Respons Kasus DBD, Heri Maryanto Gelar Fogging di Butulan–Tirisan:Aksi sosial menyasar 193 KK di RT 02 dan RT 04/RW 23 Makamhaji
Makamhaji Sukoharjo KMR — Kepedulian terhadap persoalan kesehatan lingkungan mendorong Heri Maryanto, bakal calon Kepala Desa Makamhaji sekaligus Komandan Patriot Desa Makamhaji, turun langsung dalam kegiatan fogging atau penyemprotan sarang nyamuk di wilayah Kampung Butulan dan Tirisan, Desa Makamhaji,Kecamatan Kartasura,Kabupaten Sukoharjo Minggu (27/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul *08.00 hingga 11.30 WIB* tersebut menyasar lingkungan warga di *RT 02 dan RT 04/RW 23, termasuk saluran air dan rumah-rumah warga. Secara keseluruhan, penyemprotan menjangkau 126 KK di RT 02 dan 67 KK di RT 04, atau sekitar 193 KK.
Menurut keterangan Ketua RT 04/RW 23, Agus Sugiarso, kasus DBD di wilayah Butulan dan Tirisan telah muncul sejak sekitar Mei 2026. Dalam perkembangannya, jumlah warga yang terjangkit terus bertambah. Hingga September 2026, khususnya di RT 04/RW 23, tercatat *empat warga menjadi korban DBD*, sementara satu kasus baru juga muncul di wilayah RT 02/RW 23.
Agus menyampaikan bahwa sebelumnya pihak RT telah berupaya menyampaikan permohonan penanganan kepada pihak terkait, termasuk puskesmas, bidan desa maupun pemerintah desa. Pada Kamis (24/9/2026), pihak Puskesmas Kartasura bersama bidan desa kemudian melakukan kunjungan lapangan. Dalam penanganan selanjutnya, warga dan relawan wilayah didorong untuk turut membantu upaya pengendalian lingkungan, termasuk melalui fogging.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Heri Maryanto dengan melakukan koordinasi bersama Ketua RT 02/RW 23 Agung dan Ketua RT 04/RW 23 Agus Sugiarso.
Heri juga menggandeng Barreta (Barisan Relawan Tangguh) Sukoharjo untuk mendukung penyediaan peralatan fogging. Hasil koordinasi tersebut kemudian diwujudkan melalui kegiatan penyemprotan di lingkungan warga pada Minggu pagi.
Bagi Heri, kegiatan tersebut merupakan bagian dari aktivitas sosial yang selama ini juga dilakukan bersama Patriot Desa Makamhaji.
“Ketika ada persoalan di masyarakat, yang paling penting adalah bagaimana kita bisa hadir dan ikut mencari solusi. Untuk persoalan kesehatan lingkungan seperti ini, kita harus bergerak bersama.”
Heri menyebut aksi tersebut sejalan dengan semangat yang selama ini ia usung melalui gagasan Makamhaji CERIA, khususnya prinsip Cepat dalam merespons persoalan masyarakat dan Aktif dalam mencari solusi.
Namun, kegiatan fogging menurutnya bukan satu-satunya langkah yang diperlukan. Pengendalian DBD juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Upaya pencegahan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M Plus tetap penting dilakukan secara rutin.
Kegiatan fogging sendiri ditujukan untuk mengendalikan nyamuk dewasa dan dalam praktik kesehatan masyarakat umumnya merupakan bagian dari respons terhadap kasus DBD, bukan pengganti upaya pemberantasan tempat berkembang biaknya nyamuk.
Dengan dukungan relawan dan koordinasi bersama pengurus wilayah, penyemprotan berjalan lancar dan menyasar:
- RT 02/RW 23: 126 KK
- RT 04/RW 23: 67 KK
- Total : 193 KK
Penyemprotan dilakukan pada lingkungan permukiman, saluran air, serta rumah-rumah warga. Melalui kegiatan tersebut, warga berharap kasus DBD di Butulan dan Tirisan dapat segera terkendali dan tidak kembali menjangkiti masyarakat. Di sisi lain, warga tetap diimbau untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan secara rutin serta bersama-sama mencegah munculnya tempat berkembang biak nyamuk.(Taufiq/Pimred Cahyospirit)





.jpg)











