IPSI Jawa Tengah Gelar Rakeprov 2026: Perkuat Konsolidasi Menuju "Road to Olympic" dan Sukses PON 2028
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh perwakilan dari 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah serta 10 Perguruan Anggota IPSI Jateng.
SEMARANG KMR – Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Tengah secara resmi menyelenggarakan Rapat Kerja Provinsi (Rakeprov) tahun 2026 yang bertempat di Hotel Grasia, Semarang, Sabtu (9/5). Pertemuan strategis ini dihadiri oleh perwakilan dari 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah serta 10 Perguruan Anggota IPSI Jateng.
Menyatukan Langkah dan Konsolidasi Organisasi
Ketua Umum IPSI Jawa Tengah, Hari Nuryanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa agenda utama Rakeprov kali ini adalah untuk menyatukan langkah dan memperkuat konsolidasi internal. Hal ini dipandang krusial guna menentukan arah program kerja organisasi ke depan agar lebih terukur dan berorientasi pada prestasi dunia.
"Rakeprov ini adalah momentum kita untuk merapatkan barisan. Kita tidak hanya bicara tentang rutinitas, tapi bagaimana kita mensukseskan visi besar Pencak Silat Road to Olympic. Jawa Tengah harus menjadi pilar utama dalam mewujudkan mimpi pencak silat di kancah olimpiade," ujar Hari Nuryanto.
Fokus Porprov 2026 dan Penjaringan Atlet Muda
Salah satu agenda besar yang dibahas adalah persiapan Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) 2026. IPSI Jateng memproyeksikan ajang ini sebagai kawah candradimuka untuk melahirkan bibit-bibit atlet muda yang lebih handal, tangguh, dan kompetitif.
Targetnya jelas: menghasilkan pendekar-pendekar berbakat yang siap diterjunkan dalam berbagai event skala nasional maupun internasional. Hal ini menjadi fondasi penting bagi IPSI Jateng dalam menatap PON 2028, di mana sinergi antar pengurus daerah dan perguruan sangat dibutuhkan agar grafik prestasi Jawa Tengah terus meningkat.
Cabor Prioritas KONI Jawa Tengah
Berkat torehan prestasi yang konsisten dan membanggakan di berbagai kejuaraan, KONI Jawa Tengah telah menetapkan Pencak Silat sebagai salah satu Cabang Olahraga (Cabor) Prioritas. Pengakuan ini menjadi suntikan motivasi sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh pengurus untuk terus menjaga marwah silat Jawa Tengah.
Keberagaman Sebagai Kekuatan
Menutup arahannya, Hari Nuryanto memberikan pesan menyentuh mengenai harmoni di dalam organisasi. Ia menekankan bahwa banyaknya perguruan yang tergabung di bawah naungan IPSI bukanlah sebuah sekat, melainkan kekayaan.
"Kita harus ingat bahwa keberagaman perguruan adalah penguat IPSI Jawa Tengah. Perbedaan latar belakang inilah yang membuat fondasi kita kokoh. Dengan sinergi dan kebersamaan, saya yakin prestasi kita akan semakin melesat," pungkasnya.(Weda /Pimred Cahyospirit)


