BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Tradisi Lebaran dengan Menu Bakso di Wonogiri Kian Meningkat, Penggilingan Daging Diserbu Warga

Sejak beberapa hari sebelum Idulfitri, berbagai lokasi penggilingan daging dipadati masyarakat yang ingin membeli maupun menggilingkan daging sapi untuk diolah menjadi bakso

Wonogiri MR— Tradisi menyajikan bakso pada momen Hari Raya Idulfitri di wilayah Wonogiri, khususnya di Kecamatan Sidoharjo, kini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Fenomena ini terlihat dari membludaknya warga yang mendatangi sejumlah tempat penggilingan daging sapi menjelang Lebaran.

Sejak beberapa hari sebelum Idulfitri, berbagai lokasi penggilingan daging dipadati masyarakat yang ingin membeli maupun menggilingkan daging sapi untuk diolah menjadi bakso. Aktivitas ini bahkan sudah menjadi pemandangan rutin yang selalu terjadi setiap tahunnya.



Membuat bakso saat Lebaran bukan sekadar pilihan menu, melainkan telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat. Hal ini tidak lepas dari maraknya kegiatan arisan daging sapi di berbagai desa. Arisan tersebut biasanya dilaksanakan setiap minggu, di mana hasil iuran warga dikumpulkan untuk membeli sapi yang kemudian disembelih saat Hari Raya Idulfitri.

Dari hasil arisan tersebut, banyak warga memiliki stok daging sapi dalam jumlah cukup besar. Untuk mengolahnya, bakso menjadi pilihan utama karena dinilai praktis, lezat, dan digemari semua kalangan. Tak heran jika bakso kemudian identik sebagai salah satu sajian khas Lebaran di Wonogiri.

Bakso sendiri memang dikenal sebagai salah satu kuliner favorit masyarakat Wonogiri. Cita rasanya yang khas membuat makanan ini selalu diminati, baik oleh warga lokal maupun perantau yang pulang kampung saat Lebaran.

Salah satu penggilingan daging yang ramai diserbu warga adalah Berkah Daging. Usaha yang dahulu dimiliki oleh almarhumah Ibu Sati ini berlokasi di Gempol RT 003/RW 002, Kayuloko, Sidoharjo.

Sejak pagi hari, tempat tersebut sudah dipenuhi antrean panjang pelanggan. Warga datang tidak hanya dari wilayah Sidoharjo, tetapi juga dari kecamatan lain di sekitarnya.

Eko, salah satu warga dari Ngadirojo, mengaku rela mengantre berjam-jam demi bisa menggilingkan dagingnya.

“Saya sudah antre dari pagi. Memang harus sabar, tapi ini sudah jadi tradisi tiap Lebaran,” ujarnya.

Lamanya waktu antrean, yang bisa mencapai beberapa jam, tidak menyurutkan semangat warga. Tingginya minat masyarakat justru menunjukkan betapa kuatnya tradisi ini mengakar.

Selain harga yang relatif terjangkau, penggilingan ini juga menyediakan paket lengkap pembuatan bakso, mulai dari daging, bumbu, hingga perlengkapan pendukung (uborampe). Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelanggan.

Beberapa warga memilih membawa racikan bumbu khas keluarga masing-masing untuk mempertahankan cita rasa tradisional. Sementara itu, ada juga yang memilih membeli langsung bahan dan bumbu bakso yang sudah tersedia di lokasi.

Dengan meningkatnya tren ini, tradisi membuat bakso saat Lebaran di Wonogiri diperkirakan akan terus bertahan bahkan berkembang di masa mendatang. Selain mempererat kebersamaan antarwarga, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kekayaan budaya kuliner lokal yang patut dilestarikan.(Nora /Pimpred Cahyospirit)

























Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar