Perkuat Tata Kelola Kampus Responsif Gender, Dosen STAIMAS Wonogiri Ikuti Workshop Nasional di UIN Raden Mas Said
SURAKARTA KMR–Komitmen membangun kampus yang inklusif dan responsif gender terus diperkuat oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri. Melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), dua dosen STAIMAS mengikuti Workshop Penyusunan Profil Gender Perguruan Tinggi yang digelar di UIN Raden Mas Said Surakarta. Perwakilan STAIMAS Wonogiri dalam kegiatan tersebut yakni Windari, S.H., M.H. dan Dr. Ruslina Dwi Wahyuni, S.Sos., M.A.P. Keduanya hadir sebagai pengurus PSGA STAIMAS Wonogiri dalam forum yang mempertemukan berbagai perguruan tinggi Islam untuk memperkuat pengarusutamaan gender di lingkungan kampus.
Workshop yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Raden Mas Said Surakarta itu berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 6-7 Mei 2026, bertempat di Ruang Samber Nyawa, Gedung Lembaga kampus setempat.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong perguruan tinggi menyusun profil gender berbasis data yang akurat dan terukur. Profil tersebut nantinya berfungsi sebagai pijakan dalam penyusunan kebijakan kampus, pengembangan kurikulum, hingga penyediaan layanan dan fasilitas yang ramah bagi seluruh sivitas akademika.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pembekalan terkait teknik pengumpulan data terpilah berdasarkan jenis kelamin, analisis kesenjangan gender di lingkungan akademik, hingga penyusunan rencana aksi untuk menciptakan atmosfer kampus yang aman, adil, dan setara.
Ketua PSGA STAIMAS Wonogiri, Windari, menegaskan bahwa penyusunan profil gender memiliki peran penting dalam pembangunan sistem pendidikan tinggi yang lebih berkeadilan.
Penyusunan profil gender bukan sekadar urusan administratif, tetapi menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh sivitas akademika STAIMAS memperoleh peluang, akses, dan hak yang sama untuk berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut STAIMAS Wonogiri memperoleh banyak wawasan baru terkait tata kelola kelembagaan berbasis kesetaraan gender yang dapat diterapkan di lingkungan kampus.
Keikutsertaan PSGA STAIMAS Wonogiri juga menjadi bukti keseriusan institusi dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan yang inklusif dan humanis. Selain memperkuat kapasitas internal, kegiatan ini sekaligus membuka ruang kolaborasi dan jejaring antar-PSGA perguruan tinggi Islam, baik PTKIN maupun PTKIS.
Dengan dukungan data yang valid serta profil gender yang tersusun secara sistematis, STAIMAS Wonogiri optimistis mampu menjadi salah satu kampus Islam di Kabupaten Wonogiri yang mengedepankan nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hak seluruh sivitas akademika.(NDR /Pimred Cahyospirit)
