BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Saka Dharma Awu Sepuh Kasunanan Mengkritisi Ketidak Pedulian Raja Karaton Surakarta terhadap Bencana Banjir yang terjadi di kota Solo.

Cucu Pakubuwono (PB) XI BRM Nugroho Iman Saputro, SS dan Kusumo Adiwijaya, SE Buyut PB X yang merupakan trah Awu Sepuh Karaton Kasunanan Surakarta Hadingrat menyayangkan tidak ada adanya empati dari PB XIV baik

SOLO KMR - Cucu Pakubuwono (PB) XI BRM Nugroho Iman Saputro, SS dan Kusumo Adiwijaya, SE Buyut PB X yang merupakan trah Awu Sepuh Karaton Kasunanan Surakarta Hadingrat menyayangkan tidak ada adanya empati dari PB XIV baik Mangkubumi maupun Purboyo terhadap korban bencana banjir yang melanda Kota Solo dan sekitarnya. Diantara korban juga terdapat abdi dalem karaton.

Ia meminta dua raja tersebut memiliki kepekaan sosial dan sensitif terhadap kondisi lingkungan sekitarnya, terutama kepada abdi dalem yang sedang berduka. Nugroho  menilai, Mangkubumi dan Purboyo terkesan jauh dari rakyatnya.

"Kalau betul-betul seorang raja, mestinya jangan hanya duduk manis saja di singgasana. Di beberapa area banjir di Kota Solo, seperti di Joyotakan, Kecamatan Serengan, ada abdi dalem prajurit yang sudah lama mengabdi di keraton. Tolong di tengok," kata Nugroho, Rabu 15 April 2026.

                        BRM. Nugroho Iman, SS

Menurut Nugroho, komunikasi seorang pemimpin saat krisis harus dapat memberi keteduhan, bukan memalingkan badan seolah tidak ada kepedulian. Abdi dalem yang menjadi korban banjir katanya, membutuhkan rasa diperhatikan.

"Momentum bencana ini harus menjadi refleksi bagi PB XIV Mangkubumi maupun Purboyo. Ini menjadi ajang ujian yang tidak diajarkan di sekolah formal. Menjadi ajang pembuktian siapa sebenarnya yang pantas dan layak memimpin Keraton Surakarta," tergasnya.

                                 Kusumo Adiwijaya

Demikian juga Kusumo Adiwijaya menambahkan, bahwa, Harusnya, dua ( 2 ) orang yang *men declare* sebagai Raja di Kasunanan Surakarta mampu membuktikan sisi positif dari seorang Raja/Pemimpin di tengah-tengah Apriori masyarakat terhadap Karaton Kasunanan Surakarta. 

Seperti diketahui, beberapa lokasi Kota Solo terdampak banjir yang diakibatkan hujan deras lebih dari satu jam yang terjadi pada Selasa malam, 14 April 2026. Selain hujan, banjir juga disebabkan limpahan air dari wilayah kabupaten sekitar.(Cahyospirit)














Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar