Geger Penemuan Mayat Lansia di Persawahan Sikutan Baturetno, Diperkirakan Meninggal Sejak 3–4 Hari
Baturetno , Wonogiri KMR– Warga Dusun Ngledok, Desa Balepanjang, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria lanjut usia di area persawahan Sikutan, Jumat (9/10/2026) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan diperkirakan telah meninggal selama tiga hingga empat hari.
Korban diketahui bernama Kartono (76), seorang petani yang merupakan warga Dusun Turus, Desa Balepanjang, Kecamatan Baturetno. Penemuan tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian setelah dua warga yang berada di sekitar lokasi memastikan kondisi korban.
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 08.00 WIB, ketika seorang warga bernama Samto (55) sedang mencari rumput di area persawahan Sikutan. Saat itu, ia melihat seseorang terbaring di sawah dan awalnya mengira orang tersebut sedang tidur atau mengalami gangguan jiwa.
Namun, setelah didekati, saksi mendapati kondisi yang mencurigakan karena tercium bau menyengat dari tubuh orang tersebut. Samto kemudian pulang untuk memberitahukan temuannya kepada Suwarno (51).
Tak berselang lama, keduanya kembali ke lokasi untuk memastikan kondisi orang yang terbaring tersebut. Setelah diperiksa dari dekat, mereka mengetahui bahwa orang tersebut telah meninggal dunia. Keduanya kemudian memberitahukan kejadian itu kepada warga sekitar dan melaporkannya ke Polsek Baturetno.
Menindaklanjuti laporan warga, personel Polsek Baturetno mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan. Petugas yang hadir dipimpin Kapolsek Baturetno AKP Edi Santoso, S.H., bersama Kanit Reskrim AIPTU Budi Sandoyo, S.E., M.H., Kanit Intel AIPDA Ringgo Prihambodo, serta Bhabinkamtibmas BRIPTU Yulianto Saputra.
Pemeriksaan dilakukan bersama tim medis Puskesmas Baturetno I, personel Koramil 05/Baturetno, SAR Baturetno, dan Kepala Desa Balepanjang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan dr. Sustiyadi, M.Kes., tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban. Saat ditemukan, korban berada dalam posisi terlentang dengan kondisi tubuh yang telah mengalami perubahan akibat proses pembusukan.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hingga empat hari sebelum ditemukan.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jasad korban dievakuasi ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan oleh pihak keluarga.
Terungkapnya identitas korban juga berkaitan dengan laporan orang hilang yang sebelumnya disampaikan pihak keluarga ke Polsek Baturetno pada Rabu (7/10/2026).
Pihak keluarga kemudian mengenali dan memastikan bahwa jasad yang ditemukan di persawahan Sikutan tersebut merupakan Kartono, anggota keluarga yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban memiliki riwayat gangguan saraf, kerap mengalami kebingungan, serta keluhan pada kaki berupa kebas atau kesemutan.
Lokasi penemuan korban berada di sekitar jalur irigasi dan batas tanggul sawah. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa korban terperosok atau terjatuh, kemudian tidak mampu bangkit kembali hingga akhirnya meninggal dunia. Meski demikian, dugaan tersebut merupakan informasi awal berdasarkan kondisi lokasi dan riwayat korban.
Pihak keluarga menyatakan telah menerima kepergian korban dan tidak menghendaki dilakukannya autopsi. Keluarga juga menyampaikan tidak akan menuntut pihak mana pun, sebagaimana dituangkan dalam surat pernyataan.
Sementara itu, hasil pemeriksaan luar tidak menunjukkan adanya tanda bekas penganiayaan. Dugaan penyebab kejadian mengarah pada kecelakaan, tetapi kronologi pasti korban hingga meninggal dunia tidak dapat dipastikan hanya dari kondisi lokasi penemuan. (Riyan /Pimred Cahyospirit)
















.jpg)