BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

LOKAKARYA MINI LINTAS SEKTOR PUSKESMAS TIRTOMOYO 1: MEMPERKUAT SINERGI DAN MENYATUKAN PERSEPSI DALAM PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT

 

UPTD Puskesmas Tirtomoyo 1 menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan II Tahun 2026

Tirtomoyo, Wonogiri KMR– Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, UPTD Puskesmas Tirtomoyo 1 menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan II Tahun 2026 pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di wilayah kerja Puskesmas Tirtomoyo 1 ini menjadi forum strategis untuk menyatukan persepsi, mengevaluasi capaian program kesehatan, serta merumuskan langkah-langkah tindak lanjut guna mengatasi berbagai tantangan kesehatan masyarakat.

Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, UPTD Puskesmas Tirtomoyo 1 memiliki wilayah kerja yang mencakup tujuh desa dan dua kelurahan di Kecamatan Tirtomoyo. Dengan cakupan wilayah yang cukup luas dan beragam karakteristik masyarakat, diperlukan koordinasi yang kuat antara sektor kesehatan dan berbagai unsur pemerintahan serta masyarakat guna memastikan program-program kesehatan dapat berjalan secara optimal.

Lokakarya Mini Lintas Sektor merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Kegiatan ini menjadi sarana penting untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kesehatan pada triwulan sebelumnya, memantau perkembangan capaian layanan kesehatan, serta menyusun strategi dan rencana tindak lanjut yang diperlukan dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan di masyarakat.

Melalui forum ini, berbagai pihak dapat bersama-sama meninjau hasil pelaksanaan program kesehatan, mengidentifikasi hambatan yang terjadi di lapangan, sekaligus merumuskan solusi yang tepat dan terukur. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat koordinasi dan komitmen bersama antara tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, unsur keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta berbagai pihak terkait lainnya.

Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas seluruh staf Puskesmas Tirtomoyo 1, unsur Forkopimcam, kepala desa dan lurah se-Kecamatan Tirtomoyo, kader kesehatan, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan tingginya komitmen lintas sektor dalam mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.

Fokus utama pembahasan dalam lokakarya kali ini meliputi penguatan dukungan masyarakat terhadap berbagai program kesehatan prioritas, terutama percepatan penurunan angka stunting, pencegahan dan pengendalian penyakit menular maupun tidak menular, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan promotif dan preventif di bidang kesehatan.

Dalam sambutannya, Camat Tirtomoyo yang mewakili unsur Forkopimcam menyampaikan apresiasi kepada jajaran Puskesmas Tirtomoyo 1 yang secara konsisten menyelenggarakan Lokakarya Mini Lintas Sektor setiap triwulan. Menurutnya, forum tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam membangun kerja sama tim yang solid, meningkatkan koordinasi antarinstansi, serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mendukung program-program kesehatan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, sinergi yang terbangun melalui forum lokakarya ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian berbagai target program pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten.

Beberapa program prioritas yang menjadi perhatian bersama antara lain pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG), percepatan penurunan angka stunting, serta penanganan penyakit menular dan penyakit tidak menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat saat ini.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Tirtomoyo 1, Alba Shibghatulloh Azizi, dalam paparannya menyampaikan berbagai capaian program kesehatan yang telah dilaksanakan selama Triwulan II Tahun 2026. Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Tirtomoyo 1.

Dijelaskan bahwa jumlah sasaran program CKG di wilayah kerja Puskesmas Tirtomoyo 1 mencapai 34.285 jiwa. Hingga Triwulan II Tahun 2026, jumlah masyarakat yang telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut mencapai 12.306 jiwa. Capaian tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi dalam memanfaatkan layanan kesehatan preventif yang disediakan pemerintah.

Selain itu, Puskesmas Tirtomoyo 1 juga terus berupaya membantu masyarakat dalam memperoleh akses layanan kesehatan melalui fasilitasi reaktivasi kepesertaan JKN-PBI bagi warga yang kartu kepesertaannya tidak aktif. Langkah ini dilakukan agar masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat segera memperoleh perlindungan jaminan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis yang diperlukan tanpa hambatan administratif.

Pada bidang perbaikan gizi masyarakat, Puskesmas Tirtomoyo 1 melaksanakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) BOK Tahun 2026 yang menyasar balita dengan berat badan kurang, balita gizi kurang, balita yang mengalami berat badan tidak naik, serta ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK). Program tersebut menjadi salah satu upaya penting dalam mendukung peningkatan status gizi masyarakat dan mencegah terjadinya stunting pada anak.

Dalam kesempatan yang sama juga dipaparkan hasil kegiatan Pemeriksaan Anak Terpadu yang dilaksanakan pada bulan Mei 2026. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 1.410 balita yang ditimbang, tercatat sebanyak 170 balita mengalami stunting. Data tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan strategi intervensi yang lebih efektif untuk menurunkan prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas Tirtomoyo 1.

Berdasarkan hasil penimbangan balita di tingkat desa dan kelurahan, persentase stunting tertinggi ditemukan di Desa Genengharjo dengan angka 15,47 persen, sedangkan persentase terendah terdapat di Desa Tanjungsari sebesar 7,82 persen. Data ini menjadi perhatian bersama bagi seluruh pemangku kepentingan agar upaya penanganan stunting dapat dilakukan secara lebih terarah dan tepat sasaran.

Melalui pelaksanaan Lokakarya Mini Lintas Sektor, diharapkan seluruh pihak dapat semakin memperkuat komitmen, meningkatkan koordinasi, serta mengoptimalkan peran masing-masing dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat. Kolaborasi yang terjalin antara sektor kesehatan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Dengan mengusung slogan Melayani dengan Sepenuh Hati”, UPTD Puskesmas Tirtomoyo 1 terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang mengedepankan empati, keramahan, profesionalisme, dan ketulusan. Semangat tersebut menjadi landasan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Melalui sinergi lintas sektor yang kuat dan dukungan seluruh elemen masyarakat, berbagai program kesehatan di wilayah Kecamatan Tirtomoyo diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga tujuan peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat tercapai secara berkelanjutan.(Riyan/Yayok /Pimred Cahyospirit)
















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar