Tampil Menari di Panggung Sriwedari, Geliat anak SD Lestarikan Budaya
Sejumlah 2 tim siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Minggarjo, Eromoko, Wonogiri tampil di panggung Gedung Wayang Orang SriwedariSolo KMR- Riuh tepuk tangan penonton menguar saat anak-anak berkostum cerah melangkah naik ke atas panggung. Sore itu, sejumlah 2 tim siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Minggarjo, Eromoko, Wonogiri tampil di panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari. Sabtu, 17 Oktober 2026 menandai hari istimewa mereka, kali pertama kali mereka tampil di ruang pertunjukan tingkat karesidenan.
Tari Rampak ditampilkan Nabilla Putri Agata, Syakia Mikenna Chandrawati, Disty Putry Ramadani, dan Kaisa Mauliddina. Sementara Tari Wecittra ditarikan Hanum Putri Kinanthi, Earlyta Arsyifa Salsabila, Talita Kansha Mawansari, Shavia Kirana Pratiwi, Melani Nabilah Anatasya, dan Azzahra Asyila Rahma.
Dengan kostum warna-warni merah, kuning, hijau, dan ungu, riasan wajah tipis khas anak-anak menambah semarak suasana. Para siswa SD tersebut dengan gemulai menunjukkan hasil latihan mereka selama tiga bulan belakangan.
Saat musik gamelan pengiring berakhir, seluruh penari cilik itu membungkuk memberi hormat. Senyum lebar kemenangan terpancar dari wajah-wajah polos mereka.
Hari itu mereka tidak hanya berhasil menyelesaikan tarian, tetapi juga berhasil membawa pulang memori indah tentang bagaimana rasanya melestarikan budaya bangsa dengan cara yang menyenangkan.
Kepala SDN 3 Minggarharjo, Sarwi, S.Pd. mengapresiasi dan menyambut baik adanya kegiatan pertunjukkan seni tari dari kegiatan esktrakulikuler yang dibawakan siswanya.
“Kegiatan ekstra tari sebagai salah satu wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, bakat, minat, serta kecintaan terhadap seni dan budaya Indonesia,” kata Sarwi menambahkan.
Ia berharap dengan kegiatan penampilan ekstrakurikuler tari di panggung eksternal sekolah, khususnya yang langsung ditonton oleh masyarakat dapat menjadi sarana bagi siswa-siswa untuk mengekspresikan diri secara positif, melatih kedisiplinan, dan meningkatkan rasa percaya diri.
Bukan hanya pihak sekolah, kelompok tari ini juga mendapat dukungan dan pengasuhan dari Pemerintah Desa Minggarharjo. Kepala desa, Tri Wiyono mendukung langsung latihan tari sebagai aktivitas rutin generasi muda di desanya untuk mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat.
Penampilan tari ini usut punya usut, diinisiatif oleh pelatih ekstrakurikuler SD N 3 Minggarharjo, Sri Mulyani. Ia menyatakan bahwa dengan luaran kegiatan ekstra yang berupa pertunjukkan memberi dorongan, semangat, dan motivasi bagi siswa untuk lebih serius latihan menari.
“Infonya dari relasi sesama seniman se Solo-Raya. Tujuannya untuk apresiasi seni siswa dan melatih rasa percaya diri tampil di depan umum,” ujar Mulyani.
Melalui seni tari, anak-anak belajar tentang disiplin, kerja sama tim, dan menghargai warisan leluhur tanpa merasa terbebani.
Bukan perkara mudah melatih anak-anak usia sekolah dasar untuk menari kreasi secara serempak. Mulyani memaparkan dibutuhkan kesabaran untuk mengulang-ulang gerakan yang diajarkan pada siswa. Pendekatan yang dilakukan pun lebih cair, menyesuaikan Gen Alpha yang menjadi peserta latihannya.
Tak ketinggalan, orang tua sebagai wali murid turut terlibat secara mental dan material dalam penyelenggaraan penampilan seni tari ini. Salah satu orang tua siswa, Dyah Ika, S.Pd. menyatakan ia mengucapkan terima kasih kepada guru yang telah membimbing dan melatih anak-anak dalam kegiatan ekstrakurikuler tari di sekolah.
“Sangat mengapresiasi kesabaran, ketulusan, dan dedikasi Ibu guru dalam mengajarkan gerakan tari kepada anak-anak. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar menari, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, kerja sama, rasa percaya diri, serta kecintaan terhadap seni dan budaya lokal,” ujar Dyah Ika.
Dyah Ika berharap kegiatan ekstrakurikuler tari ini dapat terus berjalan dengan baik dan menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat serta kreativitas anak-anak mereka.(Penulis: Wulan /Pimpred Cahyospirit)
.jpg)


.jpg)











