BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

IWAPI Wonogiri Salurkan 20 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pracimantoro

Ketua IWAPI DPC Wonogiri, Tabitha Danar Rahmanto, mengatakan bantuan air bersih yang diberikan organisasi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan akibat kekeringan.

Pracimantoro, Wonogiri KMR– Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memberikan dampak serius terhadap kehidupan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Wonogiri. Salah satunya dirasakan warga Kecamatan Pracimantoro yang harus menghadapi keterbatasan sumber air bersih akibat kekeringan yang berlangsung selama berbulan-bulan.

Melihat kondisi tersebut, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) DPC Wonogiri menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 20 tangki kepada masyarakat terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Pracimantoro, Jumat (25/9/2026).

Bantuan air bersih tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah, di antaranya Desa Jimbar, Desa Wonodadi, dan Desa Banaran, Kecamatan Pracimantoro. Bantuan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama untuk keperluan sehari-hari selama sumber air warga belum kembali normal.


Kondisi kekeringan cukup berat dirasakan masyarakat di Desa Jimbar, khususnya di wilayah Dusun Krungkah. Warga telah menghadapi kekeringan selama kurang lebih tujuh bulan. Kondisi tersebut membuat sumber air yang selama ini menjadi andalan masyarakat semakin sulit dimanfaatkan.

Jika sebelumnya warga masih dapat menemukan sumber air dengan kedalaman sekitar 5 hingga 7 meter, kini pencarian air harus dilakukan jauh lebih dalam. Bahkan, penggalian hingga sekitar 80–100 meter belum tentu dapat menemukan sumber air yang memadai.

Kondisi tersebut tentu menjadi persoalan tersendiri bagi masyarakat. Air bukan hanya dibutuhkan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk aktivitas sehari-hari, menjaga kebersihan lingkungan, serta memenuhi kebutuhan anak-anak dan keluarga.

Di wilayah tersebut, sedikitnya terdapat sekitar 120 kepala keluarga atau sekitar 500 jiwa yang merasakan dampak kekeringan. Bantuan air bersih pun menjadi sangat berarti karena dapat mengurangi beban warga yang selama ini harus berupaya mendapatkan air dari sumber yang semakin terbatas.

Kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Wonogiri pada tahun ini juga menjadi perhatian pemerintah daerah. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyampaikan bahwa dampak kekeringan tahun ini semakin meluas.

Menurut Fuad, terdapat wilayah yang sebelumnya tidak masuk dalam kawasan terdampak kekeringan, namun pada tahun ini mulai mengalami kesulitan air. Desa Jimbar menjadi salah satu contoh wilayah yang kini turut masuk dalam daftar daerah yang terdampak.

Hal tersebut menunjukkan bahwa persoalan kekeringan tidak hanya terjadi di wilayah yang setiap tahun dikenal sebagai daerah rawan kekurangan air. Perubahan kondisi cuaca dan panjangnya musim kering membuat wilayah lain yang sebelumnya relatif aman juga mulai menghadapi persoalan serupa.

BPBD Kabupaten Wonogiri sendiri pada 2026 terus mengintensifkan penanganan krisis air bersih dengan menggandeng berbagai unsur masyarakat dan para donatur. Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap ke sejumlah kecamatan yang terdampak, termasuk Pracimantoro.

Karena itu, persoalan kekeringan tidak hanya membutuhkan penanganan berupa distribusi air bersih, tetapi juga kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menggunakan sumber daya air secara bijaksana.

Dalam kesempatan tersebut, Fuad juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Warga diminta berhati-hati ketika membakar sampah karena kondisi lingkungan yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi menimbulkan kebakaran.

Selain persoalan kebakaran, masyarakat juga diimbau untuk tetap memperhatikan kesehatan selama menghadapi musim kemarau panjang. Kondisi lingkungan yang kering dan keterbatasan air bersih dapat memengaruhi kebersihan serta kesehatan keluarga apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Fuad juga memberikan pesan agar masyarakat tetap semangat menghadapi kondisi tersebut. Menurutnya, pendampingan terhadap warga harus terus dilakukan, termasuk memberikan perhatian terhadap anak-anak agar mereka tetap dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di tengah kondisi lingkungan yang sedang menghadapi kekeringan.

Upaya menjaga lingkungan juga dinilai penting untuk dilakukan secara berkelanjutan. Masyarakat diajak untuk mempertahankan lingkungan yang asri serta menjaga alam agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi berikutnya.

Pesan tersebut menjadi penting karena persoalan kekeringan tidak semata-mata menyangkut kondisi saat ini. Ketersediaan sumber air dan kelestarian lingkungan merupakan bagian dari keberlanjutan kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Ketua IWAPI DPC Wonogiri, Tabitha Danar Rahmanto, mengatakan bantuan air bersih yang diberikan organisasi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan akibat kekeringan.

Tabitha berharap bantuan 20 tangki air bersih yang disalurkan ke wilayah Pracimantoro dapat sedikit meringankan beban masyarakat.

Menurutnya, kebutuhan air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang harus mendapatkan perhatian ketika masyarakat berada di tengah kondisi kekeringan. Karena itu, IWAPI DPC Wonogiri berupaya mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan tersebut sekaligus menjadi wujud kepedulian dunia usaha dan organisasi perempuan pengusaha terhadap persoalan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Distribusi air bersih diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi menjadi bagian dari semangat gotong royong untuk menghadapi kondisi kemarau yang panjang. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat luas menjadi penting agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara bersama-sama.

Pracimantoro sendiri merupakan salah satu wilayah Kabupaten Wonogiri yang memiliki kawasan rawan kekeringan. Dokumen perencanaan Kabupaten Wonogiri juga mencantumkan Pracimantoro sebagai salah satu wilayah yang memiliki kerawanan bencana kekeringan dan persoalan pemenuhan kebutuhan air. 

Di tengah kondisi tersebut, bantuan air bersih menjadi sangat penting bagi masyarakat. Setiap tangki yang datang bukan sekadar membawa air, tetapi juga memberikan kesempatan bagi warga untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang.

Bagi warga Desa Jimbar, Wonodadi, dan Banaran, terutama mereka yang telah berbulan-bulan menghadapi keterbatasan sumber air, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian bahwa mereka tidak menghadapi persoalan kekeringan seorang diri.

Kondisi kekeringan juga menjadi pengingat pentingnya menjaga sumber daya alam. Upaya jangka panjang untuk mempertahankan sumber air, menjaga tutupan lahan, mengelola lingkungan, dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim perlu terus diperkuat.

Sementara untuk menghadapi kondisi saat ini, distribusi air bersih tetap menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

IWAPI DPC Wonogiri berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Di sisi lain, semangat gotong royong dari berbagai elemen masyarakat diharapkan terus tumbuh sehingga persoalan kekeringan dapat dihadapi secara bersama-sama.

Dengan dukungan berbagai pihak, masyarakat di wilayah terdampak diharapkan tetap mampu bertahan dan menjalani aktivitas sehari-hari. Perhatian terhadap anak-anak dan keberlanjutan lingkungan juga perlu terus dijaga agar generasi mendatang tetap dapat menikmati kehidupan di lingkungan yang sehat, aman, dan memiliki sumber daya alam yang terpelihara.

Bantuan 20 tangki air bersih dari IWAPI DPC Wonogiri pun menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial di tengah musim kemarau. Setidaknya, bantuan tersebut diharapkan mampu mengurangi kesulitan warga sekaligus memperkuat pesan bahwa penanganan kekeringan membutuhkan kepedulian dan kebersamaan dari seluruh elemen masyarakat.( Ponco Rini /Pimred Cahyospirit )


















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar