Dosen STAIMAS Wonogiri Go International Jadi Guest Lecturer di UniSZA Malaysia, Bahas Masa Depan Keuangan Sosial Islam Berbasis Teknologi
TERENGGANU, MALAYSIA– Kiprah internasional Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri kembali terbukti. Wakil Ketua I Bidang Akademik STAIMAS Wonogiri, Makhda Intan Sanusi, S.H., M.E., dipercaya menjadi _Guest Lecturer_ di Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Terengganu, Malaysia.
Kuliah tamu internasional yang diikuti 55 mahasiswa Semester 1 Fakulti Pengajian Umum dan Pendidikan Lanjutan (FUPL) UniSZA ini mengusung tema visioner "Beyond Borders, Beyond Technology: My Academic Journey and The Future of Islamic Social Finance".
Kehadiran akademisi muda STAIMAS di kampus ternama Malaysia ini menjadi penanda kuatnya komitmen STAIMAS dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi keislaman dan memperkuat jejaring akademik ASEAN.
Di hadapan puluhan mahasiswa dan sivitas akademika UniSZA, Makhda Intan Sanusi tidak hanya membagikan refleksi perjalanan akademik lintas negaranya, namun juga membedah secara kritis arah baru keuangan sosial Islam agar lebih inklusif, transparan, dan adaptif di era disrupsi teknologi.
"Keuangan sosial Islam seperti Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf (ZISWAF) tidak boleh terpenjara oleh sekat geografis. Teknologi harus kita posisikan sebagai jembatan untuk mewujudkan keadilan sosial, bukan sekadar alat transaksional," tegas Intan.
Dalam kuliahnya, Intan menekankan tiga pilar strategis masa depan Islamic Social Finance:
1. Beyond Borders, mendorong kolaborasi konkret Indonesia-Malaysia dalam memperkuat ekosistem ZISWAF di kawasan ASEAN sebagai kekuatan ekonomi umat.
2. Beyond Technology, dengan optimalisasi _fintech syariah, blockchain_ untuk transparansi, dan _Artificial Intelligence (AI)_ untuk ketepatan sasaran distribusi dana sosial.
3. The Future, yaitu menggeser paradigma ZISWAF dari sekadar instrumen _charity_ menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang produktif dan berkelanjutan.
Antusiasme mahasiswa FUPL UniSZA terlihat tinggi. Sesi diskusi berlangsung interaktif dan hangat, membahas peluang riset kolaboratif dan pertukaran akademik lanjutan antara UniSZA dan STAIMAS Wonogiri.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pintu pembuka kerja sama strategis, mulai dari _joint research, visiting lecturer,_ hingga program _student mobility_ antara dua institusi.
Pimpinan STAIMAS Wonogiri menyambut baik capaian ini sebagai bukti bahwa dosen STAIMAS memiliki kapasitas dan daya saing di level internasional.(NDR /Cahyospirit)

