Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri Gelar Bimtek Digitalisasi Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan
Wonogiri KMR — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri terus mendorong transformasi digital dalam penyelenggaraan pendidikan nonformal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Praktik Baik Digitalisasi Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Gedung B Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Subkegiatan Pengembangan Konten Digital untuk Pendidikan Kesetaraan Tahun 2026 ini diikuti oleh kepala Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), pamong belajar SPNF Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), serta tutor PKBM se-Kabupaten Wonogiri.
Bimtek ini bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan warga belajar pendidikan kesetaraan.
Dalam kegiatan tersebut, Mulat, S.Pd., berbagi praktik baik digitalisasi pembelajaran, khususnya mengenai pembuatan media ajar yang menarik bagi warga belajar. Melalui pemanfaatan teknologi digital, pendidik didorong untuk mengembangkan bahan ajar yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu meningkatkan minat, motivasi, dan keterlibatan warga belajar dalam proses pembelajaran.
Sementara itu, Banu Darussalam, S.Pd., M.Pd., menyampaikan materi tentang praktik baik digitalisasi pembelajaran sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam kegiatan belajar mengajar. Pendidik diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memanfaatkan berbagai sumber dan media digital untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif.
Digitalisasi pembelajaran memberikan peluang bagi pendidikan kesetaraan untuk menghadirkan proses belajar yang lebih fleksibel. Materi pembelajaran dapat dikemas dalam berbagai bentuk, seperti presentasi interaktif, video pembelajaran, bahan ajar digital, serta media lain yang memudahkan warga belajar memahami materi. Pemanfaatan media tersebut juga dapat mendukung pembelajaran tatap muka maupun belajar mandiri.
Dalam kesempatan tersebut, Rita Nurhidayati, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya kreativitas pendidik, kesiapan sarana dan prasarana, serta kolaborasi antarpihak dalam mengembangkan konten digital. Dengan dukungan tersebut, digitalisasi pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi warga belajar.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik baik antarpengelola serta pendidik pendidikan kesetaraan. Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman, setiap lembaga diharapkan dapat mengembangkan inovasi pembelajaran sesuai dengan kondisi, kebutuhan, dan karakteristik warga belajar masing-masing.
Melalui pelaksanaan bimtek ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri berharap kompetensi kepala satuan pendidikan, pamong belajar, dan tutor semakin meningkat. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital diharapkan semakin optimal dalam mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan kesetaraan pada Program Paket A, Paket B, dan Paket C.
Bimtek Praktik Baik Digitalisasi Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Tahun 2026 menjadi langkah nyata dalam mendorong pendidikan nonformal di Kabupaten Wonogiri agar semakin inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan yang berkualitas.(Rit /Pimred Cahyospirit)




.jpg)











