Akselerasi Literasi Adminduk, Perempuan Dasawisma Dahlia 1 Menjadi Motor Penggerak Gerakan “GENDUK” PKK Wonogiri
WONOGIRI KMR – Kesadaran akan pentingnya tertib administrasi kependudukan (Adminduk) kini terus diintegrasikan hingga ke tingkat domestik terkecil. Berkomitmen mendukung transformasi pelayanan publik yang inklusif, Dasawisma (Dawis) Dahlia 1 RT 03 / RW 04 Dusun Gondanglegi menggelar forum edukasi dan sosialisasi program "GENDUK" (Gerakan Peduli Dokumen Kependudukan) PKK Wonogiri, pada Minggu (17/5/2026).
Agenda yang berlangsung interaktif pada pukul 16.30 WIB ini dihadiri oleh 27 representasi perempuan penggerak lokal. Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi rutin, melainkan sebuah langkah strategis untuk membekali masyarakat dengan pemahaman komprehensif mengenai urgensi legalitas dokumen kependudukan di era digital.
Transformasi Dokumen Kependudukan Sebagai Hak Asasi Dasar
Dalam forum tersebut, dipaparkan bahwa kepemilikan dokumen mutakhir—seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga Identitas Kependudukan Digital (IKD) bukan lagi sekadar pemenuhan kewajiban administratif.
Lebih dari itu, dokumen-dokumen tersebut merupakan instrumen hukum utama yang menjamin hak masyarakat dalam mengakses layanan publik, jaminan kesehatan, proteksi sosial, dan fasilitas pendidikan secara berkeadilan.
Suasana sosialisasi yang dipandu secara dinamis ini memperlihatkan antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui media informasi terstruktur, ibu-ibu Dawis Dahlia 1 secara aktif mendalami mekanisme integrasi data serta pemanfaatan aplikasi layanan kependudukan berbasis digital yang kini menjadi garda depan pelayanan publik.
Pernyataan Strategis Ketua Dawis Dahlia 1
Ibu Lis Maryani, selaku Ketua Dawis Dahlia 1 yang memimpin langsung jalannya gerakan ini, menegaskan bahwa ketahanan sebuah wilayah berakar dari validitas data keluarga yang dipimpin oleh peran aktif seorang ibu.
"Kami memandang Gerakan 'GENDUK' ini sebagai momentum penting bagi perempuan untuk mengambil peran sentral dalam pembangunan daerah. Tertib adminduk adalah hulu dari segala bentuk pelayanan publik yang prima. Ketika sebuah keluarga memiliki dokumen yang lengkap dan valid, maka akses terhadap hak-hak dasar mereka sebagai warga negara akan terbuka lebar tanpa hambatan birokrasi.
Harapan kami, edukasi kolektif di tingkat Dasawisma ini mampu mengeliminasi kendala administratif di lapangan, sekaligus menginspirasi lingkungan sekitar bahwa tertib data adalah cerminan masyarakat yang maju dan berdaya," ungkap Ibu Lis Maryani dengan optimis.
Membangun Peradaban Sadar Data dari Akar Rumput
Melalui inisiatif nyata yang dimotori oleh Dawis Dahlia 1 Dusun Gondanglegi ini, diharapkan dapat tercipta efek domino yang positif bagi kesadaran hukum masyarakat secara luas. Sinergi antara program PKK Kabupaten Wonogiri dan implementasi di tingkat dasawisma ini menjadi bukti nyata bahwa kesadaran tata kelola administrasi negara yang baik (good governance) dapat diakselerasi dengan apik melalui pendekatan komunitas yang hangat dan edukatif.(Penulis :Istika /Pimred Cahyospirit)


















