BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

BPN Gandeng STAIMAS untuk Peningkatan Kualitas Data Pertanahan di Wonogiri, Ini Tugas Mahasiswa KPM 07 di Lapangan

Kegiatan pembekalan menghadirkan narasumber dari Kantor Pertanahan Kabupaten Wonogiri, yakni Edinur Laksana, S.Tr. dan Devi Arum Pratiwi, S.Tr., dengan moderator Nurul Syafikah, M.Sos

WONOGIRI KMR— Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Wonogiri menggandeng Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri dalam upaya meningkatkan kualitas data pertanahan melalui program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 07 Tahun 2026. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembekalan mahasiswa KPM yang dilaksanakan pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Aula STAIMAS Wonogiri.

Kegiatan pembekalan menghadirkan narasumber dari Kantor Pertanahan Kabupaten Wonogiri, yakni Edinur Laksana, S.Tr. dan Devi Arum Pratiwi, S.Tr., dengan moderator Nurul Syafikah, M.Sos. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa KPM 07 yang akan diterjunkan ke sejumlah desa untuk membantu proses identifikasi dan verifikasi data bidang tanah bersertifikat, di samping program kerja lainnya..

Dalam pemaparannya, Laksana menjelaskan bahwa kualitas data pertanahan memiliki peran penting dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, mempercepat pelayanan pertanahan, mendukung pembangunan daerah, serta mencegah terjadinya sengketa batas tanah di kemudian hari.

“Data pertanahan yang akurat menjadi fondasi pelayanan pertanahan yang baik. Karena itu, keterlibatan mahasiswa KPM sangat strategis untuk membantu verifikasi data di lapangan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai peran mereka sebagai mitra BPN dalam meningkatkan kualitas data spasial bidang tanah. Mahasiswa tidak hanya bertugas sebagai verifikator lapangan, tetapi juga sebagai penghimpun data spasial dan jembatan komunikasi antara masyarakat dengan layanan pertanahan.

Tugas Mahasiswa di Lapangan

Dalam program ini, mahasiswa KPM 07 akan melaksanakan beberapa tugas utama, antara lain:

1. Mendatangi lokasi bidang tanah bersertifikat sesuai daftar yang diberikan oleh BPN melalui koordinator desa.

2. Mengambil foto geotag pada bidang tanah menggunakan aplikasi GPS Map Camera.

3. Merekam koordinat GPS lokasi bidang tanah secara akurat.

4. Mengunggah data melalui formulir online yang telah disediakan oleh BPN.

5. Melakukan verifikasi informasi kepemilikan tanah berdasarkan data yang diberikan.

Mahasiswa juga diwajibkan mengisi sejumlah data penting, seperti nama mahasiswa, desa lokasi kegiatan, jenis hak tanah, nomor hak, nama pemilik pertama dan terakhir, koordinat GPS, serta mengunggah dua foto geotag dari lokasi bidang tanah.

Selain itu, peserta dibekali dengan tata cara pengambilan koordinat GPS yang benar, penggunaan aplikasi GPS Map Camera, serta strategi pelaksanaan pendataan di lapangan agar data yang diperoleh memiliki tingkat akurasi tinggi.

Devi menambahkan bahwa kolaborasi antara BPN dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas data pertanahan di Kabupaten Wonogiri.

Melalui keterlibatan mahasiswa, BPN berharap proses validasi dan pembaruan data bidang tanah dapat berjalan lebih efektif sehingga mendukung pelayanan pertanahan yang semakin cepat, akurat, dan terpercaya bagi masyarakat.

Kegiatan pembekalan ditutup dengan sesi tanya jawab serta koordinasi teknis pelaksanaan di lapangan. Para mahasiswa diharapkan mampu menjalankan tugas pengabdian ini dengan penuh tanggung jawab sebagai bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan dan tertib administrasi pertanahan di Kabupaten Wonogiri.(NDR /Pimred Cahyospirit)

















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar