Pohon Purba Berukuran Raksasa Beraura Mistis, Penunggu Bukit Mongkrang di Lereng Lawu Selatan
Karanganyar MR -Bukit Mongkrang yang terletak di kawasan Tlogodringo, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan keindahan luar biasa.
Berada di lereng selatan Gunung Lawu, bukit ini menyuguhkan panorama alam yang menawan dengan udara pegunungan yang sejuk dan menyegarkan, menjadikannya magnet bagi para pencinta alam dan pendaki dari berbagai daerah.
Bukit Mongkrang memiliki ketinggian sekitar 2.194 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Ketinggian tersebut tergolong ramah bagi pendaki pemula, sehingga jalur pendakiannya sering dipilih oleh wisatawan yang baru ingin mencoba pengalaman mendaki gunung. Jalur yang relatif landai, ditambah pemandangan alam yang terus memanjakan mata sepanjang perjalanan, membuat pendakian ke Bukit Mongkrang terasa menyenangkan dan tidak membosankan.
Di sepanjang jalur pendakian, pengunjung akan disuguhi hamparan ilalang hijau yang luas menyerupai padang savana. Saat cuaca cerah, pemandangan Gunung Lawu tampak gagah berdiri, berpadu dengan awan putih yang seolah menyambung dengan hamparan padang rumput. Panorama ini kerap menjadi spot favorit untuk berfoto maupun sekadar melepas lelah sambil menikmati keindahan alam.
Selain itu, area Candi 1 dan Candi 2 di Bukit Mongkrang menyediakan tanah lapang yang cukup luas dan datar. Lokasi ini sangat ideal untuk mendirikan tenda bagi para pendaki yang ingin bermalam atau berkemah. Suasana malam yang tenang, udara dingin khas pegunungan, serta langit bertabur bintang menjadi pengalaman tersendiri yang sulit dilupakan.
Namun, di balik pesona alamnya yang indah dan menenangkan, Bukit Mongkrang juga menyimpan kisah-kisah misteri yang kental dengan nuansa mistis. Salah satu yang paling sering diperbincangkan adalah keberadaan sebuah pohon purba berukuran raksasa yang menjulang tinggi di kawasan bukit tersebut. Pohon tua ini berdiri kokoh seolah menjadi “penunggu” Bukit Mongkrang sejak ratusan tahun silam.
Pohon purba tersebut memiliki batang besar dengan kulit kayu berwarna hitam pekat. Dahan, ranting, dan dedaunannya tumbuh sangat lebat, membentuk kanopi alami yang menutupi jalur pendakian di bawahnya. Aura yang dipancarkan pohon ini terasa berbeda dibandingkan pepohonan lain di sekitarnya, menciptakan kesan angker dan penuh misteri bagi siapa pun yang melintas.
Tak sedikit pendaki yang mengaku merasakan suasana berbeda saat melewati pohon tersebut, terutama ketika berada seorang diri.
Rasa dingin yang menusuk, suasana hening yang tiba-tiba terasa berat, hingga bulu kuduk yang berdiri tanpa sebab sering kali diceritakan oleh para pengunjung. Apalagi jalur pendakian menuju puncak Bukit Mongkrang memang mengharuskan pendaki melintas tepat di bawah pohon purba itu.
Meski demikian, keberadaan pohon raksasa tersebut bukan hanya menyimpan kisah mistis semata. Secara ekologis, pohon purba memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan.
Pohon-pohon besar seperti ini merupakan penyumbang oksigen dalam jumlah besar dan berfungsi sebagai penjaga keseimbangan ekosistem hutan. Bahkan, secara ilmiah, tumbuhan darat termasuk pohon purba menjadi salah satu produsen oksigen terbesar di bumi, selain fitoplankton yang hidup di lautan.
Keberadaan pohon tua di Bukit Mongkrang menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Di tengah maraknya alih fungsi lahan dan penebangan liar, pohon-pohon besar yang masih berdiri kokoh menjadi simbol ketahanan alam yang harus dijaga bersama.
Bukit Mongkrang bukan hanya menawarkan keindahan visual dan sensasi petualangan, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang patut dihormati. Semoga ke depan, semakin banyak pohon-pohon besar yang tumbuh subur dan terjaga kelestariannya, seperti pohon purba di Bukit Mongkrang, demi menjaga keseimbangan alam dan keberlangsungan kehidupan di masa mendatang.( Maryoto/ Pimred Cahyospirit )











