Fun Game Wonogiri Selatan Piala Kemerdekaan Digelar, BFA dan SFA Jadi yang Terbaik
Baturetno , Wonogiri KMR - Semarak pembinaan sepak bola usia dini di wilayah Wonogiri Selatan kembali bergeliat. Sebanyak lima klub sepak bola usia muda ambil bagian dalam Fun Game Wonogiri Selatan Piala Kemerdekaan yang digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Minggu (30/8/2026).
Tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan di lapangan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempertemukan para pemain muda dari sejumlah klub sekaligus memperkuat komitmen pembinaan dan pembibitan pesepak bola usia dini secara berkelanjutan.
Lima klub yang mengikuti kegiatan tersebut yakni BFA Baturetno, SFA Sidoharjo, Tawangharjo, Rajawali Sulingi, dan Sinar Muda Ngadirojo.
Masing-masing klub membawa dua kelompok usia. Yakni kelompok usia 10 tahun (KU 10) untuk pemain kelahiran 2016–2017 dan kelompok usia 12 tahun (KU 12) untuk pemain kelahiran 2014–2015.
Sejak pertandingan dimulai, lapangan Desa Sendangrejo dipenuhi aktivitas para pemain muda. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap pertandingan bersama rekan satu tim, didampingi pelatih serta orang tua yang memberikan dukungan dari sisi lapangan.
Panitia menerapkan sistem pertandingan dengan format setiap tim saling bertemu. Dengan sistem tersebut, seluruh peserta mendapatkan kesempatan menghadapi klub lainnya.
Durasi pertandingan dibuat singkat, yakni dua babak dengan masing-masing babak berlangsung selama 10 menit. Format itu diterapkan untuk menyesuaikan karakter pertandingan usia dini sekaligus memberikan kesempatan kepada pemain mendapatkan pengalaman bertanding sebanyak mungkin.
Untuk memperlancar pelaksanaan, Lapangan Desa Sendangrejo dibagi menjadi dua bidang pertandingan, yakni lapangan A dan lapangan B. Pertandingan kemudian dilaksanakan secara bergantian sesuai jadwal yang telah ditentukan panitia.
Rangkaian pertandingan mempertemukan kelima klub secara bergantian. Sejumlah laga yang dimainkan di antaranya SFA Sidoharjo kontra Rajawali Sulingi, BFA Baturetno menghadapi Rajawali Sulingi, SFA melawan Tawangharjo, BFA menghadapi Sinar Muda Ngadirojo, hingga pertemuan antarklub lainnya.
Format tersebut membuat setiap klub memperoleh pengalaman menghadapi karakter permainan yang berbeda-beda.
Bagi pemain usia dini, kesempatan bermain secara rutin menjadi salah satu bagian penting dalam proses perkembangan kemampuan. Selain kemampuan teknik, mereka juga belajar memahami kerja sama tim, komunikasi, disiplin, dan sportivitas.
Persaingan kelompok usia 10 tahun akhirnya menempatkan BFA Baturetno sebagai tim terbaik. Tampil dalam rangkaian pertandingan yang berlangsung sepanjang kegiatan, BFA berhasil mengakhiri kompetisi sebagai juara pertama KU 10.
Rajawali Sulingi berada di posisi kedua, sedangkan Sinar Muda Ngadirojo menempati peringkat ketiga.
Sementara SFA Sidoharjo mendapatkan predikat Harapan 1 dan Tawangharjo berada di posisi Harapan 2.
Hasil tersebut menjadi catatan positif bagi BFA Baturetno sekaligus menunjukkan ketatnya persaingan antarklub dalam kelompok usia paling muda.
Daftar Juara KU 10
Juara 1: BFA Baturetno
Juara 2: Rajawali Sulingi
Juara 3: Sinar Muda Ngadirojo
Harapan 1: SFA Sidoharjo
Harapan 2: Tawangharjo
Persaingan pada kelompok usia 12 tahun juga berlangsung menarik. Para pemain yang berada pada kelompok usia tersebut menunjukkan permainan yang semakin berkembang dengan pengalaman pertandingan yang lebih matang.
Setelah seluruh rangkaian laga selesai, SFA Sidoharjo berhasil keluar sebagai juara pertama KU 12.
Posisi kedua ditempati Rajawali Sulingi, sementara BFA Baturetno berada di peringkat ketiga.
Tawangharjo menempati posisi Harapan 1, sedangkan Sinar Muda Ngadirojo harus puas berada di posisi Harapan 2.
Daftar Juara KU 12
Juara 1: SFA Sidoharjo
Juara 2: Rajawali Sulingi
Juara 3: BFA Baturetno
Harapan 1: Tawangharjo
Harapan 2: Sinar Muda Ngadirojo
Feri Gusta: Pembinaan Harus Berkelanjutan
Ketua Panitia Fun Game Wonogiri Selatan Piala Kemerdekaan, Feri Gusta, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas sebagai bagian dari proses pembinaan pemain sepak bola usia dini.
Menurutnya, pembinaan tidak bisa dilakukan hanya melalui latihan. Anak-anak juga membutuhkan kesempatan untuk merasakan atmosfer pertandingan secara langsung.
“Pembinaan dan pembibitan usia dini di Wonogiri Selatan ini kami upayakan berjalan secara berkelanjutan,” ujar Feri.
Ia menjelaskan, kegiatan serupa nantinya akan dilaksanakan secara bergiliran dengan melibatkan lima tim yang saat ini menjadi peserta.
Dengan sistem tersebut, masing-masing klub akan mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah sekaligus menjadi bagian penting dalam pengembangan sepak bola usia dini di wilayah Wonogiri Selatan.
Untuk agenda berikutnya, Rajawali Sulingi direncanakan menjadi tuan rumah pada bulan depan.
Feri berharap kegiatan tersebut dapat terus berjalan sehingga para pemain muda tidak kekurangan kompetisi.
Menurut dia, semakin sering pemain usia dini mendapatkan pengalaman pertandingan, semakin banyak pula proses belajar yang mereka dapatkan. Hasil pertandingan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan, karena proses pembentukan karakter dan kemampuan pemain juga menjadi bagian penting dalam pembinaan.
Selain memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkompetisi, Fun Game Wonogiri Selatan Piala Kemerdekaan juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Panitia turut membuka kesempatan bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan untuk berjualan selama kegiatan berlangsung.
Kehadiran UMKM membuat kegiatan olahraga tersebut sekaligus menjadi ruang ekonomi bagi warga. Para orang tua, pelatih, pemain, dan masyarakat yang datang dapat membeli berbagai produk yang ditawarkan pelaku usaha lokal.
Langkah tersebut menjadi bentuk keterlibatan masyarakat dalam mendukung kegiatan olahraga di tingkat desa. Di sisi lain, pelaku UMKM juga memperoleh kesempatan memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang hadir.
Fun Game Wonogiri Selatan Piala Kemerdekaan menunjukkan bahwa sepak bola usia dini di wilayah selatan Wonogiri memiliki potensi untuk terus dikembangkan.
Lima klub yang terlibat tidak hanya bertanding untuk mencari siapa yang paling unggul. Mereka juga membawa misi yang lebih panjang, yakni menyiapkan pemain muda agar memiliki pengalaman, kemampuan, mental bertanding, serta kecintaan terhadap olahraga sepak bola.
Bagi anak-anak, setiap pertandingan menjadi pengalaman baru. Ada yang merasakan kemenangan, ada pula yang harus menerima kekalahan. Namun, seluruh pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Dengan rencana penyelenggaraan secara bergilir setiap bulan, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kompetisi yang sehat dan berkelanjutan bagi pemain usia dini.
Dari Baturetno, semangat pembinaan itu pun terus digerakkan. BFA Baturetno dan SFA Sidoharjo berhasil menjadi juara pada kelompok usia masing-masing, tetapi seluruh peserta sejatinya membawa pulang pengalaman berharga untuk menjadi bekal dalam perjalanan mereka menekuni sepak bola.
Agenda berikutnya kini mulai dinantikan. Rajawali Sulingi bersiap menjadi tuan rumah pada bulan depan, dengan harapan semangat kompetisi dan pembinaan sepak bola usia dini di Wonogiri Selatan semakin berkembang.(Riyan ,/pimred Cahyospirit)






.jpg)










