BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

PBL UNISBANK Semarang Dorong Pengembangan Desa Wisata dan UMKM di Desa Kepyar Wonogiri

Pelaksanaan kegiatan Project Based Learning (PBL) Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang

Purwantoro, Wonogiri KMR— Desa Kepyar, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan Project Based Learning (PBL) Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang pada Rabu, 30 September 2026. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat desa melalui pendampingan di bidang pariwisata, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pendidikan bagi generasi muda.

Program yang melibatkan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah bersama UNISBANK Semarang itu menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan potensi desa melalui proses pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga diterapkan secara langsung di tengah masyarakat.

Kehadiran program PBL di Desa Kepyar diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mendapatkan pendampingan yang dapat diterapkan untuk mengembangkan potensi ekonomi dan sosial yang telah dimiliki desa.

Sejumlah kegiatan disiapkan dalam program tersebut dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat. Salah satu fokus utama adalah penguatan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan pengemasan produk atau packaging serta pemanfaatan teknologi digital untuk kegiatan pemasaran.



Pengemasan menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan produk UMKM. Produk yang memiliki kualitas baik perlu didukung tampilan yang menarik, informasi produk yang jelas, serta kemasan yang mampu memberikan nilai tambah di mata konsumen.

Melalui pendampingan tersebut, pelaku UMKM di Desa Kepyar diharapkan dapat memahami pentingnya kemasan sebagai bagian dari strategi pemasaran. Tidak hanya berfungsi untuk melindungi produk, kemasan juga dapat menjadi sarana untuk membangun identitas dan karakter sebuah produk lokal.

Selain persoalan kemasan, masyarakat juga mendapatkan wawasan mengenai pemasaran berbasis digital. Perkembangan teknologi memberikan peluang bagi pelaku usaha di desa untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen yang lebih luas tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pemasaran secara konvensional.

Pemanfaatan media digital dapat menjadi salah satu alternatif bagi pelaku UMKM untuk membangun jangkauan pasar. Dengan strategi pemasaran yang tepat, produk-produk lokal Desa Kepyar berpeluang diperkenalkan tidak hanya kepada masyarakat sekitar, tetapi juga kepada konsumen dari luar daerah.

Pendampingan tersebut menjadi semakin relevan seiring dengan perubahan pola konsumen yang semakin banyak memanfaatkan platform digital untuk mencari informasi dan melakukan pembelian berbagai produk.

Selain pemasaran, aspek legalitas usaha juga menjadi bagian dari materi pendampingan. Legalitas merupakan salah satu unsur penting dalam membangun usaha yang lebih tertata dan memiliki kepastian administrasi.

Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM mendapatkan pendampingan terkait pemahaman mengenai legalitas usaha serta proses yang diperlukan untuk mengembangkan kegiatan bisnis secara lebih formal.

Program juga memberikan perhatian terhadap akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pengetahuan mengenai pembiayaan usaha diharapkan dapat membantu masyarakat memahami alternatif sumber permodalan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha.

Pendampingan semacam ini diperlukan agar pelaku UMKM tidak hanya berorientasi pada peningkatan penjualan, tetapi juga mampu mengelola usaha secara lebih terencana, mulai dari aspek administrasi, pengembangan produk hingga kebutuhan modal.

Dengan semakin baiknya pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan usaha, diharapkan UMKM di Desa Kepyar dapat tumbuh secara bertahap dan memiliki kemampuan untuk menghadapi perubahan kebutuhan pasar.

Sektor pariwisata juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan PBL di Desa Kepyar. Pengembangan desa wisata tidak hanya berkaitan dengan keberadaan objek atau potensi wisata, tetapi juga menyangkut kesiapan masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung.

Karena itu, salah satu materi yang diberikan adalah bimbingan hospitality atau pelayanan dalam pengembangan desa wisata.

Materi tersebut menjadi penting karena interaksi antara masyarakat dan wisatawan merupakan bagian dari pengalaman yang diperoleh pengunjung ketika datang ke suatu destinasi. Keramahan, komunikasi, kebersihan, kenyamanan, serta kemampuan memberikan informasi menjadi beberapa unsur yang dapat mendukung pengelolaan desa wisata.

Melalui pendampingan hospitality, masyarakat diharapkan memiliki pemahaman mengenai standar pelayanan yang dapat diterapkan sesuai dengan karakter dan kemampuan desa.

Pengembangan desa wisata juga diharapkan dapat dilakukan dengan tetap mengedepankan potensi lokal. Keunikan lingkungan, kehidupan masyarakat, produk UMKM, budaya, maupun berbagai potensi lain yang dimiliki Desa Kepyar dapat menjadi bagian dari upaya membangun daya tarik wisata.

Dengan demikian, pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Tidak hanya menyasar sektor ekonomi dan pariwisata, kegiatan PBL UNISBANK Semarang juga memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan.

Anak-anak sekolah di Desa Kepyar mendapatkan pendampingan melalui berbagai kegiatan edukatif. Selain itu, disiapkan pula seminar mengenai karier dan motivasi yang bertujuan memberikan tambahan wawasan kepada generasi muda mengenai pendidikan dan masa depan.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengenal lebih banyak pilihan dan peluang yang dapat mereka persiapkan sejak dini. Pengetahuan mengenai pendidikan, pengembangan kemampuan diri, serta perencanaan karier menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman.

Pendampingan pendidikan juga diharapkan dapat membangun motivasi belajar serta mendorong anak-anak desa untuk memiliki cita-cita dan tujuan yang lebih terarah.

Generasi muda memiliki posisi penting dalam keberlanjutan pembangunan desa. Mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi pada masa mendatang dapat menjadi bagian dari sumber daya manusia yang menggerakkan berbagai sektor di daerahnya.

Pelaksanaan PBL di Desa Kepyar memperlihatkan adanya keterkaitan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek, mahasiswa dan perguruan tinggi dapat terlibat secara langsung dalam persoalan serta potensi yang ada di lingkungan masyarakat.

Kolaborasi antara BPSDMD Provinsi Jawa Tengah dan UNISBANK Semarang tersebut juga menunjukkan pentingnya kerja sama berbagai pihak dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di tingkat desa.

Pendekatan pemberdayaan menjadi salah satu unsur penting dalam program tersebut. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima program, tetapi juga diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan sehari-hari.

Keberhasilan program pada akhirnya tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan pendampingan, tetapi juga dari sejauh mana pengetahuan tersebut dapat diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat setelah program selesai.

Desa Kepyar memiliki peluang untuk terus mengembangkan potensi lokal melalui penguatan berbagai sektor secara bersamaan. Pariwisata, UMKM, dan pendidikan dapat menjadi bagian yang saling mendukung dalam membangun kemandirian masyarakat.

Produk UMKM dapat menjadi bagian dari daya tarik desa wisata. Di sisi lain, berkembangnya aktivitas wisata dapat membuka peluang pemasaran bagi produk-produk masyarakat. Jika dikelola secara terintegrasi, kedua sektor tersebut dapat menciptakan aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas bagi warga.

Sementara itu, penguatan pendidikan dan kualitas generasi muda menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan pembangunan desa.

Melalui pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dalam kegiatan PBL, masyarakat diharapkan mampu melihat potensi yang ada di sekitarnya sebagai peluang yang dapat dikembangkan.

Pendekatan tersebut juga dapat mendorong munculnya inovasi baru, baik dalam pengelolaan usaha, pemasaran produk, pelayanan wisata maupun kegiatan pendidikan.

Pelaksanaan Project Based Learning di Desa Kepyar menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Program pendampingan yang dilakukan diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk melanjutkan berbagai upaya pengembangan secara mandiri.

Bagi pelaku UMKM, peningkatan kemampuan dalam pengemasan, pemasaran digital, legalitas, dan akses pembiayaan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha. Sementara bagi pengelola dan masyarakat yang terlibat dalam sektor pariwisata, pemahaman mengenai hospitality dapat mendukung terciptanya pelayanan yang lebih baik bagi wisatawan.

Di bidang pendidikan, pendampingan serta seminar karier dapat memberikan wawasan tambahan kepada anak-anak sekolah mengenai pentingnya pendidikan dan persiapan masa depan.

Pada akhirnya, pengembangan Desa Kepyar membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, pelaku usaha hingga generasi muda. Sinergi tersebut menjadi salah satu modal penting untuk mengoptimalkan potensi desa.

Dengan adanya kegiatan PBL UNISBANK Semarang bersama BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Desa Kepyar diharapkan dapat terus memperkuat potensi yang dimiliki. Pengembangan desa wisata, peningkatan kapasitas UMKM, serta penguatan pendidikan generasi muda dapat berjalan beriringan sebagai bagian dari upaya membangun desa yang lebih mandiri dan produktif.

Program tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa potensi desa dapat dikembangkan melalui kombinasi antara pengetahuan, pendampingan, kreativitas, dan keterlibatan aktif masyarakat. Jika dilakukan secara berkelanjutan, berbagai potensi lokal Desa Kepyar dapat menjadi kekuatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.(Riyan /Pimred Cahyospirit)
















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar