BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno Membuka Lomba Karawitan Pelajar se-Kabupaten Wonogiri 2026

Lomba Karawitan Pelajar se-Kabupaten Wonogiri 2026 yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Rabu-Kamis (21-22).

Wonogiri KMR - Upaya menjaga seni tradisional agar tetap lestari di tengah perubahan zaman terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Salah satunya melalui Lomba Karawitan Pelajar se-Kabupaten Wonogiri 2026 yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Rabu-Kamis (21-22).

Lomba ini menjadi ruang bagi pelajar tingkat SD dan SMP sederajat untuk mengenal lebih dekat seni karawitan sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya sendiri. Keterlibatan pelajar diharapkan menjadi langkah awal untuk melahirkan generasi penerus yang tidak hanya mengenal, tetapi juga bersedia menjaga kelangsungan kesenian tradisional Jawa.



Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menilai keberadaan karawitan perlu terus diperkuat agar tidak semakin terpinggirkan oleh perkembangan hiburan modern dan pengaruh budaya asing. Ia mengenang, klenengan dahulu menjadi bagian yang lekat dengan kehidupan masyarakat, terutama saat hajatan maupun kegiatan tradisi di lingkungan desa.

“Dulu klenengan sangat dicintai masyarakat. Saat ada hajatan ada klenengan. Sekarang mulai tersisih dengan hiburan lain. Meski demikian, masih bisa kita jumpai termasuk di kegiatan bersih dusun dan lainnya,” katanya saat membuka acara.

Menurutnya, karawitan memiliki nilai lebih dari sekadar permainan musik. Di dalamnya terdapat pembelajaran tentang kebersamaan, kedisiplinan, kesopanan, dan sikap saling menghargai. Nilai-nilai tersebut penting ditanamkan kepada anak sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter dan penguatan nasionalisme.

Pemkab Wonogiri selama ini turut mendukung pelestarian budaya melalui pembelajaran muatan lokal bahasa dan budaya Jawa di sekolah serta penyediaan perangkat gamelan di instansi pemerintah.

 Meski demikian, keberlanjutan seni karawitan membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, pelatih, orang tua, hingga masyarakat.(Riyan /Pimred Cahyospirit)
















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar