BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

Forum Keswa Gunungsari Dapat Angin Segar, PPS Taruna Yodha Siap Jalin Kolaborasi untuk Pemulihan ODDP

Forum Keswa Gunungsari membuka peluang kerja sama dengan PPS Taruna Yodha Sukoharjo, yang membawahi Panti Estitomo Wonogiri dan RPSDM Hestining Budi Klaten, bersama Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri serta sejumlah pihak terkait.

Jatisrono , Wonogiri KMR– Upaya Forum Kesehatan Jiwa (Keswa) Desa Gunungsari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, dalam mendampingi Orang dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) mendapat dukungan baru.

 Melalui Diskusi Kelompok Terarah (FGD) yang digelar pada Kamis (15/10/2026), Forum Keswa Gunungsari membuka peluang kerja sama dengan PPS Taruna Yodha Sukoharjo, yang membawahi Panti Estitomo Wonogiri dan RPSDM Hestining Budi Klaten, bersama Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri serta sejumlah pihak terkait.



Pertemuan yang mengangkat tema Kesiapan Keluarga, Lingkungan, dan Dukungan Lintas Sektor tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat.

 Tidak hanya membahas penanganan ODDP, diskusi juga menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi mereka yang telah pulih atau berada dalam kondisi stabil agar dapat kembali menjalani kehidupan secara mandiri dan produktif.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan PPS Taruna Yodha Sukoharjo, Sentra RS Dr. Soeharso Solo, Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri, Panti Estitomo Wonogiri, serta unsur pemerintah dan tenaga kesehatan setempat.


Kepala Desa Gunungsari sekaligus Pembina Forum Keswa, Sudiyono, menyambut hangat kedatangan rombongan yang dipimpin langsung oleh Kepala PPS Taruna Yodha Sukoharjo, Umi. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta peluang kerja sama yang diberikan kepada Forum Keswa Gunungsari.

Dalam sambutannya, Sudiyono mengisahkan perjalanan terbentuknya Forum Keswa yang berawal dari pengalaman para relawan Jogo Tonggo saat pandemi COVID-19 pada 2020, kemudian berkembang menjadi gerakan sosial yang lebih terarah sejak 2022.

Saat pandemi melanda, para relawan menghadapi situasi yang tidak mudah. Di tengah ketakutan masyarakat terhadap penularan penyakit, mereka tetap menjalankan tugas kemanusiaan, mulai dari membantu warga terdampak hingga mengurus pemulasaraan dan pemakaman jenazah, bahkan melintasi wilayah kecamatan tanpa mengenal waktu.

Pengalaman tersebut menumbuhkan kesadaran bahwa semangat kerelawanan perlu terus dijaga dan diarahkan untuk menjawab persoalan sosial lainnya. Dari pemikiran itulah Forum Keswa Gunungsari dibentuk, dengan perhatian khusus pada pendampingan saudara-saudara yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

“Semangat kami sederhana, yaitu memanusiakan manusia. Mereka yang mengalami gangguan kesehatan jiwa juga memiliki hak untuk mendapatkan perhatian, pendampingan, dan kesempatan menjalani kehidupan yang lebih baik,” demikian pesan yang tercermin dari perjalanan Forum Keswa Gunungsari.

Camat Jatisrono, Danang Sugiatmoko, S.ST., M.M., memberikan apresiasi terhadap kiprah Forum Keswa Gunungsari yang dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan sosial yang dilakukan para relawan bahkan telah menjangkau wilayah di luar Desa Gunungsari.

Ia menilai, persoalan kesehatan jiwa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena penanganannya tidak dapat dibebankan kepada relawan atau tenaga kesehatan semata.

Kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, puskesmas, dinas sosial, lembaga rehabilitasi, keluarga, dan masyarakat menjadi kebutuhan penting untuk memastikan pendampingan berjalan secara berkelanjutan.

Danang juga menyoroti perlunya dukungan sarana, prasarana, dan prosedur penanganan yang aman ketika relawan menghadapi ODDP dalam kondisi krisis atau mengalami agitasi berat. Penanganan situasi tersebut memerlukan keterampilan khusus, peralatan yang sesuai, serta koordinasi dengan tenaga kesehatan agar keselamatan dan martabat individu tetap terjaga.

Kepala UPTD Puskesmas 1 Jatisrono, dr. Arif, turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi Forum Keswa dalam mendukung pelayanan kesehatan jiwa di wilayahnya.

Menurutnya, keberadaan para relawan sangat membantu tenaga kesehatan, terutama dalam kegiatan evakuasi, kunjungan rumah, serta pendampingan ODDP setelah kembali dari rumah sakit jiwa maupun lembaga rehabilitasi.

Dika, penanggung jawab program kesehatan jiwa di Puskesmas 1 Jatisrono, menjelaskan bahwa tim Forum Keswa selama ini berupaya selalu siap ketika dibutuhkan, termasuk dalam situasi yang berlangsung di luar jam kerja.

Namun, ia mengakui bahwa penanganan di lapangan masih menghadapi keterbatasan, terutama terkait peralatan pendukung. Dalam kondisi tertentu, relawan masih mengandalkan keberanian dan perlengkapan sederhana.

Karena itu, dukungan peralatan yang lebih memadai dan aman menjadi salah satu kebutuhan mendesak. Dr. Arif menyatakan akan mengupayakan sarana pendukung yang lebih manusiawi untuk membantu penanganan kondisi krisis.

Ia juga mengingatkan para relawan agar selalu mengutamakan keselamatan dalam bertugas. Sementara itu, bagi ODDP yang telah pulih atau kondisinya stabil, kepatuhan menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan tetap perlu diperhatikan.

Kepala PPS Taruna Yodha Sukoharjo, Umi, mengungkapkan ketertarikannya terhadap kiprah Forum Keswa Gunungsari setelah mendengar adanya kelompok relawan desa yang secara konsisten mendampingi ODDP, tidak hanya di wilayah sendiri, tetapi juga di luar kecamatan.

Rasa ingin tahu tersebut mendorongnya untuk bertemu langsung dengan para penggerak Forum Keswa dan menjajaki kemungkinan kerja sama. Pertemuan pada Kamis itu menjadi pertemuan kedua, sekaligus kesempatan untuk mendengar secara langsung kebutuhan para penerima manfaat yang telah pulih atau berada dalam kondisi stabil.

Dalam kesempatan tersebut, Umi berdialog dengan para penerima manfaat untuk mengetahui bentuk dukungan yang paling sesuai dengan kebutuhan, minat, serta kemampuan masing-masing individu dan keluarganya.

Hasil diskusi menunjukkan adanya sejumlah usulan bantuan produktif, antara lain usaha ternak kambing, ternak ayam, pengembangan UMKM, dan pengadaan mesin jahit.

Pilihan tersebut diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi penerima manfaat untuk mengembangkan keterampilan, memperoleh kegiatan yang produktif, serta membangun kemandirian ekonomi dengan dukungan keluarga dan lingkungan.

Meski demikian, bentuk dan realisasi bantuan tetap memerlukan tindak lanjut, termasuk pendataan kebutuhan, dokumentasi kondisi rumah penerima manfaat, serta penyesuaian program dengan kemampuan dan potensi masing-masing keluarga.

Diskusi yang dimoderatori langsung oleh Camat Jatisrono, Danang Sugiatmoko, S.ST., M.M., juga menghadirkan Rina dari Sentra RS Dr. Soeharso Solo dan dr. Arif dari Puskesmas 1 Jatisrono.

Rina menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang bersedia terlibat dalam kegiatan kemanusiaan dan mendampingi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Ia juga meminta Forum Keswa mendokumentasikan kondisi rumah para penerima manfaat yang akan diusulkan untuk mendapatkan bantuan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi kebutuhan secara lebih konkret agar dukungan yang diberikan nantinya sesuai dengan kondisi penerima manfaat.

Sementara itu, Umi kembali menegaskan pentingnya mendengarkan keinginan para penerima manfaat. Bantuan tidak semestinya diberikan secara seragam, melainkan perlu mempertimbangkan minat, kemampuan, dukungan keluarga, dan peluang keberlanjutan usaha.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat program pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mampu membuka kesempatan bagi penerima manfaat untuk kembali berperan aktif di tengah masyarakat.

Pertemuan ini menjadi angin segar bagi Forum Keswa Desa Gunungsari yang selama ini bergerak dengan semangat kerelawanan. Peluang kolaborasi lintas sektor membuka harapan bagi penguatan layanan pendampingan, peningkatan kapasitas relawan, dukungan sarana penanganan, serta pemberdayaan ekonomi bagi ODDP yang telah pulih atau stabil.

Lebih dari sekadar pertemuan antarlembaga, FGD tersebut mengingatkan bahwa pemulihan kesehatan jiwa membutuhkan lingkungan yang menerima, keluarga yang mendukung, tenaga kesehatan yang mendampingi, serta masyarakat yang tidak memberikan stigma.

Forum Keswa Gunungsari telah menunjukkan bahwa kepedulian dapat tumbuh dari pengalaman dan keberanian warga untuk hadir bagi sesama. Dengan dukungan berbagai pihak, gerakan tersebut diharapkan semakin kuat dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.(Krm /Pimred Cahyospirit)
















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar