BPPMP Provinsi Jawa Tengah Dampingi Penguatan Program Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Wonogiri
Wonogiri KMR— Upaya memperkuat Program Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (PP ATS) di Kabupaten Wonogiri terus dilakukan melalui pendampingan oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPPMP) Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan pendampingan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 15 Oktober 2026, bertempat di Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat strategi dan koordinasi dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), sekaligus mendorong agar anak-anak yang belum atau tidak lagi mengakses pendidikan dapat kembali memperoleh layanan pendidikan sesuai dengan kondisi, kebutuhan, dan potensi masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, Heru Djoko Walojo, S.Pd., dari BPPMP Provinsi Jawa Tengah menyampaikan strategi penjangkauan anak putus sekolah agar bersedia kembali melanjutkan pendidikan. Anak-anak yang menjadi sasaran program diharapkan dapat difasilitasi untuk kembali ke sekolah formal atau mengikuti pendidikan nonformal melalui Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Menurutnya, upaya mengembalikan anak ke dunia pendidikan memerlukan pendekatan yang tepat, persuasif, dan berkelanjutan. Selain melakukan pendataan, diperlukan strategi untuk memahami kondisi serta kendala yang dihadapi setiap anak, sehingga solusi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.
Sementara itu, Estaria Rini Pudyastuti, S.KM., M.M., menyampaikan bahwa upaya penanganan ATS di Kabupaten Wonogiri telah dilakukan melalui diskusi dan koordinasi bersama penilik, kepala SPNF SKB, serta kepala PKBM. Koordinasi tersebut diarahkan untuk mendata anak-anak tidak sekolah di wilayah binaan masing-masing, menelusuri penyebab mereka tidak bersekolah, serta menyusun langkah tindak lanjut agar mereka dapat kembali melanjutkan pendidikan.
Anys Susilo Nugroho, M.Pd., menekankan pentingnya praktik baik yang dikembangkan oleh SPNF SKB dan PKBM dalam menarik minat anak untuk kembali belajar. Melalui pembelajaran yang menarik, pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan warga belajar, serta suasana belajar yang mendukung, lembaga pendidikan nonformal diharapkan mampu menjadi pilihan yang memberikan harapan dan kesempatan baru bagi anak-anak yang tidak lagi bersekolah.
Adapun Rita Nurhidayati, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya kerja sama antara SPNF SKB dan PKBM dengan pemerintah desa maupun kelurahan dalam pelaksanaan pendataan ATS. Kolaborasi ini diperlukan agar anak-anak yang belum mengakses pendidikan dapat teridentifikasi secara lebih akurat, termasuk mereka yang membutuhkan pendampingan khusus untuk kembali bersekolah.
Pendataan yang akurat dan mutakhir menjadi salah satu fondasi utama keberhasilan program PP ATS. Data tersebut perlu ditindaklanjuti melalui verifikasi dan validasi untuk memastikan status pendidikan anak, kondisi terkini, serta faktor-faktor yang menyebabkan mereka tidak bersekolah. Dengan demikian, program penanganan dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.
Selain pendataan, keberhasilan program PP ATS juga ditentukan oleh sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, penilik, SPNF SKB, PKBM, pemerintah desa atau kelurahan, keluarga, dan masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan mampu mengatasi beragam kendala yang menyebabkan anak tidak sekolah, baik yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, keluarga, sosial, maupun akses terhadap layanan pendidikan.
Melalui pendampingan BPPMP Provinsi Jawa Tengah ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan program PP ATS, mulai dari pendataan, penjangkauan, pendampingan, hingga fasilitasi pengembalian anak ke layanan pendidikan. Pemanfaatan data yang tepat, penerapan praktik baik, serta koordinasi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar.
Komitmen bersama tersebut diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan penanganan Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Wonogiri. Dengan kerja sama yang berkesinambungan antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat, cita-cita mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan dapat semakin mendekati kenyataan.
Tidak ada anak yang boleh kehilangan kesempatan untuk belajar. Melalui penguatan program PP ATS, Kabupaten Wonogiri terus berupaya membuka kembali jalan pendidikan bagi setiap anak demi masa depan yang lebih baik.(Rit/Pimred Cahyospirit)



.jpg)











