Warga Pagutan Resah Ular Masuk Permukiman, BPBD Wonogiri Lakukan Penyisiran dan Edukasi
Manyaran, Wonogiri KMR— Warga Kelurahan Pagutan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, dibuat resah dengan kemunculan ular yang diduga berjenis sowo atau sanca di sekitar permukiman. Keberadaan reptil tersebut menjadi perhatian warga lantaran beberapa kali diduga masuk ke area tempat tinggal dan memangsa ayam ternak milik masyarakat.
Kemunculan ular tersebut diduga berkaitan dengan kondisi lingkungan di sekitar permukiman. Sejumlah kawasan kebun atau alas di wilayah tersebut memiliki vegetasi yang cukup rapat, seperti rumpun bambu dan semak-semak. Selain itu, terdapat pula sejumlah lubang tanah yang diduga dapat menjadi tempat persembunyian ular.
Kondisi tersebut membuat warga khawatir ular sewaktu-waktu kembali muncul, terutama di sekitar kandang ternak maupun halaman rumah. Kekhawatiran semakin meningkat setelah warga mendapati adanya ayam peliharaan yang menjadi mangsa.
Menanggapi laporan dan keresahan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri melakukan penyisiran di kawasan yang diduga menjadi tempat persembunyian ular pada Minggu.
Petugas menyisir sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi habitat atau lokasi persembunyian reptil tersebut. Kawasan dengan semak, rumpun bambu, serta lubang-lubang tanah menjadi bagian yang diperiksa dalam kegiatan tersebut.
Namun, penyisiran yang dilakukan pada siang hari belum tentu dapat menemukan ular yang dicari. Ular pada umumnya dapat memilih bersembunyi di tempat yang terlindung ketika kondisi lingkungan masih terang dan aktivitas manusia cukup tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyampaikan bahwa keberadaan ular belum dapat dipastikan hanya berdasarkan hasil penyisiran yang dilakukan pada siang hari. Meski demikian, kegiatan tersebut tetap penting untuk mengetahui kondisi lingkungan sekaligus memberikan pemahaman kepada warga mengenai langkah yang tepat ketika menghadapi ular.
"Ular belum tentu ditemukan karena penyisiran dilakukan pada siang hari. Yang paling penting, warga mengetahui bagaimana cara menghadapi ular dengan aman," kata Fuad.
Sebelum petugas melakukan penyisiran, sempat muncul rencana dari sebagian warga untuk membakar kawasan yang dicurigai menjadi tempat persembunyian ular.
Langkah tersebut dinilai berisiko karena pembakaran lahan secara sembarangan dapat menimbulkan persoalan baru. Api dapat menyebar ke area yang tidak diinginkan, terlebih apabila kondisi vegetasi di sekitar lokasi cukup kering.
Karena itu, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri dengan membakar semak atau kawasan yang diduga menjadi tempat persembunyian ular.
Upaya mengusir atau mencari ular sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan manusia dan lingkungan. Warga juga diminta tidak melakukan tindakan yang justru dapat membuat ular merasa terancam dan melakukan serangan untuk mempertahankan diri.
Menurut BPBD, pemahaman masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi keberadaan ular di lingkungan permukiman. Warga perlu mengetahui kapan harus menjauh, bagaimana melaporkan keberadaan ular, serta tindakan apa yang sebaiknya dihindari.
Selain melakukan penyisiran, BPBD Wonogiri bersama EXALOS INDONESIA memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan keberadaan ular.
Edukasi tersebut tidak hanya membahas upaya evakuasi ular, tetapi juga memberikan pengetahuan dasar mengenai keselamatan warga ketika berhadapan dengan reptil tersebut.
Beberapa materi yang disampaikan antara lain cara bersikap ketika bertemu ular. Warga diberikan pemahaman agar tidak panik dan tidak melakukan tindakan spontan yang dapat meningkatkan risiko serangan.
Masyarakat juga mendapatkan penjelasan mengenai cara melakukan evakuasi ular secara aman. Penanganan ular sebaiknya tidak dilakukan oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan maupun peralatan yang memadai.
Apabila menemukan ular di sekitar rumah, warga dapat menjaga jarak dan mengamankan orang-orang di sekitar lokasi. Langkah selanjutnya adalah menghubungi pihak yang memiliki kemampuan atau pengalaman dalam melakukan evakuasi satwa tersebut.
Materi lainnya adalah penanganan awal apabila seseorang mengalami gigitan ular. Warga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memperoleh pertolongan medis sesegera mungkin serta menghindari tindakan pertolongan yang justru berpotensi memperburuk kondisi korban.
Edukasi ini diharapkan dapat mengurangi kepanikan masyarakat sekaligus mencegah munculnya tindakan berbahaya saat warga menemukan ular di sekitar rumah.
Kemunculan ular di sekitar permukiman menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar rumah, khususnya area yang masih berupa kebun, semak, rumpun bambu, maupun lokasi yang memiliki banyak celah dan lubang.
Kebersihan lingkungan dan pengelolaan area yang berpotensi menjadi tempat persembunyian satwa perlu diperhatikan. Namun, warga juga diimbau tidak melakukan tindakan berisiko ketika berusaha membersihkan lokasi yang dicurigai menjadi tempat persembunyian ular.
Keberadaan ular di lingkungan manusia tidak selalu berarti ular tersebut secara sengaja mencari atau menyerang manusia. Dalam kondisi tertentu, ular dapat berada di sekitar permukiman karena mencari makanan maupun tempat berlindung.
Karena itu, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan tanpa melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri ataupun lingkungan.
BPBD Wonogiri menekankan bahwa keselamatan warga menjadi hal utama. Jika ular kembali terlihat, masyarakat sebaiknya menjaga jarak, mengamankan anak-anak maupun hewan peliharaan dari lokasi tersebut, dan menghubungi pihak yang dapat membantu melakukan penanganan.
Dengan adanya penyisiran dan edukasi tersebut, diharapkan keresahan warga Pagutan dapat berkurang. Di sisi lain, masyarakat juga memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai cara menghadapi keberadaan ular secara aman tanpa melakukan tindakan seperti membakar lahan.
Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan edukasi dan penanganan ular, dapat menghubungi EXALOS INDONESIA melalui nomor 0896-1040-4414.( Eko Tito/Pimred Cahyospirit)




.jpg)










