Utara kaki Gunung Gandul jadi tempat Silaturahmi trah "Manunggal".
Wonogiri KMR - Sarana mempererat persaudaraan menjalin kembali kehangatan dan memperbaiki hubungan jangan sampai renggang, serta melapangkan Rezeki juga membuka pintu keberkahan untuk memperluas jaringan relasi dalam kehidupan, trah Manunggal Alm Eyang Kakung Kariyoredjo - Almh Eyang Putri Parinem gelar silaturahmi bertempat dirumah Mulyadi (Enthot)/Titin) di Joho Kidul Rt 03 Rw 03 Giriwono Wonogiri, Ahad (30/08/26).
Selaku sekretaris paguyuban Trah Manumggal sebut Suwarmo menyampaikan susunan acara yang akan dilaksanakan pada suang haru ini dan diawali membuka adanya silaturahmi dengan mengucap Basmalah bersama-sama, semoga pertemuan dari awal hingga akhir berjalan dengan lancar.
Dilanjutkan ucapan selamat datang tuan rumah yang diwakili Sardiyatmo, mohon maaf atas kekurangan dalam penerimaan dan dalam menyediakan tempat msuoun jamuan makan yang kurang berkenan.
Selaku ketua paguyuban Begug SW. menyampaikan bahwa silaturahmi sarana memperkuat dan mempererat tali persaudaraan serta sarana untuk memanjangkan umur serta mendapatkan keberkahan usia sehingga waktu hidup lebih bermanfaat.
Juga sarana mendekatkan diri kepada Allah. dalam menjalankan perintah-Nya sebagai bentuk ketaatan dan ibadah. Menghapuskan Dosa, membersihkan hati dari rasa benci serta menumbuhkan rasa empati, ungkapnya.
Mari kita berdoa untuk Alm Almh Eyang Kariyoredjo - Parinem, juga untuk orang tua kita, keluarga serta saudara saudara kitacyang telah dipanggil menghadap Tuhan Yang Maha Esa, semoga diampuni dosa dan kesalahan semasa hidupnya, diterima amal ibadahnya, dijauhkan dari Siksa kubur serta arwahnya diterima dan ditempatkan disisiNya, tambahnya.
Tiada lupa mari kita mendoakan saudara kita yang belum bisa hadir, semoga selalu diberikan kesehatan juga yang baru mendapat ujian sakit Semoga Allah SWT memberikan kesehatan sehingga dapat pada bertemu kembali semua dalam keadaan sehat, pungkasnya.
Drs. H. Sularno (Sesepuh) memberikan petuah "Ngupadi Sampurnaning Pati, Sampurnaning Hurip,
Ngupadi Sampurnaning Budi, Sampurnaning Pekerti" yang inti dan artinya, mengusahakan kesempurnaan dalam kematian, dan kesempurnaan dalam kehidupan yang bermakna orang hidup harus berfikir 2 hal : 1. Sempurnanya hidup, hidup yang berguna, berkah, tidak menyengsarakan orang lain. 2. Sempurnanya mati. meninggal khusnul khotimah, meninggal yang diridhoi Allah SWT, ninggalkan kebaikan, ungkapnya.
jadi hidup jangan hanya mencari dunia saja, tapi siapkan bekal sebelum kita meninggal, karena tidak ada yang tau kapan kita akan meninggal. jadi sewaktu-waktu dimana dan kapan, sedang apa ajal menjemput tidak ada yang tau. Untuk itu jangan tinggalkan sholat dan mohon ampunan atas dosa yang selalu kita perbuat setiap hari, karena kita hidup tidak luput dari salah dan dosa, pungkasnya. (Begug SW/Pimpred Cahyospirit)


