SEBUAH GERAKAN BARU DARI KOMUNITAS PEREMPUAN PEDULI LINGKUNGAN SOLO RAYA
0 menit baca
Kegiatan itu hal biasa terjadi di rumah Edukasi Griya Karebet milik Mulyani,SPd salah satu dari kelompok ibu-ibu atau perempuan yang peduli lingkungan khususnya sampah.
Sukoharjo MR - Tampaknya beberapa ibu-ibu lagi asyik membuat sesuatu di rumah edukasi Griya Karebet yang berada di Karang Lor, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Kegiatan itu hal biasa terjadi di rumah Edukasi Griya Karebet milik Mulyani,SPd salah satu dari kelompok ibu-ibu atau perempuan yang peduli lingkungan khususnya sampah.
Bahkan dari kumpul kegiatan bareng ini sekarang menjadi wadah baru bernama Komunitas Perempuan Peduli Lingkungan Solo Raya. ( Rabu 15 April 2026 ).
Menurut pengakuan dari mereka yang kumpul bareng ini hampir mewakili dari kelompok masyarakat yang peduli lingkungan yang tersebar di Solo raya bahkan sudah menerjuni kegiatannya seperti dari Bank sampah, dari kampung Proklim, dari Rumah Eko enzyme.
Ketua KPPLS Lingga Puspasari menyampaikan kalau wadah baru ini sebagai bentuk panggilan jiwa dalam mewujudkan lebih pedulinya Ibu-ibu ini kepada lingkungan sekitar, sangat berharap semua kegiatan bisa mencapai targetnya “ Ubah sampah jadi berkah “ termasuk sampah bisa tuntas dari sumbernya.
Mulyani sebagai Ketua II KPPLS juga menambahkan umumnya ibu-ibu adalah orang yang langsung berhadapan dengan sampah maka harus menjadi orang pertama pengelola sampah khususnya sampah rumah tangga sekaligus juga untuk ikut perannya dalam menenanamkan kebiasaaan bersih pada anak-anak.
Atau juga menjadi penggerak perubahan terkait sampah seperti di PKK dan arisan.
Selain itu dampak pencemaran lingkungan yang pertama kali merasakan umumnya dimulai dari ibu-ibu dan anak-anak. Maka langkah kecil harus dimulai juga dari para ibu-ibu seperti tas belanja, memilah sampah hingga membuat kompos.
Semua itu tidak lain bertujuan melindungi diri sendiri dan keluarga dan tentunya sangat berguna untuk masa depan generasi seterusnya.
Beberapa agenda dari KPPLS bisa seperti pelatihan, sosialisasi pengelolaan sampah organik ( Eco Enzym ) dan an organik. Semua bisa dilakukan dimana saja seperti sekolahan, tempat umum, Mall, Bank sampah, Kampung Iklim atau pameran hasil karya produk recycle bahkan mengadakan lomba recycle.
Mudah-mudahan KPPLS yang dimulai beranggotakan 20 ibu-ibu atau para perempuan ini mampu berperan membantu Pemerintah dalam mengatasi sampah.(Taufiq / Pimred Cahyospirit)

