BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

MAPSI SD ke-27 Tingkat Kecamatan Jatipurno Diikuti 393 Peserta, Wujudkan Generasi Islami Menuju Indonesia Emas 2045

Lomba MAPSI tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan peserta didik dalam bidang pendidikan agama Islam dan seni Islami. 

JATIPURNO, WONOGIRI KMR – Sebanyak 393 peserta dari 29 sekolah dasar (SD) dan satu Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) mengikuti Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SD ke-27 tingkat Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri. 

Kegiatan tersebut diselenggarakan di SMK ISS Jatipurno pada Sabtu (17/10/2026), dengan menghadirkan semangat kompetisi, syiar Islam, serta penguatan karakter religius bagi generasi muda.

Kegiatan ini dihadiri oleh Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Korwilcam Bidikcam) Jatipurno, Partiningsih, S.Pd., M.Pd.; Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Jatipurno, Agus Supriyanto, M.Pd.; Kepala Sekolah SMK ISS Jatipurno; serta para kepala sekolah dan guru dari sekolah peserta.




Lomba MAPSI tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan peserta didik dalam bidang pendidikan agama Islam dan seni Islami. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran untuk menumbuhkan keimanan, memperkuat akhlak mulia, membangun sportivitas, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarsekolah di wilayah Kecamatan Jatipurno.

Ketua Panitia MAPSI SD ke-27 tingkat Kecamatan Jatipurno, Qifam Maulana, M.S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki peran strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, berkualitas, dan berkarakter untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Ajang MAPSI merupakan wahana untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045 yang beradab dan berkeadilan. Kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi, syiar Islam, sekaligus sarana untuk mengukur hasil pembinaan Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar,” ungkapnya.

Menurutnya, melalui kompetisi ini, peserta didik tidak hanya didorong untuk meraih prestasi, tetapi juga dibimbing agar mampu mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap MAPSI dapat melahirkan generasi muda yang cerdas secara intelektual, berakhlak mulia, memiliki jiwa religius, serta mencintai Al-Qur’an.

Dengan jumlah peserta mencapai 393 siswa, MAPSI SD ke-27 tahun ini menjadi momentum penting bagi sekolah-sekolah untuk menunjukkan hasil pembinaan sekaligus berbagi pengalaman dalam mengembangkan potensi peserta didik.

 Berbagai cabang lomba di bidang pengetahuan Pendidikan Agama Islam dan seni Islami menjadi sarana bagi siswa untuk menampilkan kemampuan, kreativitas, dan kecintaan terhadap ajaran Islam.

Sementara itu, Korwilcam Bidikcam Jatipurno, Partiningsih, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pelaksanaan MAPSI SD tingkat kecamatan merupakan agenda tahunan yang memiliki nilai penting bagi peningkatan kualitas pendidikan agama di sekolah dasar.

“Pelaksanaan lomba MAPSI SD tingkat Kecamatan Jatipurno merupakan agenda tahunan untuk mengukur capaian kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP). 

Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menanamkan, membina, dan mengembangkan karakter keagamaan, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta menyalurkan bakat seni Islami pada peserta didik,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan MAPSI dapat terus menjadi bagian dari upaya pembentukan karakter generasi muda yang beriman, berakhlak, kreatif, dan memiliki semangat berprestasi.

 Melalui pembinaan yang berkelanjutan, nilai-nilai keagamaan diharapkan tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku siswa di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Penyelenggaraan MAPSI SD ke-27 di Kecamatan Jatipurno menjadi pengingat bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan moral peserta didik. Perpaduan antara ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan pengembangan bakat diharapkan mampu menjadi fondasi bagi lahirnya generasi penerus bangsa yang berprestasi, berbudaya, dan berakhlak mulia.(Cahyospirit)












Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar