BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

KUB Citra 99 Anjun Buka Tabir Peran di Balik Edukasi Keramik Tembikar

Kelompok yang digawangi Jajang Junaedi itu kini memiliki sekitar 40 anggota dan seluruh anggota merupakan warga Desa Anjun yang bergerak di bidang kerajinan keramik dan tembikar.

PURWAKARTA KMR - Kelompok Usaha Bersama (KUB) Citra 99 Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, selama ini menjadi salah satu wadah bagi para pelaku usaha dan pengrajin keramik tembikar di wilayah tersebut.

Kelompok yang digawangi Jajang Junaedi itu kini memiliki sekitar 40 anggota. Seluruh anggota merupakan warga Desa Anjun yang bergerak di bidang kerajinan keramik dan tembikar.

KUB Citra 99 telah berdiri sekitar empat tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 90 persen anggotanya hingga kini masih aktif menjalankan kegiatan pembuatan kerajinan tembikar.

Keberadaan KUB Citra 99 sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertahankan budaya dan keterampilan kerajinan tembikar yang telah lama menjadi identitas masyarakat Desa Anjun dan kawasan Plered.

Belakangan, aktivitas kunjungan berbagai kalangan ke UPTD Litbang Keramik Plered kerap menjadi perhatian masyarakat. Kunjungan tersebut datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak PAUD, TK, SD, SMP, SMK atau sederajat, mahasiswa, hingga masyarakat umum, lembaga, yayasan dan instansi.

Menurut Jajang Junaedi, dalam kegiatan tersebut KUB Citra 99 memiliki keterlibatan sebagai kelompok pengrajin yang menjadi bagian dari ekosistem edukasi dan pengembangan kerajinan tembikar.

Sementara itu, UPTD Litbang Keramik Plered menjadi salah satu partner KUB Citra 99, terutama dalam penyediaan sarana untuk latihan, pembelajaran, serta pengembangan keterampilan di bidang keramik dan tembikar.

"Selama ini memang banyak pertanyaan mengenai keterlibatan Litbang dengan kunjungan-kunjungan yang sering datang. Pada dasarnya, kami sebagai pengrajin memiliki peran dalam memberikan edukasi dan pengetahuan mengenai proses pembuatan keramik tembikar," ujar Jajang.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar kunjungan wisata, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan proses pembuatan kerajinan tembikar kepada generasi muda dan masyarakat luas.

Beranggotakan Pengrajin dari Desa Anjun Ke-40 anggota KUB Citra 99 tersebar di berbagai wilayah Desa Anjun. Namun, dalam pelaksanaannya, tidak seluruh anggota selalu dapat terlibat secara maksimal dalam setiap kegiatan.

Pengurus berharap keberadaan KUB dapat memberikan warna baru bagi perkembangan kerajinan tembikar di Desa Anjun.

"Harapan kami, dari 40 anggota ini semuanya mampu memberikan warna baru terhadap keramik tembikar di Anjun. Tetapi dalam pelaksanaannya memang masih ada yang hanya ikut-ikutan," kata Jajang.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para pengurus dan anggota yang masih aktif menjalankan usaha kerajinan.

Bagi KUB Citra 99, keberadaan pengrajin aktif merupakan modal penting untuk menjaga keberlangsungan tradisi pembuatan tembikar di tengah perubahan zaman dan semakin beragamnya pilihan usaha masyarakat.

Keberadaan KUB Citra 99 ternyata tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan produksi kerajinan.

Kelompok tersebut juga berupaya memberikan kontribusi kepada masyarakat Desa Anjun, terutama ketika terdapat momentum hari besar keagamaan dan kegiatan sosial.

Di antaranya pada momentum Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi Muhammad SAW, serta berbagai kegiatan lainnya. KUB memberikan bantuan maupun sumbangsih yang bersumber dari kegiatan dan hasil kunjungan yang dilakukan.

Jajang mengatakan, kontribusi tersebut sebenarnya cukup besar, namun selama ini tidak selalu diketahui masyarakat luas.

"Besarnya andil KUB ini sebenarnya ada, cuma tidak diekspose. Karena yang terlihat di permukaan selama ini UPTD Litbang dan juga koperasinya," ujar Jajang sambil tersenyum.

Seiring semakin banyaknya permintaan kunjungan dari berbagai kalangan, KUB Citra 99 kini menyatakan kesiapannya untuk membuka diri lebih luas.

Menurut Jajang, masyarakat maupun lembaga yang ingin mengetahui proses dan pengetahuan mengenai kerajinan keramik tembikar dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai sarana edukasi.

"Seiring dengan banyaknya permintaan terkait kunjungan, kami selaku Kelompok Usaha Bersama membuka diri untuk memberikan apa yang kami punya tentang pengetahuan di bidang keramik tembikar, siapapun itu," tegas Jajang.

Bahkan, untuk masyarakat dari dalam kota maupun masih berada di wilayah Kabupaten Purwakarta, KUB Citra 99 menyatakan dapat memberikan toleransi dalam paket kunjungan yang ditawarkan.

Hal itu, kata Jajang, merupakan bagian dari komitmen KUB untuk ikut memperkenalkan dan melestarikan budaya pembuatan keramik tembikar kepada masyarakat.

"Tugas kita adalah memberikan edukasi tentang budaya pembuatan keramik tembikar," katanya.


Khawatir Budaya Tembikar Semakin Ditinggalkan

Di tengah perkembangan zaman, keberlangsungan kerajinan tembikar di Anjun menghadapi tantangan tersendiri. Sebagian masyarakat, khususnya generasi muda, mulai beralih ke bidang usaha lain yang dianggap lebih menjanjikan.

Karena itu, pengurus KUB Citra 99 berharap semakin banyak pihak yang peduli terhadap keberadaan kerajinan tembikar sebagai bagian dari budaya dan identitas masyarakat Desa Anjun.

"Kami berharap di Anjun semakin banyak yang peduli dengan budaya keramik ini, karena sekarang sudah banyak yang beralih usaha ke usaha yang lain," ungkap Jajang.

Salah seorang anggota KUB Citra 99 menambahkan, pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak. Masyarakat setempat juga memiliki peran penting dalam menjaga keberadaan kerajinan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Anjun.

"Kalau bukan kita yang mencintai budaya kita, siapa lagi," ujarnya.

Pada akhirnya, KUB Citra 99 berharap masyarakat dapat melihat sebuah informasi secara utuh sebelum mempercayai berbagai kabar atau rumor yang beredar.

"Pada dasarnya jangan terlalu percaya dengan rumor sebelum tahu kebenarannya."

Keberadaan KUB Citra 99 menjadi gambaran bahwa di balik aktivitas kunjungan edukasi keramik di Anjun, terdapat para pengrajin lokal yang terus berupaya mempertahankan keterampilan, membuka ruang pembelajaran bagi masyarakat, sekaligus menjaga agar warisan kerajinan tembikar tidak hilang ditelan zaman.(M.Sasmita ( Ragil )/edi k/Pimpred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar