Dua Medali Emas untuk SDIT As-Salamah Baturetno di Sangiran Championship 3 Tahun 2026
Baturetno, Wonogiri KMR— Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi SDIT As-Salamah Baturetno dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Sangiran Championship 3 Tahun 2026. Dua siswa terbaik sekolah tersebut berhasil membawa pulang medali emas setelah tampil gemilang dalam kejuaraan pencak silat tingkat terbuka yang digelar pada 13–15 Mei 2026 di GOR Diponegoro Sragen.
Kejuaraan Sangiran Championship 3 tahun ini berlangsung meriah dan kompetitif. Sekitar 800 peserta dari berbagai daerah turut ambil bagian untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di arena pertandingan. Para atlet muda dari berbagai perguruan dan sekolah saling bersaing dalam sejumlah kategori tanding maupun seni jurus.
Di tengah ketatnya persaingan, dua siswi dari SDIT As-Salamah Baturetno berhasil tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan luar biasa hingga sukses meraih posisi tertinggi di kategori masing-masing.
Prestasi pertama diraih oleh Keysha Nuha Zahirah, siswi kelas 4C, yang sukses menyabet Juara 1 dan meraih medali emas pada Nomor Jurus Tangan Kosong. Penampilan Keysha dinilai sangat baik oleh dewan juri, mulai dari ketepatan gerakan, kekuatan teknik, hingga penguasaan jurus yang ditampilkan di atas arena.
Sementara itu, medali emas kedua dipersembahkan oleh Nusaibah Ummu Imarah, siswi kelas 6B, yang berhasil menjadi Juara 1 pada Nomor Tanding S Putri. Dengan semangat juang tinggi dan strategi bertanding yang matang, Nusaibah mampu mengungguli lawan-lawannya hingga keluar sebagai juara di kategori tersebut.
Keberhasilan dua siswi ini menjadi kebanggaan besar bagi sekolah, keluarga, serta masyarakat Baturetno. Prestasi tersebut juga membuktikan bahwa siswa-siswi SDIT As-Salamah Baturetno tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga dan seni bela diri.
Pihak sekolah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perjuangan para atlet yang telah membawa nama baik sekolah di tingkat kejuaraan terbuka. Dukungan dari para pelatih, guru, serta orang tua dinilai menjadi salah satu faktor penting yang turut mengantarkan para siswa menuju keberhasilan.
Ajang Sangiran Championship 3 sendiri menjadi wadah pembinaan atlet-atlet muda berbakat dalam cabang olahraga pencak silat. Selain melatih kemampuan teknik dan fisik, kompetisi ini juga menjadi sarana membangun mental juara, sportivitas, serta rasa percaya diri bagi para peserta.
Dengan raihan dua medali emas ini, SDIT As-Salamah Baturetno berharap dapat terus mencetak generasi muda yang berprestasi, disiplin, dan berkarakter. Prestasi yang diraih Keysha Nuha Zahirah dan Nusaibah Ummu Imarah diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berusaha dan mengembangkan potensi diri di berbagai bidang.(Riyan /Pimred Cahyospirit)


















