BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Kajian rutin Rabu sore Maghrib-Isya Masjid Al-Falah kupas tema "Dzikrullah".

Kegiatan ini sarana penting untuk mendapatkan ketenangan dalam jiwa, juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi

Sukoharjo KMR - sebagai sarana  memperdalam ilmu agama, serta memperkuat keimanan, dan  memperbaiki akhlak. Kegiatan ini sarana penting untuk mendapatkan ketenangan dalam jiwa, juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi, Rabu (10/6/26).

Dalam kajiannya Ustadz Drs. H. Suroto kupas tema

"Dzikrullah", adalah amalan ibadah untuk menyucikan, mengagungkan, dan mengingat Allah SWT. Ini merupakan benteng dari tipu daya setan dan terapi psikiatrik penyeimbang emosi. Dzikir menyelaraskan lisan dan hati, mendatangkan ketenangan jiwa, dan meraih keberkahan hidup. "Dzikrullah : Kunci Meraih Ketenangan dan Keberkahan Hidup" juga sebagai Perisai Diri dari Maksiat dan Lalai", paparnya.

"Meraih Kedekatan dengan Allah Melalui Dzikir dan Istighfar"

Dzikir adalah amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan sebanyak-banyaknya. Melalui zikir, umat Islam diperintahkan untuk senantiasa mengingat dan menyebut nama Allah SWT dalam kondisi apa pun. Praktik ini berfungsi sebagai kunci kebaikan, membersihkan hati, dan menjadi obat penenang jiwa dari segala kegelisahan.

Perintah Berdzikir (QS. Al-Ahzab [33]: 41). jelas Ustadz.

Mengingat Allah SWT adalah ibadah utama yang membawa ketenangan dan menjamin kebahagiaan. Mengingat Allah secara menyeluruh mencakup empat dimensi utama: ketaatan pada perintah, menjauhi larangan, mengamalkan apa yang dicintai, dan menjauhi apa yang dibenci. 4 pilar mengingat Allah tersebut :

1. Mengingat Perintah-Perintah Allah (Al-Awamir)

Mengingat dan menjalankan segala kewajiban syariat, seperti mendirikan salat fardu tepat waktu. Menunaikan zakat, puasa Ramadan, dan ibadah haji bagi yang mampu. Berbakti kepada kedua orang tua dan menyambung tali silaturahmi, tambahnya.

2. Mengingat Larangan-Larangan Allah (An-Nawahi)

Mengingat batasan syariat untuk menjauhi perbuatan maksiat dan dosa, seperti : Meninggalkan perbuatan syirik (menyekutukan Allah). Menjauhi zina, mencuri, dan membunuh tanpa hak. Menghindari memakan makanan yang diharamkan (seperti bangkai dan daging babi) serta menjauhi minuman keras. 

3. Mengingat Apa yang Disenangi Allah (Al-Mahabbat)

Mengingat amalan, sifat, dan perilaku yang mendatangkan cinta dan rida Allah, seperti : Bertaubat dan menyucikan diri. Berbuat ihsan (kebaikan) kepada sesama. Sabar dalam menghadapi musibah dan bersyukur atas nikmat, imbuh Ustadz.

4. Mengingat Apa Saja yang Dibenci Allah (Al-Mubghodat)

Mengingat perbuatan yang dimurkai Allah agar bisa menjauhinya, seperti : Berbuat zalim, sombong, dan membuat kerusakan di muka bumi. Melakukan ghibah, memfitnah, dan menyebarkan berita bohong. Sifat pelit, kikir, dan menyia-nyiakan harta (boros).

Jadi Hakikat dan Makna Dzikir:

Menjelaskan bahwa dzikir bukan sekadar gerakan lisan, melainkan penghayatan hati dalam mengingat dan mengagungkan kebesaran Allah SWT. pungkasnya (Begug SW/Pimpred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar