BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

UniSZA Malaysia dan STAIMAS Wonogiri Indonesia Luncurkan Program Mobiliti Inbound, Perkuat Kolaborasi Akademik Serumpun

Program strategis ini menjadi tonggak penting dalam memperluas wawasan internasional mahasiswa melalui pertukaran pengalaman akademik dan pendalaman budaya antarnegara serumpun

TERENGGANU, MALAYSIA KMR –Sinergi pendidikan tinggi serumpun Indonesia-Malaysia kembali diperkuat. Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia dan Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri, Indonesia secara resmi menyelenggarakan Majlis Perasmian Program Mobiliti (Inbound) pada Kamis (22/20/2026), pukul 09.00 waktu setempat di Fakulti Pengajian Umum dan Pendidikan Lanjutan (FUPL) UniSZA. 

Program strategis ini menjadi tonggak penting dalam memperluas wawasan internasional mahasiswa melalui pertukaran pengalaman akademik dan pendalaman budaya antarnegara serumpun.

Rangkaian acara dibuka dengan penuh khidmat dan nuansa budaya. Persembahan seni pencak silat sebagai seni bela diri warisan rumpun Melayu menjadi pembuka, mencerminkan kedekatan akar budaya Indonesia-Malaysia. 


Dekan FUPL UniSZA, Prof. Madya Dr. Abdullah Ibrahim menyambut hangat kehadiran delegasi mahasiswa STAIMAS Wonogiri. Ia menegaskan bahwa mobiliti inbound ini bukan sekadar program pertukaran, melainkan wadah untuk membangun jejaring global, meningkatkan kompetensi lintas budaya, dan memperkuat pemahaman akademik internasional.

Sesi yang menarik lainnya adalah pemaparan lintas budaya oleh Che Amiruddin, yang mengulas persamaan dan perbedaan budaya Indonesia-Malaysia.

Dalam aspek busana, batik menjadi bukti nyata warisan bersama. Di Indonesia, batik hidup dalam setiap sendi kehidupan, dari keseharian hingga acara kenegaraan. Sementara di Malaysia, batik tampil anggun sebagai identitas busana formal dan resmi. 

Dari sisi kuliner, keragaman lauk-pauk Nusantara dan kekayaan hidangan berkuah khas Malaysia menunjukkan bahwa makanan bukan sekadar kebutuhan, melainkan identitas dan cerminan kekayaan sosial masyarakat.

Puncak acara ditandai dengan prosesi perasmian resmi oleh Dato' Manzor sebagai tanda dimulainya Program Mobiliti Inbound UniSZA-STAIMAS. Momen ini menjadi komitmen bersama untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

Sebagai simbol persahabatan abadi antarlembaga, dilakukan penyerahan cenderamata dari Dekan FUPL UniSZA, Prof. Madya Dr. Abdullah Ibrahim kepada Wakil Ketua III  STAIMAS Wonogiri, Sugiyanto, S.E., M.Si.

Wakil Ketua III STAIMAS Wonogiri, Sugiyanto, dalam keterangannya menyampaikan harapan besar dari program ini.

"Program ini tidak hanya menjadi sarana memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi mahasiswa, tetapi juga menjadi jembatan untuk mempererat persaudaraan Indonesia dan Malaysia melalui pendidikan, dialog lintas budaya, serta kerja sama antarlembaga yang berkelanjutan," imbuhnya.

Dengan semangat kolaborasi, program mobiliti ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi kerja sama berkelanjutan antara UniSZA dan STAIMAS Wonogiri dalam melahirkan generasi berwawasan global, berdaya saing internasional, dan tetap menjunjung tinggi nilai keberagaman budaya.(NDR /Pimred Cahyospirit)
















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar