalui kegiatan pembelajaran di sekolah. Pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan bersama Damkar dapat dikembangkan kembali menjadi materi edukasi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini.
Kegiatan di Lapangan Mini Kecamatan Ngadirojo tersebut pun berlangsung dalam suasana edukatif dan penuh keceriaan. Unsur pembelajaran, pengenalan profesi, aktivitas fisik, serta praktik sederhana mengenai keselamatan dipadukan menjadi satu rangkaian kegiatan yang melibatkan anak, orang tua, guru, dan kepala sekolah.
Kolaborasi antara IGTKI-PGRI Kecamatan Ngadirojo dengan Damkar Kabupaten Wonogiri menunjukkan bahwa pendidikan keselamatan dapat diperkenalkan kepada anak melalui cara yang sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Bagi anak-anak, pengalaman tersebut bukan sekadar mengikuti kegiatan di luar sekolah. Mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar mengenali bahaya kebakaran, mengetahui fungsi pemadam kebakaran, mengenal peralatan yang digunakan petugas, serta memahami pentingnya tindakan pencegahan sejak dini.
Dengan adanya kegiatan outing class tersebut, diharapkan pengetahuan mengenai keselamatan dan kewaspadaan terhadap kebakaran dapat mulai tertanam dalam diri anak. Edukasi yang diberikan secara langsung dan melalui pengalaman diharapkan menjadi bekal sederhana bagi anak untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai sumber bahaya, khususnya yang berkaitan dengan api dan kebakaran.
Kegiatan bersama Damkar tersebut sekaligus menjadi pengalaman belajar yang mempertemukan dunia pendidikan anak usia dini dengan edukasi keselamatan di masyarakat.
Melalui kegiatan yang melibatkan ribuan peserta itu, pesan mengenai pentingnya mengenali dan mencegah bahaya kebakaran dapat disampaikan secara lebih dekat, interaktif, dan menyenangkan kepada generasi usia dini.( Cahyospirit)










.jpg)







