Mahasiswa KPI STAIMAS Wonogiri Kunjungi Masjid Nurul Ashri, Pelajari Pengelolaan Masjid Berbasis Dakwah dan Pemberdayaan
Wonogiri KMR — Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri melakukan kunjungan edukatif ke Masjid Nurul Ashri Jl. Deresan III No.21, Manggung, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memperoleh pengalaman praktis mengenai pengelolaan masjid, dakwah, serta pemberdayaan masyarakat.
Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa KPI STAIMAS Wonogiri untuk mengenal secara lebih dekat berbagai program dan aktivitas yang dikembangkan Masjid Nurul Ashri.
Selain mendapatkan pengetahuan mengenai manajemen masjid, mahasiswa juga diajak memahami bagaimana masjid dapat dikembangkan sebagai pusat kegiatan dakwah sekaligus pemberdayaan umat.
Kaprodi KPI STAIMAS Wonogiri, H. Achmad Zaky Faiz, M.Sos., berharap kunjungan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa.
“Pengetahuan dan pengalaman yang didapat dari Masjid Nurul Ashri harapannya bisa dipraktikkan di masjid masing-masing mahasiswa,” imbuh Zaky.
Menurutnya, pengalaman lapangan seperti ini penting bagi mahasiswa KPI karena memberikan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memperkenalkan praktik pengelolaan dakwah dan komunikasi keagamaan di tengah masyarakat.
Sementara itu, pengurus dan Bendahara Baitulmal di Masjid Nurul Ashri Deresan, Sleman, Rozy Ahimsyah, menjelaskan bahwa pengembangan program di masjid tersebut bertumpu pada beberapa program inti. Di antaranya syiar dakwah, social enterprise, pemberdayaan, kebencanaan, serta kemanusiaan.
Program-program tersebut menunjukkan bahwa fungsi masjid tidak hanya terbatas pada aktivitas ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk membangun kepedulian sosial, mengembangkan kemandirian ekonomi, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta merespons berbagai persoalan kemanusiaan.
"Kami pernah membeli langsung sayuran petani di Magelang saat harga panen mereka jatuh. Sampai saat ini pun kami masih membeli sayuran dari petani di Magelang," imbuh Rozy.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa KPI STAIMAS Wonogiri diharapkan mampu mengambil inspirasi dari praktik pengelolaan Masjid Nurul Ashri dan mengadaptasinya sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat pembelajaran mahasiswa KPI dalam memahami komunikasi dalam lingkup dakwah secara kontekstual, kreatif, dan berorientasi pada kemanfaatan bagi masyarakat.
Salah satu mahasiswa Prodi KPI, Herdika Ramdhan, menuturkan ingin mengikuti salah satu kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Nurul Ashri, yaitu mengumpulkan barang bekas dan kemudian mengelolanya agar lebih bermanfaat bagi umat.(NDR /Pimpred Cahyospirit)


.jpg)










