Anak Naga Borong 7 Medali di O2SN Cabang Pencak Silat Wonogiri 2026
Para atlet muda perguruan Anak Naga dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP dan SMA/sederajat cabang olahraga Pencak Silat
Wonogiri KMR— Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh para atlet muda perguruan Anak Naga dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP dan SMA/sederajat cabang olahraga Pencak Silat yang diselenggarakan di Gedung Giri Wahana GOR Wonogiri,20 Mei 2026.
Dalam kejuaraan yang berlangsung penuh semangat dan persaingan ketat tersebut, kontingen Anak Naga sukses membawa pulang total tujuh medali dari berbagai kategori pertandingan.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan atlet usia pelajar yang dilakukan secara konsisten mampu melahirkan pesilat-pesilat muda berbakat yang siap bersaing di level lebih tinggi. Sejak awal pertandingan, para atlet Anak Naga tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri maupun penonton yang memenuhi arena pertandingan.
Pada kategori SMP/sederajat putra, tiga atlet berhasil menyumbangkan medali sekaligus. Medali emas diraih oleh Muhammad Zaidan Kusumawardana setelah tampil impresif dan mendominasi pertandingan sejak babak awal hingga final. Teknik yang matang, ketenangan, serta serangan yang efektif membuat Zaidan unggul atas lawan-lawannya.
Sementara itu, medali perak berhasil diraih oleh Raditya Galang Putra Hardiyanto yang juga menunjukkan performa luar biasa selama kompetisi berlangsung. Meski harus puas di posisi kedua, perjuangan dan semangat juangnya mendapat apresiasi dari para pelatih maupun pendukung yang hadir.
Tak kalah membanggakan, medali perunggu disumbangkan oleh Agasthya Ziven Hafizan. Penampilannya yang penuh semangat menjadi salah satu sorotan dalam pertandingan kategori SMP putra. Raihan tersebut melengkapi dominasi Anak Naga di kelompok usia SMP putra.
Di kategori SMP/sederajat putri, atlet muda berbakat Nafisah Nur Azizah sukses mempersembahkan medali emas. Dengan teknik bertahan dan menyerang yang seimbang, Nafisah mampu tampil konsisten hingga akhirnya keluar sebagai juara di kelasnya.
Prestasi gemilang juga datang dari kategori SMA/sederajat putra. Atlet andalan Anak Naga, Rasya Naufal Affan, berhasil membawa pulang medali emas setelah menampilkan pertandingan yang solid dan penuh determinasi. Kemenangan tersebut semakin memperkuat posisi Anak Naga sebagai salah satu perguruan yang diperhitungkan di cabang pencak silat pelajar.
Sementara di kategori SMA/sederajat putri, dua atlet Anak Naga turut menyumbangkan prestasi membanggakan. Tevy Nariswari Prasetyo berhasil meraih medali emas melalui penampilan yang meyakinkan di setiap babak pertandingan. Sedangkan rekannya, Qorintina Izzati Putri, sukses memperoleh medali perak setelah memberikan perlawanan sengit di partai final.
Keberhasilan membawa pulang tujuh medali ini tidak lepas dari kerja keras para atlet selama menjalani latihan rutin dan disiplin tinggi dalam persiapan menghadapi kejuaraan. Selain itu, peran pelatih juga menjadi faktor penting di balik pencapaian tersebut.
Pelatih Anak Naga, Aryo Setyo Ardian, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh atlet yang telah berjuang maksimal membawa nama perguruan dan daerah. Ia menilai hasil ini merupakan buah dari proses panjang latihan, kedisiplinan, serta mental bertanding yang terus dibangun selama ini.
“Alhamdulillah, anak-anak mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Ini bukan hanya soal medali, tetapi juga tentang pengalaman, mental juang, dan proses pembelajaran untuk menjadi atlet yang lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Ajang O2SN sendiri menjadi salah satu kompetisi pelajar bergengsi yang bertujuan menjaring bibit-bibit atlet potensial dari berbagai daerah. Dengan hasil membanggakan ini, Anak Naga diharapkan mampu terus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.
Prestasi tujuh medali yang berhasil diraih di Gedung Giri Wahana GOR Wonogiri tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang olahraga, khususnya pencak silat sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.(Riyan /Pimred Cahyospirit)


















