BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Forum Keswa Gunungsari Jatisrono Tindak Lanjut Laporan Kasus Kesehatan Jiwa di Slogohimo dan Purwantoro

forum Keswa menerima laporan terkait adanya kasus yang memerlukan perhatian serius dari dua wilayah berbeda, yakni Kecamatan Slogohimo dan Kecamatan Purwantoro ,Sabtu,11April 2026.

Wonogiri MR— Forum Kesehatan Jiwa (Keswa) yang berada di bawah naungan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Desa Gunungsari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, kembali menunjukkan peran aktifnya dalam penanganan persoalan kesehatan jiwa di wilayah setempat. Kali ini, forum tersebut menerima laporan terkait adanya kasus yang memerlukan perhatian serius dari dua wilayah berbeda, yakni Kecamatan Slogohimo dan Kecamatan Purwantoro(Sabtu,11April 2026.

Laporan pertama datang dari relawan di wilayah Slogohimo yang menginformasikan adanya seorang Penyandang Gangguan Orang Terlantar (PGOT) yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Sementara itu, dari wilayah Kecamatan Purwantoro, dilaporkan adanya Orang Dengan Dugaan Gangguan Psikologis (ODDP) dalam satu keluarga, di mana terdapat dua individu yang kondisinya memerlukan perhatian dan penanganan segera.



Menanggapi laporan tersebut, Kariman selaku Koordinator Forum Keswa Desa Gunungsari Kecamatan Jatisrono segera melakukan koordinasi dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di wilayah Slogohimo dan Purwantoro. Koordinasi ini dilakukan guna memastikan langkah penanganan berjalan sesuai prosedur, termasuk permohonan izin untuk melakukan asesmen serta edukasi terhadap pasien dan keluarga.

Berdasarkan keterangan dari Ketua RT, Kepala Dusun, perangkat desa setempat, serta TKSK, diketahui bahwa sebelumnya pihak Puskesmas bersama TKSK Purwantoro pernah melakukan penyuluhan serta memberikan obat kepada pasien. Namun, dalam perjalanannya, pasien tidak lagi rutin mengonsumsi obat yang diberikan. Kondisi ini berdampak pada perubahan perilaku yang cukup signifikan dalam dua minggu terakhir, di antaranya pasien mulai sering keluar rumah tanpa tujuan (ngluyur) dan berbicara sendiri.

Dalam kegiatan asesmen tersebut, Kariman hadir langsung memberikan edukasi kepada keluarga pasien, lingkungan RT, serta pemerintah desa setempat. Ia menekankan pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat sebagai bagian utama dari proses pemulihan pasien dengan gangguan kesehatan jiwa.

“Pasien tidak boleh lepas dari pengobatan. Dukungan keluarga sangat penting, begitu juga peran lingkungan dan pemerintah desa. Semua pihak harus saling berkoordinasi dengan dinas terkait, TKSK, dan Puskesmas yang menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus seperti ini,” ujar Kariman dalam arahannya.

Selain itu, Kariman juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma negatif atau melakukan perundungan (bullying) terhadap ODDP. Ia menegaskan bahwa pasien gangguan jiwa tetaplah manusia yang memiliki hak untuk dihargai dan diperlakukan secara layak.

“Jangan sampai lingkungan justru memperburuk kondisi dengan membuli. Mereka juga manusia. Mari kita beri semangat kepada pasien dan keluarganya agar tidak merasa kecil hati,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan jiwa, sekaligus memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan instansi terkait dalam menangani kasus-kasus serupa secara lebih cepat dan tepat.

Dengan adanya keterlibatan aktif dari Forum Keswa Gunungsari Jatisrono, diharapkan setiap kasus kesehatan jiwa di wilayah Wonogiri dapat ditangani secara lebih humanis, terkoordinasi, dan berkelanjutan.(Krm/Pimred Cahyospirit)














Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar