Forum KESWA Gunungsari Kembali Bergerak, Perjuangkan Lansia Mendapatkan Perawatan di Panti Negeri RPSLU Margo Mukti Rembang
Wonogiri KMR— Kepedulian terhadap warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian dan pendampingan kembali ditunjukkan oleh Forum Kesehatan Jiwa (KESWA) Desa Gunungsari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri.
Memasuki awal September 2026, Forum KESWA Gunungsari kembali melakukan giat kemanusiaan dengan membantu mengupayakan seorang lanjut usia, yang disebut sebagai Penerima Manfaat (PM), untuk mendapatkan pelayanan dan tempat tinggal di RPSLU Margo Mukti Rembang, yang selama ini dikenal masyarakat sebagai Panti Lansia Rembang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Forum KESWA Desa Gunungsari dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan tempat tinggal serta perawatan secara berkelanjutan.
Perjalanan hingga akhirnya PM dapat diterima di panti sosial milik pemerintah tersebut tidaklah singkat. Sebelumnya, PM harus terlebih dahulu ditempatkan di sebuah panti lansia swasta di wilayah Surakarta sambil menunggu proses dan antrean untuk mendapatkan tempat di panti sosial milik pemerintah di Rembang.
Penempatan sementara di panti swasta menjadi solusi agar PM tetap memperoleh tempat yang aman dan mendapatkan pendampingan. Namun, kondisi tersebut juga menimbulkan persoalan tersendiri karena biaya hidup dan kebutuhan PM selama berada di sana harus ditanggung oleh keluarga, dalam hal ini keponakan dari Penerima Manfaat.
Bagi keluarga, biaya yang harus dikeluarkan tentu bukan perkara ringan apabila harus berlangsung dalam waktu yang panjang. Melihat kondisi tersebut, Forum KESWA Gunungsari berusaha mencari jalan keluar agar PM dapat segera memperoleh pelayanan di panti milik pemerintah.
Salah satu sosok yang cukup aktif mengawal proses tersebut adalah Kariman, Koordinator Forum KESWA Desa Gunungsari. Dengan jejaring komunikasi dan koordinasi yang selama ini dibangun dengan berbagai pihak serta dinas terkait, Kariman berusaha mencari berbagai kemungkinan agar PM dapat segera memperoleh tempat di panti sosial pemerintah.
Menurut Kariman, keputusan untuk memindahkan PM ke panti pemerintah bukan semata-mata persoalan biaya. Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan upaya untuk memastikan PM memperoleh pelayanan yang lebih berkelanjutan, lingkungan yang layak, serta kebutuhan hidup yang dapat ditanggung oleh pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Namun, untuk bisa masuk ke panti pemerintah, keluarga dan pendamping harus bersabar karena terdapat proses administrasi dan antrean penerimaan. Kondisi tersebut sempat membuat keluarga harus menunggu sambil tetap memastikan kebutuhan PM terpenuhi selama berada di panti swasta.
Selama kurang lebih satu bulan, PM akhirnya menjalani kehidupan di panti swasta di Surakarta. Biaya yang tidak sedikit selama masa tersebut menjadi beban tersendiri bagi keluarga. Keponakan PM yang menjadi pihak yang menanggung biaya pun merasa prihatin apabila kondisi tersebut harus berlangsung lebih lama.
Melihat situasi tersebut, Kariman kemudian menyarankan agar PM tetap diupayakan masuk ke panti milik pemerintah di Rembang. Meski harus melalui proses dan menunggu antrean, menurutnya pilihan tersebut merupakan langkah yang lebih tepat untuk keberlangsungan kehidupan PM ke depan.
Proses untuk mendapatkan tempat di RPSLU Margo Mukti Rembang tidak dilakukan secara instan. Forum KESWA bersama pihak-pihak terkait harus melakukan koordinasi, komunikasi, serta menyampaikan kondisi PM kepada instansi yang memiliki kewenangan dalam penanganan masalah sosial dan kesejahteraan lansia.
Berbagai pertimbangan harus dilalui sebelum akhirnya PM mendapatkan kesempatan untuk diterima di panti pemerintah tersebut.
Kariman yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial dan Forum KESWA Gunungsari terus berkomunikasi dengan sejumlah pihak. Upaya tersebut dilakukan dengan harapan kondisi PM dapat segera mendapatkan solusi terbaik.
Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah daerah, kecamatan, fasilitas kesehatan, legislatif, hingga pihak panti sosial. Semua pihak diharapkan dapat memberikan dukungan sesuai kapasitas dan kewenangannya.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Setelah melalui proses koordinasi dan berbagai pertimbangan, pada awal September 2026 PM akhirnya dapat diterima di RPSLU Margo Mukti Rembang.
Dengan diterimanya PM di panti sosial pemerintah, beban keluarga diharapkan menjadi lebih ringan. Kebutuhan hidup PM selama berada di panti dapat ditanggung oleh pemerintah sesuai dengan mekanisme pelayanan yang berlaku.
Bagi Forum KESWA Gunungsari, keberhasilan tersebut bukan sekadar tentang berhasil memindahkan seorang lansia dari panti swasta ke panti pemerintah. Lebih dari itu, peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian, komunikasi, koordinasi, dan kerja bersama berbagai pihak dapat membuka jalan bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Forum KESWA Desa Gunungsari selama ini tidak hanya melihat persoalan kesehatan jiwa dari sisi medis. Dalam praktiknya, persoalan sosial, kondisi keluarga, kebutuhan tempat tinggal, pendampingan, hingga keberlangsungan kehidupan penerima manfaat juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.
Kondisi lansia yang membutuhkan pendampingan merupakan salah satu persoalan yang membutuhkan perhatian bersama. Tidak semua keluarga memiliki kemampuan ekonomi maupun sumber daya untuk merawat anggota keluarganya yang sudah lanjut usia, terlebih ketika membutuhkan pengawasan dan pelayanan secara terus-menerus.
Kehadiran Forum KESWA di tengah masyarakat menjadi salah satu jembatan yang menghubungkan keluarga penerima manfaat dengan berbagai layanan yang tersedia. Pendampingan tidak berhenti pada proses pengajuan, tetapi juga membutuhkan komunikasi dengan berbagai instansi agar penerima manfaat mendapatkan tempat dan pelayanan yang sesuai kebutuhannya.
Perjuangan mengantarkan PM menuju RPSLU Margo Mukti Rembang juga memperlihatkan bahwa penyelesaian persoalan sosial membutuhkan kerja bersama. Tidak cukup hanya mengandalkan satu pihak, melainkan diperlukan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, organisasi masyarakat, relawan, keluarga, serta pihak-pihak lain yang memiliki kepedulian.
Forum KESWA Gunungsari berharap langkah kecil tersebut dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi PM. Dengan berada di lingkungan panti sosial pemerintah, PM diharapkan dapat menjalani hari-harinya dengan lebih aman, mendapatkan kebutuhan dasar yang layak, serta memperoleh pendampingan sesuai kondisi yang dimiliki.
Atas terlaksananya proses tersebut, Forum KESWA Desa Gunungsari menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, membantu proses koordinasi, maupun ikut mengawal kepentingan PM.
Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri, atas dukungan dan koordinasinya dalam proses penanganan PM.
Danang Sugiatmoko, Camat Jatisrono, yang turut memberikan perhatian serta dukungan terhadap upaya kemanusiaan tersebut.
Puskesmas 2 Jatisrono, yang ikut mendukung proses pelayanan dan penanganan PM.
Yadi, Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri dari Fraksi PDI Perjuangan, atas perhatian dan dukungannya.
Ari Warok, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, yang turut memberikan dukungan dalam proses pengupayaan pelayanan bagi PM.
Dinas Sosial Semarang, atas koordinasi dan dukungan dalam rangkaian proses penanganan PM.
RPSLU Margo Mukti Rembang, yang telah memberikan kesempatan kepada PM untuk mendapatkan pelayanan dan tempat tinggal di panti sosial pemerintah.
Relawan Desa Sidorejo, Kecamatan Jatisrono, yang turut membantu dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
Sudiyono, Kepala Desa Gunungsari sekaligus Penasehat KESWA Desa Gunungsari, atas perhatian dan dukungan terhadap kegiatan Forum KESWA.
Forum KESWA Desa Gunungsari, yang terus bergerak dan berupaya memberikan pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Keluarga Penerima Manfaat (PM), yang telah bersabar dan bekerja sama selama seluruh proses berlangsung.
Bagi Forum KESWA Gunungsari, dukungan dari berbagai pihak tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan proses pendampingan PM.
Kisah PM menuju RPSLU Margo Mukti Rembang menjadi gambaran bahwa persoalan sosial terkadang membutuhkan kesabaran dan proses panjang. Ada tahapan administrasi, antrean, koordinasi, hingga pertimbangan dari berbagai pihak yang harus dilalui.
Namun, ketika semua pihak memiliki kepedulian yang sama, jalan keluar tetap dapat diupayakan.
Forum KESWA Gunungsari berharap semangat gotong royong seperti ini dapat terus dipertahankan. Masyarakat yang berada dalam kondisi rentan, termasuk lansia yang membutuhkan pendampingan, tidak seharusnya merasa berjalan sendirian.
Perhatian dari pemerintah, kepedulian masyarakat, gerakan relawan, serta kesediaan keluarga untuk bekerja sama merupakan kekuatan penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
Bagi Kariman dan Forum KESWA Gunungsari, keberhasilan mengantarkan PM ke RPSLU Margo Mukti Rembang bukanlah akhir dari sebuah perjuangan. Ini justru menjadi pengingat bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.
Satu orang telah mendapatkan tempat yang lebih layak. Satu keluarga telah sedikit terbantu. Dan satu langkah kemanusiaan kembali dilakukan.
Semoga apa yang telah dilakukan bersama tersebut membawa manfaat bagi PM dan menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang telah membantu.
Kemanusiaan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, ia dimulai dari kepedulian seseorang yang tidak tega melihat orang lain menjalani kesulitan sendirian.(Krm/Pimred Cahyospirit)





.jpg)











