BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

PT HNH Ekspansi Produksi Pupuk Ramah Lingkungan di Luwu Timur, Dorong Kemandirian Pertanian Lokal

Iwhan Hendrianto, pembangunan pabrik baru ini akan berlokasi di Desa Kalaena, tepatnya di Kecamatan Wotu

Koran Media Rakyat - PT Herbal Nusantara Hayati (HNH) yang berbasis di Wonogiri terus memperluas kiprah industrinya dengan membangun fasilitas produksi pupuk ramah lingkungan di wilayah Sulawesi Selatan. Ekspansi ini menjadi langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pengelolaan limbah berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Luwu Timur.

Menurut Iwhan Hendrianto, pembangunan pabrik baru ini akan berlokasi di Desa Kalaena, tepatnya di Kecamatan Wotu. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki potensi bahan baku yang melimpah serta posisi strategis untuk distribusi pupuk ke berbagai sentra pertanian di kawasan tersebut.


Pabrik ini dirancang memiliki kapasitas produksi mencapai 25.000 ton pupuk per tahun. Angka ini diharapkan mampu memenuhi lebih dari setengah kebutuhan pupuk tanaman pangan di Luwu Timur yang saat ini mencapai sekitar 48.000 ton per tahun. Kehadiran fasilitas ini menjadi solusi konkret untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pasokan pupuk dari luar daerah.

Keunggulan utama dari pupuk yang diproduksi oleh HNH terletak pada bahan bakunya yang berasal dari limbah kelapa sawit. Selama ini, limbah sawit di Luwu Timur belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung menjadi persoalan lingkungan. Melalui inovasi teknologi, limbah tersebut diolah menjadi pupuk organik berkualitas tinggi yang ramah lingkungan dan mampu meningkatkan kesuburan tanah.

Keberhasilan penggunaan pupuk ini telah dibuktikan melalui kegiatan demonstrasi plot (demplot) yang dilakukan pada Maret 2025. Dalam uji coba tersebut, hasil panen menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Hal ini memberikan keyakinan bahwa pupuk ramah lingkungan dapat menjadi alternatif yang efektif sekaligus berkelanjutan bagi petani.

Proyek pembangunan pabrik ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara tiga pihak. PT Herbal Nusantara Hayati berperan sebagai konsultan mutu yang memastikan standar produksi dan kualitas pupuk tetap terjaga.

Sementara itu, PT Dana Daya Sejahtera (DDS) bertindak sebagai investor utama yang mendukung pendanaan dan pengembangan fasilitas. Di sisi lain, Pemerintah Daerah Luwu Timur hadir sebagai regulator yang memberikan dukungan kebijakan dan kemudahan perizinan.

Kerja sama segitiga ini dinilai sebagai model sinergi ideal antara sektor swasta dan pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah berbasis potensi lokal. Tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, proyek ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja.

Diperkirakan, pabrik ini akan menyerap sekitar 150 tenaga kerja, terdiri dari 100 tenaga lapangan dan 50 tenaga inti. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.

Dengan hadirnya pabrik pupuk ramah lingkungan ini, Luwu Timur tidak hanya berpotensi menjadi daerah yang mandiri dalam penyediaan pupuk, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan limbah berbasis industri hijau. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Ke depan, PT HNH optimistis bahwa inovasi ini dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia, terutama di wilayah dengan potensi limbah organik yang besar. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari limbah industri perkebunan.(Alit/Pimred Cahyospirit)


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar