Geger! Kandang Kambing di Tirtomoyo Wonogiri Dilalap Api, 31 Ekor Kambing Mati Terpanggang
Tirtomoyo, Wonogiri KMR– Warga Dusun Towo, RT 01/RW 06, Desa Sidorejo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, digegerkan oleh kebakaran hebat yang melanda kandang kambing milik Nurgiyanto (60), Senin malam (12/10).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB itu mengakibatkan puluhan kambing mati terpanggang dan bangunan dapur milik korban ikut dilalap api.
Kandang berukuran sekitar 8 x 30 meter tersebut hangus terbakar dalam waktu singkat. Dari total 35 ekor kambing jenis Peranakan Etawa (PE) yang dipelihara korban, hanya empat ekor yang berhasil diselamatkan. Sementara itu, 31 ekor lainnya ditemukan mati akibat terjebak kobaran api.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian Nurgiyanto diketahui memiliki kebiasaan membakar sisa rumput yang tidak termakan oleh kambing pada pagi hari. Namun, penyebab pasti kebakaran yang terjadi pada malam hari tersebut masih belum dapat dipastikan.
Saat kebakaran berlangsung, Nurgiyanto sedang berada di rumah tetangganya yang tengah menggelar acara kenduri. Istrinya, Krisdiana, menjadi orang pertama yang mengetahui adanya kobaran api di sekitar kandang.
Api dengan cepat membesar hingga mengepung seluruh bangunan kandang. Hanya dalam waktu sekitar 10 menit, kobaran api sudah melahap hampir seluruh bagian bangunan sehingga upaya penyelamatan ternak menjadi sangat sulit dilakukan.
Kebakaran tidak hanya menghanguskan kandang. Kobaran api juga merambat ke bagian dapur rumah korban. Akibatnya, seluruh isi dapur turut terbakar.
Warga bersama relawan di wilayah Tirtomoyo dan personel Polsek Tirtomoyo berupaya memadamkan api agar tidak semakin meluas. Namun, upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan peralatan, sulitnya mendapatkan sumber air, hingga embusan angin yang cukup kencang.
Kondisi tersebut membuat api sulit dikendalikan. Setelah berjibaku selama kurang lebih tiga jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan.
Meski demikian, besarnya api menyebabkan sebagian besar kandang beserta ternak di dalamnya tidak dapat diselamatkan.
Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Nurgiyanto. Selain kehilangan puluhan kambing yang selama ini dipelihara, korban juga harus menghadapi kerusakan bangunan kandang dan dapur yang terbakar.
Krisdiana, istri korban, dilaporkan masih mengalami syok setelah menjadi orang pertama yang mengetahui kebakaran tersebut.
Hingga berita ini disusun, nilai kerugian material akibat kebakaran belum dapat dipastikan. Penyebab pasti munculnya api juga masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.(Yayok /Pimpred Cahyospirit)
.





.jpg)











