Tak Cukup 1 Bulan, PAC Muslimat NU Kismantoro Ajak Jadikan Setiap Hari sebagai "Maulid" Nabi
Kismantoro, Wonogiri KMR– Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tidak sekadar seremonial. Itulah pesan kuat yang diusung PAC Muslimat NU Kecamatan Kismantoro dalam Pengajian Rutin yang digelar Minggu (13/9/2026) di Balai Desa Bugelan.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini sekaligus menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ini diisi tausiyah oleh Nyai Afrohah, S.H.I., M.Sy. Al Hafidhah dan diiringi lantunan hadroh Noto Ati.
"Rabiul Awal memang bulan kelahiran beliau. Tapi hak-hak Nabi kepada kita terlalu besar untuk ditebus hanya dalam satu bulan. Seandainya kita maulid setiap hari pun itu masih wajib," ujar Nyai Afrohah mengutip para ulama yang bisa menjadi renungan utama.
Afrohah menuturkan di dalam meneladani akhlak Nabi, bukan hanya baca selawat.
Mengutip kitab _Al-Maulid Ad-Diba'i_ karya Imam Abdurrahman ad-Diba'i, Afrohah mengajak jemaah menghidupkan 10 ciri akhlak Nabi:
1. Menunjukkan jalan kebenaran
2. Akhlaqnya adalah Al-Qur'an
3. Pemaaf dan pemurah
4. Suka memberi nasihat dan berbuat baik
5. Memafkan orang yang menyakiti diri
6. Tegas terhadap pelanggaran hak Allah
7. Wibawa yang membuat orang segan
8. Ramah kepada orang miskin
9. Berkata benar walau pahit
10. Tidak pernah menipu sesama muslim
"Mari Kita Teladani Akhlak Rasulullah SAW Untuk Pribadi yang Lebih Baik dan Masyarakat yang Bermartabat," ujar Wakil Ketua PAC Muslimat NU Kismantoro,
Hj. Lenny Windusari, S. Pd., yang mewakili
Ketua PAC Kismantoro
Hj. Siti Ngaisah, M.Pd.
Lenny mengingatkan ibu-ibu melalui jargon untuk Muslimat yaitu menjadi ibu-ibu yang pintar, berdaya dan menjaga marwah.
Kegiatan rutin tiap Ahad Legi ini melibatkan seluruh Banom NU se-Kecamatan Kismantoro yaitu Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, IPNU-IPPNU, MWC dan Pagar Nusa.(NDR /Pimred Cahyospirit)




.jpg)








