BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

Ketum KONI Jateng Sujarwanto Dwiatmoko Resmi Buka Cabor Pencak Silat PORPROV Jateng XVII/2026 di UNIMUS

Pertandingan pencak silat dijadwalkan berlangsung pada 25–29 Oktober 2026 di Gedung Serba Guna UNIMUS, Semarang.

SEMARANG KMR – Cabang olahraga (cabor) pencak silat Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Tengah XVII/2026 resmi dibuka oleh Ketua Umum KONI Jawa Tengah sekaligus Ketua Harian PB PORPROV 2026, Sujarwanto Dwiatmoko, di Gedung Serba Guna Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Minggu (25/10/2026).

Pertandingan pencak silat dijadwalkan berlangsung pada 25–29 Oktober 2026 di Gedung Serba Guna UNIMUS, Semarang. Ajang ini menjadi wadah bagi para atlet dari kabupaten dan kota se-Jawa Tengah untuk menunjukkan kemampuan, mengukir prestasi, sekaligus memperkuat persaudaraan melalui olahraga bela diri tradisional Indonesia.


Ketua IPSI Kota Semarang, Joko Santoso, dalam laporannya menyampaikan bahwa pertandingan pencak silat PORPROV Jateng XVII/2026 diikuti oleh 182 atlet dan 56 ofisial yang mewakili 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Dalam kompetisi tersebut, terdapat 16 nomor tanding dan enam nomor jurus yang dipertandingkan. Jumlah peserta dan nomor pertandingan tersebut menunjukkan besarnya antusiasme daerah dalam berpartisipasi serta mengembangkan prestasi pencak silat di Jawa Tengah.

Joko Santoso juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pertandingan, termasuk KONI Jawa Tengah, IPSI Jawa Tengah, KONI dan IPSI Kota Semarang, serta Universitas Muhammadiyah Semarang sebagai tuan rumah pelaksanaan.

Sementara itu, Ketua Umum IPSI Jawa Tengah, Hary Nuryanto Soediro, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Ia mengajak seluruh atlet untuk mengerahkan kemampuan terbaik dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pencak silat Jawa Tengah.

Semangat kompetisi, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan sikap saling menghormati, disiplin, dan menjaga kehormatan olahraga. PORPROV tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga kesempatan bagi para pesilat untuk menunjukkan karakter dan kualitas sebagai atlet.

Dukungan terhadap pengembangan prestasi pencak silat di Jawa Tengah juga menjadi perhatian KONI Jawa Tengah. Pembinaan atlet secara berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan pesilat berprestasi yang dapat bersaing pada level yang lebih tinggi.

Dalam sambutannya, Sujarwanto Dwiatmoko mengingatkan para atlet agar menyikapi kemenangan dan kekalahan dengan kedewasaan. Menurutnya, kedua hal tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah pertandingan.

“Menang dan kalah dalam pertandingan adalah hal yang biasa. Tidak jumawa saat menang dan tidak putus asa saat kalah adalah kunci utama,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang atlet tidak hanya diukur dari medali yang diraih, tetapi juga dari mentalitas, sikap sportif, dan kemampuannya menghargai perjuangan lawan.

Puncak seremoni pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Sujarwanto Dwiatmoko sebagai simbol dimulainya pertandingan pencak silat PORPROV Jateng XVII/2026. Gong dipukul sebanyak lima kali, yang dimaknai sebagai simbol lima sila Pancasila yang harus diamalkan bersama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Prosesi tersebut sekaligus menegaskan nilai-nilai luhur yang melekat dalam pencak silat, yakni kedisiplinan, persaudaraan, penghormatan, dan pembentukan karakter.

Pembukaan ini turut dihadiri Ketua Umum IPSI Jawa Tengah Hary Nuryanto Soediro beserta jajaran, perwakilan KONI Kota Semarang, Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang, jajaran IPSI Kota Semarang selaku tuan rumah, serta unsur terkait lainnya.

Dengan dimulainya pertandingan pada 25 Oktober 2026, seluruh atlet diharapkan mampu menampilkan performa terbaik, menjaga sportivitas, dan membawa nama baik daerah masing-masing. Lebih dari sekadar kompetisi, PORPROV Jateng XVII/2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan serta meningkatkan prestasi pencak silat di Jawa Tengah.(Riyan /Pimred Cahyospirit)


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar