BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

Kirab Budaya Desa Demakijo Meriah, Gunungan Semangka Jadi Ikon Ungkapan Syukur Warga

 (kirab budaya didesa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Klaten)

KLATEN KMR – Suasana Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, berlangsung meriah saat masyarakat menggelar kirab budaya tahunan, Sabtu 26 September 2026.

Ribuan warga dari berbagai wilayah di desa tersebut turut ambil bagian dalam kegiatan yang menjadi salah satu bentuk pelestarian tradisi sekaligus ungkapan rasa syukur atas hasil bumi yang diperoleh masyarakat.

Kirab budaya tersebut menjadi momentum bagi warga untuk mempererat kebersamaan sekaligus mempertahankan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Salah satu bagian yang paling menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah arak-arakan Dewi Sri serta perebutan sejumlah gunungan hasil bumi.

           (Kepala Desa Demakijo, Ery Karyatno)

Kepala Desa Demakijo, Ery Karyatno, mengatakan puncak kegiatan kirab budaya ditandai dengan prosesi mengiringi Dewi Sri dan perebutan empat gunungan berukuran besar yang telah disiapkan oleh masyarakat.

“Puncak kegiatan kirab budaya ini adalah mengiring Dewi Sri dan juga merebutkan empat gunungan. Ada gunungan besar berupa semangka utuh dan gunungan sayur-mayur,” ujar Ery Karyatno.

Menurutnya, keberadaan gunungan dalam kirab bukan sekadar pelengkap acara. Gunungan menjadi simbol rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan hasil panen yang telah diberikan kepada warga Desa Demakijo.

Salah satu gunungan yang menjadi pusat perhatian adalah gunungan semangka. Berbeda dengan gunungan hasil bumi yang biasanya terdiri atas beragam komoditas, kali ini pemerintah desa sengaja menonjolkan semangka sebagai bahan utama gunungan.

Semangka yang digunakan dalam gunungan tersebut merupakan hasil panen petani Desa Demakijo. Gunungan semangka itu memiliki tinggi sekitar dua meter dengan berat yang diperkirakan mencapai hampir 1,5 ton.

“Semangka yang digunakan ini merupakan hasil panen sendiri dari kelompok tani. Jenisnya semangka Inul dan rasanya manis sekali,” jelas Ery.

Pemilihan semangka sebagai bahan utama gunungan juga bukan tanpa alasan. Pemerintah Desa Demakijo ingin memperkenalkan hasil pertanian tersebut sebagai salah satu potensi yang dapat menjadi ciri khas desa.

Ery mengatakan, dirinya berharap semangka nantinya dapat menjadi salah satu ikon Desa Demakijo. Terlebih, pada tahun ini hasil panen semangka masyarakat cukup melimpah.

“Gunungan ini saya buat dari semangka utuh karena saya ingin semangka menjadi ikon kami di Desa Demakijo,” katanya.

Kirab budaya yang diselenggarakan Desa Demakijo merupakan kegiatan tahunan yang terus berusaha dipertahankan oleh masyarakat. Pada pelaksanaan tahun ini, kegiatan tersebut tercatat sebagai kirab budaya yang ke-8.

Meski demikian, secara hitungan tahun penyelenggaraan, seharusnya kegiatan tersebut telah memasuki tahun ke-11. Pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan kirab budaya sempat dihentikan selama tiga tahun.

“Kegiatan ini merupakan kirab budaya tahunan Desa Demakijo. Tahun ini merupakan kirab yang ke-8. Seharusnya sudah tahun ke-11, tetapi sempat terjeda karena Covid-19. Selama tiga tahun kami tidak menggelar kegiatan,” ungkap Ery.

Setelah sempat terhenti, masyarakat kembali menghidupkan tradisi tersebut. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya peserta yang terlibat dalam rangkaian acara.

Desa Demakijo memiliki tujuh RW. Masing-masing wilayah turut mengirimkan peserta untuk mengikuti kirab sekaligus menampilkan berbagai kreativitas dan karya terbaik mereka.

Tidak hanya masyarakat, empat sekolah yang berada di wilayah Desa Demakijo juga ikut ambil bagian. Para pelajar dan pihak sekolah menampilkan berbagai pertunjukan sebagai bagian dari kemeriahan kirab budaya.

Keterlibatan masyarakat dan sekolah tersebut menunjukkan bahwa kirab budaya tidak hanya menjadi kegiatan pemerintah desa, tetapi telah menjadi ruang bersama bagi seluruh elemen masyarakat untuk berkumpul dan mengekspresikan kreativitas.

“Dari tujuh RW dan empat sekolah semuanya mengikuti kegiatan kirab budaya ini. Masing-masing RW menampilkan karya terbaik mereka, begitu juga dengan empat sekolah yang mengeluarkan penampilan terbaik dan performanya,” kata Ery.

Partisipasi masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan kirab budaya Desa Demakijo. Setiap wilayah mempersiapkan penampilan masing-masing dengan konsep dan kreativitas yang berbeda.

Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan prosesi budaya, tetapi juga menjadi ajang bagi warga untuk menunjukkan kreativitas, kekompakan, dan identitas masing-masing wilayah.

Dengan keterlibatan tujuh RW serta empat sekolah, suasana kirab semakin semarak. Warga dari berbagai kelompok usia ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Kirab juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperkenalkan berbagai potensi desa, khususnya sektor pertanian yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan warga.

Berbagai hasil bumi yang dibawa dalam rangkaian kegiatan menjadi gambaran mengenai potensi pertanian yang dimiliki Desa Demakijo. Hasil bumi tersebut sekaligus menjadi simbol hubungan erat antara kehidupan masyarakat desa dengan sektor pertanian.

Selain gunungan, masyarakat juga menyerahkan berbagai hasil bumi kepada pemerintah desa dan masyarakat. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari tradisi sebagai ungkapan rasa terima kasih atas hasil yang telah diperoleh selama satu tahun.

Hasil bumi yang ditampilkan antara lain padi, hasil peternakan, serta berbagai hasil pertanian lainnya. Pada pelaksanaan tahun ini, semangka menjadi salah satu hasil bumi yang mendapatkan perhatian khusus karena produksinya dinilai cukup melimpah.

Bagi masyarakat, hasil bumi bukan hanya memiliki nilai ekonomi. Komoditas pertanian tersebut juga memiliki makna sosial dan budaya karena menjadi simbol kerja keras petani serta rasa syukur atas hasil yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

Prosesi kirab dengan membawa hasil bumi juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar terus menjaga tradisi gotong royong dan kebersamaan.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah desa berharap generasi muda tetap mengenal budaya dan tradisi yang berkembang di lingkungan mereka. Keterlibatan sekolah dalam kirab menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.

Semangka menjadi salah satu cerita menarik dalam pelaksanaan kirab budaya kali ini. Penggunaan semangka secara utuh dalam jumlah besar pada gunungan menunjukkan keinginan pemerintah desa untuk mengangkat komoditas tersebut sebagai bagian dari identitas Desa Demakijo.

Dengan tinggi sekitar dua meter dan berat hampir 1,5 ton, gunungan semangka menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang mengikuti maupun menyaksikan kirab.

Semangka jenis Inul yang digunakan merupakan hasil pertanian kelompok tani setempat. Selain memiliki ukuran dan jumlah yang besar, semangka tersebut juga dikenal memiliki rasa manis.

Pengangkatan semangka sebagai ikon desa diharapkan dapat memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk mengenalkan produk pertanian lokal. Ke depan, potensi tersebut juga dapat dikembangkan tidak hanya sebagai hasil panen, tetapi sebagai bagian dari identitas dan promosi potensi Desa Demakijo.

Bagi Ery Karyatno, keberadaan gunungan semangka dalam kirab budaya merupakan bentuk kebanggaan terhadap hasil kerja para petani.

Di tengah perkembangan zaman, tradisi kirab budaya tetap dipertahankan sebagai sarana mempertemukan masyarakat, merawat kebudayaan, sekaligus mengenalkan potensi lokal.

Kirab budaya Desa Demakijo akhirnya tidak hanya menjadi sebuah perayaan tahunan. Di dalamnya terdapat berbagai pesan tentang rasa syukur, kebersamaan, gotong royong, pelestarian budaya, serta penghargaan terhadap kerja keras para petani.

Dengan keterlibatan tujuh RW dan empat sekolah, tradisi tersebut menjadi ruang bersama bagi masyarakat Desa Demakijo untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.(Aulia/Pimred Cahyospirit)


















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar