BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Atlet Cilik Wonogiri Sabet Dua Medali Emas di Milklife Archery Challenge Seri 1 2026

atlet-atlet Cilik asal Wonogiri dalam ajang Milklife Archery Challenge Seri 1 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Djarum Foundation

Kudus KMR — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh atlet-atlet Cilik asal Wonogiri dalam ajang Milklife Archery Challenge Seri 1 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Djarum Foundation.

 Kejuaraan panahan tingkat Provinsi Jawa Tengah tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 30 April hingga 2 Mei 2026, bertempat di Lapangan Supper Soccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.

Kompetisi ini menjadi salah satu ajang bergengsi yang diikuti oleh ratusan atlet panahan muda dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Persaingan yang ketat tidak menyurutkan semangat para atlet Wonogiri yang datang dengan persiapan matang dan tekad kuat untuk mengharumkan nama daerah.

Sebanyak tujuh atlet dari Wonogiri turut ambil bagian dalam kejuaraan ini. Dari jumlah tersebut, dua atlet berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih medali emas di kategori yang berbeda. Capaian ini menjadi bukti bahwa pembinaan atlet usia dini di Wonogiri berjalan dengan baik dan mampu bersaing di tingkat provinsi.

Medali emas pertama diraih oleh Latisya Inara Surya, siswi SD Negeri 7 Wonogiri. Ia tampil impresif pada kategori U10 putri jarak 10 meter. 

Dengan ketenangan dan konsistensi dalam setiap tembakan, Latisya berhasil mengungguli para pesaingnya dan mengamankan posisi juara pertama. Penampilannya yang stabil sejak babak awal hingga final menjadi kunci keberhasilannya meraih podium tertinggi.

Sementara itu, medali emas kedua disumbangkan oleh Aisyah Aulia Syifaunnisa, atlet muda berbakat dari MIN 2 Wonogiri. Ia turun pada kategori U13 putri jarak 20 meter dan menunjukkan performa yang tidak kalah luar biasa. 

Aisyah mampu menjaga fokus di tengah tekanan kompetisi, hingga akhirnya memastikan diri sebagai juara pertama di kategorinya.


Keberhasilan kedua atlet ini tidak lepas dari peran para pelatih yang telah mendampingi dan membina mereka dengan penuh dedikasi. Dua pelatih yang turut berkontribusi dalam pencapaian ini adalah Agus Purnomo dan Arief Wibowo. Keduanya dikenal konsisten dalam membangun mental, teknik, serta disiplin para atlet sejak usia dini.

Menurut Agus Purnomo, hasil ini merupakan buah dari latihan rutin dan kerja keras para atlet. Ia juga menyampaikan bahwa kejuaraan seperti ini sangat penting untuk mengasah pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan atlet di level yang lebih tinggi.

“Anak-anak sudah menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Ini bukan hanya soal menang, tetapi bagaimana mereka belajar menghadapi tekanan dan terus berkembang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Arief Wibowo yang menilai bahwa potensi atlet Wonogiri masih sangat besar untuk dikembangkan. Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi atlet lain untuk terus berlatih dan berprestasi.

(Motivasi Cahyospirit untuk pelajar, mahasiswa, UMKM dan Karyawan/Umum )

Keikutsertaan tujuh atlet Wonogiri dalam ajang ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan jangka panjang. Meski tidak semuanya meraih medali, pengalaman bertanding di tingkat provinsi menjadi bekal berharga untuk kompetisi selanjutnya.

Prestasi dua medali emas ini sekaligus memperkuat posisi Wonogiri sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar di cabang olahraga panahan. Dukungan dari sekolah, pelatih, serta orang tua menjadi faktor penting dalam mencetak atlet-atlet berprestasi sejak usia dini.

Dengan hasil ini, diharapkan para atlet Wonogiri semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan menargetkan prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat regional maupun nasional. Keberhasilan di Kudus menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih besar di masa depan.(Riyan /Pimred Cahyospirit)













Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar