BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Dukung Program Ketahanan Pangan, Kelompok Wanita Tani “Sabrina” Kembangkan Beras Analog Talas Beneng

Kelompok Wanita Tani (KWT) Sabrina yang dipimpin Tuni Suwarno berinovasi memanfaatkan bahan pangan yang mudah ditemukan dan melimpah di sekitar rumah

KARANGTENGAH , WONOGIRI MR– Antisipasi terhadap kelangkaan pangan menginspirasi Kelompok Wanita Tani (KWT) Sabrina yang dipimpin Tuni Suwarno berinovasi memanfaatkan bahan pangan yang mudah ditemukan dan melimpah di sekitar rumah. Salah satunya yaitu pembuatan beras dari talas beneng. Ditemui langsung di Dusun Wonoleren, Desa Karangtengah, Kamis (26/03/2026) Tuni yang juga merupakan penggerak UMKM membagikan pengalamannya.

“Desa kami kaya akan berbagai macam tanaman talas, salah satunya adalah Talas Beneng. Talas Beneng merupakan singkatan dari talas besar dan koneng (kuning), bentuk talasnya besar dan berwarna kuning. Setelah melakukan beberapa kali percobaan, jadilah Beras Analog berbahan Talas Beneng. Pembuatanya memang lebih lama dari beras padi, namun dari tekstur dan rasa mirip dengan nasi dari beras seperti biasanya,” ungkap Tuni.





Bahan dan proses pembuatan Beras Analog cukup sederhana, terdiri dari Talas, Tepung Sagu, Pengemulsi dan Air. Langkahnya kupas talas beneng, cuci sampai bersih dan iris tipis tipis, cuci kembali sampai hilang getahnya kemudian jemur hingga kering (4-6 hari). Setelah kering, giling hingga jadi tepung Talas Beneng. Berikutnya campur Tepung Talas dengan bahan lain, komposisinya terdiri dari 1 kg tepung Talas Beneng, 100 gram Tepung Sagu, 1 sendok makan pengemulsi dan air secukupnya. Buat menjadi adonan, masukkan adonan ke dalam alat pencetak, potong menyerupai bentuk beras dan jemur sampai kering.

(Motivasi Cahyospirit untuk pelajar, mahasiswa, UMKM dan Karyawan/Umum)

“Untuk memasak Beras Analog Talas Beneng dilakukan dengan cara cuci beras analog, kukus selama 10 menit, tiriskan, kemudian siram dengan air dingin, kukus kembali selama 15 menit sampai matang, dan Beras Analog siap untuk dihidangkan,” tambah Tuni dalam keterangannya.

Contoh nyata diversifikasi pangan ini diharapkan mampu menjadi alternatif pemenuhan bahan makanan pokok pengganti beras. Selain mudah didapatkan dari lingkungan sekitar, proses dan cara pengolahannya relatif sederhana. Kelompok Wanita Tani “Sabrina” Desa Karangtengah telah mengambil inisiatif dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah melalui inovasi Beras Analog Talas Beneng.(Riyan /Pimred Cahyospirit)

















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar