BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Sarjana Pendidikan “Nyasar” Jadi Seniman, Arif Fajar Nugroho Kembangkan Bakat hingga Menginspirasi Desa

Arif Fajar Nugroho, S.Pd SD (39), seorang sarjana pendidikan, justru menemukan jalan hidupnya di dunia seni dan kerajinan.

Batuwarno, Wonogiri KMR -Dusun Putuk, Desa Sumberejo, Kecamatan Batuwarno — Di tengah kehidupan pedesaan yang tenang, muncul sosok inspiratif yang membuktikan bahwa gelar akademik tidak selalu membatasi arah hidup seseorang. Arif Fajar Nugroho, S.Pd SD (39), seorang sarjana pendidikan, justru menemukan jalan hidupnya di dunia seni dan kerajinan.

Alih-alih menekuni profesi formal di bidang pendidikan, Fajar(sapaan akrabnya) memilih mengembangkan bakat seninya yang telah lama terpendam. Dari tangannya, lahir berbagai karya kerajinan batu akik yang tidak hanya bernilai estetika tinggi, tetapi juga memiliki daya jual yang menjanjikan. Ia dikenal luas dengan nama “Fajar Way”, sebuah identitas yang kini melekat kuat di kalangan pecinta batu akik.


Bahan baku yang digunakan Fajar pun beragam. Ia memanfaatkan batu lokal dari daerah sekitar, sekaligus mendatangkan material dari luar Pulau Jawa untuk menciptakan variasi dan kualitas yang lebih tinggi. Kreativitasnya dalam mengolah batu membuat hasil karyanya memiliki ciri khas tersendiri, baik dari segi bentuk, warna, maupun finishing.

Namun, dunia batu akik bukan satu-satunya panggung bagi Fajar. Ia juga dikenal sebagai pelukis dengan teknik yang unik. Salah satu metode yang ia kuasai adalah pointilism, yaitu teknik melukis menggunakan titik-titik kecil yang jika dilihat dari kejauhan membentuk gambar utuh yang memukau.

 Selain itu, Fajar juga mahir dalam seni lukis bakar atau wood burning art, sebuah teknik menggambar di atas kayu dengan menggunakan panas untuk menghasilkan efek visual yang khas. Tak berhenti di situ, ia juga lihai dalam melukis di atas kanvas dengan berbagai gaya.

Perjalanan seninya semakin kuat dengan kehadiran sang istri, Rika Efian Pratiwi (34), yang juga memiliki jiwa seni tinggi. Rika menekuni bidang tari dan tata rias (make up), menjadikan pasangan ini sebagai kolaborasi seni yang harmonis. Keduanya tidak hanya berkarya, tetapi juga berkomitmen untuk berbagi ilmu dengan masyarakat sekitar.

Di kediamannya di Dusun Putuk, Fajar dan Rika membuka pelatihan seni yang mencakup tari dan lukis. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga, terutama anak-anak yang mulai menunjukkan minat dan bakat di bidang seni. Rumah mereka pun perlahan berubah menjadi ruang kreatif yang hidup dan inspiratif.

Dedikasi pasangan ini dalam mengembangkan seni di lingkungan sekitar tidak luput dari perhatian. Saat ini, mereka dipercaya oleh Dinas Pendidikan Kecamatan Batuwarno untuk mengisi kegiatan ekstrakurikuler tari di beberapa sekolah dasar di wilayah tersebut.

(Motivasi Cahyospirit untuk pelajar, mahasiswa, UMKM dan Karyawan/Umum )

 Kesempatan ini menjadi bukti bahwa kiprah mereka di dunia seni tidak hanya berdampak secara personal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan dan pengembangan bakat generasi muda.

Kisah Arif Fajar Nugroho menjadi contoh bahwa kesuksesan tidak selalu mengikuti jalur yang linear. Dengan keberanian untuk mengejar passion dan dukungan dari orang terdekat, ia mampu menciptakan jalan hidup yang tidak hanya bermakna bagi dirinya sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas.(Alit /Pimpred Cahyospirit)















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar