STAIMAS Wonogiri Ikuti International Conference ICOMDIL 2026, Bahas Dakwah Lingkungan dan Transformasi Pendidikan Islam
Wonogiri KMR— Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri turut ambil bagian dalam kegiatan The 1st International Conference on Mosque, Da’wah, and Islamic Leadership (ICOMDIL) 2026 yang diselenggarakan secara hybrid pada Kamis (21/5/2026) di Ar Rahmah Hall Surabaya serta melalui Zoom Meeting.
Konferensi internasional bertema Mosque, Da’wah, and Islamic Leadership for Social Transformation in the Contemporary Muslim World tersebut menghadirkan akademisi, praktisi, dan tokoh pendidikan Islam dari berbagai institusi untuk membahas transformasi sosial melalui peran masjid, dakwah, kepemimpinan Islam, hingga inovasi pendidikan di era kontemporer.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Dr. Shobikhul Qisom, M.Pd., M.Ag. yang menekankan pentingnya penguatan lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan perubahan sosial global melalui pendekatan moderasi, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.
Konferensi ini juga menghadirkan keynote speaker internasional dan nasional, di antaranya Prof. Dato’ Dr. Fariza Md Sham, FASc., Prof. Dr. Gancar Candra Premananto, S.E., M.Si., serta Irwitono Soewito, S.T., M.M. Para narasumber membahas berbagai isu strategis terkait kepemimpinan Islam, penguatan dakwah digital, serta pengembangan masyarakat Muslim di tengah perubahan zaman.
Dalam forum ilmiah tersebut, delegasi STAIMAS Wonogiri mempresentasikan sejumlah hasil penelitian yang berkaitan dengan transformasi sosial berbasis dakwah dan pendidikan Islam.
Salah satu penelitian yang dipresentasikan berjudul Environmental Dakwah Communication of Islamic Religious Counselors in the Waste Alms Program at the Majelis Taklim of Gunturharjo Village, Paranggupito District. Hasil penelitian Lilis Ambarwati dengan pendampingan Nadhiroh dan Atik Nurfatmawati itu menyoroti pentingnya Dakwah Lingkungan.
Penelitian tersebut membahas pentingnya dakwah lingkungan melalui program sedekah sampah di masyarakat. Kajian ini menggunakan pendekatan teori Diffusion of Innovation dari Everett M. Rogers untuk menjelaskan proses komunikasi dakwah lingkungan yang dilakukan penyuluh agama Islam kepada jamaah majelis taklim di Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito.
Dalam presentasinya dijelaskan bahwa program sedekah sampah berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pendekatan dakwah persuasif berbasis nilai-nilai Islam, seperti konsep khalifah fil ardh dan ajaran menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman. Program tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kesadaran lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial melalui pengelolaan dana hasil sampah untuk membantu masyarakat kurang mampu dengan pembagian paket sembako.
Selain itu, penelitian tersebut juga menunjukkan adanya peningkatan antusiasme jamaah majelis taklim, dari semula 25 jamaah menjadi 70 jamaah aktif setelah program dijalankan secara berkelanjutan.
Selain penelitian tentang dakwah lingkungan, forum ICOMDIL 2026 juga menghadirkan presentasi penelitian di bidang pendidikan Islam berjudul The Relationship Between The Implementation of Deep Learning and Students’ Critical Thinking Skills in Islamic Religious Education and Characteristics Subjects at SMK Bhakti Mulia Wonogiri yang disampaikan oleh Rhizma Aurezia.
Penelitian tersebut membahas hubungan implementasi Deep Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMK Bhakti Mulia Wonogiri. Berdasarkan hasil penelitian, implementasi pendekatan Deep Learning menunjukkan hubungan yang sangat kuat terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan nilai korelasi sebesar 0,802 dan tingkat signifikansi 0,000.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran mendalam (Deep Learning) mampu mendorong siswa lebih aktif dalam menganalisis, mengevaluasi, serta memecahkan masalah dalam proses pembelajaran. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran bermakna dan penguatan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS).
Keikutsertaan STAIMAS Wonogiri dalam konferensi internasional ini menjadi bentuk komitmen kampus dalam mendukung pengembangan akademik, penelitian internasional, serta penguatan jejaring kerja sama global di bidang pendidikan Islam, dakwah, dan kepemimpinan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperluas wawasan akademik sivitas kampus sekaligus mendorong lahirnya penelitian yang adaptif terhadap persoalan sosial masyarakat modern.(Ari S/Pimred Cahyospirit)

















