BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

RATUSAN WARGA MERIAHKAN RASULAN RW 07 KERON LOR, WUJUD SYUKUR DAN KEBERSAMAAN MASYARAKAT

Tradisi Rasulan atau Bersih Desa kembali 

Wonogiri KMR – Tradisi Rasulan atau Bersih Desa kembali digelar dengan penuh khidmat dan semarak oleh masyarakat RW 07 Keron Lor, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri,Kamis 11 Juni 2026.

Mengusung tema "Nyawiji ing Rasa, Kanthi Bersih Desa Kita Jaga Karaharjaning Bebrayan", kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan warga sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas berbagai nikmat dan anugerah yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

Rangkaian kegiatan Rasulan diawali dengan kerja bakti membersihkan lingkungan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Sejak pagi hari, warga bergotong royong membersihkan jalan kampung, fasilitas umum, serta area sekitar lingkungan permukiman. 

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial antarwarga.


Memasuki malam hari, suasana religius menyelimuti wilayah Keron Lor. Setelah salat Maghrib, masyarakat mengikuti pengajian dan doa bersama yang dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan. Dalam kegiatan tersebut, warga memanjatkan doa demi keselamatan, kesehatan, keberkahan rezeki, serta kemajuan lingkungan Keron Lor dan Kelurahan Wuryorejo pada umumnya.

Puncak acara berlangsung di kediaman Ketua RW 07, Bapak Haryanto, dengan penyelenggaraan Suko Parisuko Lelangen Budhaya Campursari Yuda Music. Grup Campursari Yuda Music yang juga berasal dari Keron Lor tampil menghibur masyarakat dengan sajian musik tradisional yang dikemas secara menarik dan mampu membangkitkan suasana kebersamaan.

Acara tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Sekitar 300 warga hadir memenuhi lokasi kegiatan sejak awal hingga akhir acara. Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi, bahkan banyak warga yang tetap bertahan menikmati rangkaian hiburan hingga acara berakhir sekitar pukul 00.00 WIB.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Wuryorejo, Ibu Theresia Sri Sundari, S.Pd., M.M., beserta jajaran perangkat kelurahan.

 Kehadiran para tokoh pemerintahan semakin menambah semarak dan makna acara sebagai wujud dukungan terhadap pelestarian tradisi budaya masyarakat.

Selain itu, dua mantan Lurah Wuryorejo juga tampak hadir dan berbaur bersama warga, yakni Bapak Rahardi, S.Sos., M.M. dan Ibu Gunarti Subur, S.E., M.M. Acara juga dihadiri para Ketua RT, Ketua RW, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari wilayah sekitar, antara lain lingkungan Blimbing dan Pakis.

Ketua Panitia Rasulan, Bapak Warino, menyampaikan bahwa kegiatan Bersih Desa merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas segala karunia yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan sarana untuk menjaga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan keharmonisan sosial yang telah diwariskan oleh para leluhur.

"Melalui kegiatan Rasulan ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Tuhan. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antarwarga sehingga tercipta lingkungan yang rukun, aman, dan sejahtera," ujar Warino.

Tema yang diangkat tahun ini, "Nyawiji ing Rasa, Kanthi Bersih Desa Kita Jaga Karaharjaning Bebrayan", memiliki makna mendalam, yaitu ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bersatu dalam pikiran, perasaan, dan tindakan demi menjaga kesejahteraan bersama. Semangat persatuan tersebut tercermin dalam seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kekeluargaan.

Pelaksanaan Rasulan RW 07 Keron Lor menjadi bukti bahwa tradisi budaya lokal masih memiliki tempat yang kuat di tengah kehidupan masyarakat modern. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkokoh hubungan sosial antarwarga serta mempererat sinergi antara masyarakat dan pemerintah.

Dengan terselenggaranya kegiatan Rasulan tahun ini, masyarakat Keron Lor berharap nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur dapat terus terjaga serta menjadi fondasi dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis, sejahtera, dan penuh keberkahan.(Ari S /Pimred Cahyospirit)





















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar