BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

Gebyar Agustusan dan Maulid Nabi Muhammad SAW Semarakkan Kebersamaan Warga Desa Rawasari

kegiatan lanjutan 17 Agustusan yang dipusatkan di depan Gedung Koperasi Merah Putih tersebut menjadi momentum istimewa bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus mempererat rasa persaudaraan antarwarga

Purwakarta, Jawa Barat KMR - Suasana penuh semangat, kebersamaan, dan kegembiraan mewarnai rangkaian kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Rawasari. Kemeriahan kegiatan lanjutan 17 Agustusan yang dipusatkan di depan Gedung Koperasi Merah Putih tersebut menjadi momentum istimewa bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus mempererat rasa persaudaraan antarwarga.

Kegiatan Sabtu (22/08/2026) ini terselenggara berkat kerja sama berbagai unsur masyarakat, mulai dari Karang Taruna Desa Rawasari, Pemerintah Desa Rawasari, para tokoh masyarakat, serta warga yang turut memberikan dukungan, baik berupa tenaga, pikiran maupun materi.

Sejak siang hari, kawasan lokasi kegiatan dipenuhi warga yang antusias menyaksikan berbagai perlombaan khas perayaan kemerdekaan. Bukan sekadar perlombaan untuk mencari pemenang, rangkaian kegiatan tersebut menjadi hiburan rakyat yang menghadirkan tawa, keceriaan, dan suasana kekeluargaan.

Beragam perlombaan turut memeriahkan acara, di antaranya panjat pinang, santet paku atau memasukkan paku ke dalam botol, balap karung, makan kerupuk, memindahkan air, hingga tarik tambang. Setiap perlombaan berlangsung meriah karena peserta maupun penonton sama-sama menunjukkan semangat dan sportivitas. Acara ini juga di dukung penuh oleh Babinsa ( Serda Alwin )dan Bhabinkamtibmas ( Aipda Gun Gun Gunawan).

Tidak hanya perlombaan, kemeriahan juga semakin terasa dengan hadirnya aksi panggung jaipong yang menjadi salah satu hiburan budaya dalam kegiatan tersebut. Penampilan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan kesenian lokal di tengah masyarakat, sehingga perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang untuk menjaga dan mengenalkan budaya kepada generasi muda.

Kepala Desa: Kemerdekaan Harus Menjadi Momentum Mempererat Persatuan

Dalam sambutannya, Kepala Desa Rawasari, H. Juber Jaelani, menyampaikan bahwa kegiatan peringatan kemerdekaan tidak seharusnya dimaknai hanya sebagai kegiatan hiburan atau perlombaan semata.

Menurutnya, momentum seperti ini memiliki nilai yang jauh lebih penting, yakni membangun rasa kebersamaan, memperkuat persatuan, dan menjadi sarana silaturahmi bagi seluruh masyarakat Desa Rawasari.

Ia mengajak seluruh warga untuk menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum untuk mengenang jasa para pahlawan serta para pendiri bangsa yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Sebagai generasi penerus, masyarakat memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan tersebut dengan cara yang sesuai dengan kehidupan saat ini, yakni mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, menjaga persatuan, serta menaati berbagai aturan dan kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk kebaikan masyarakat.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan dan membangun lingkungan yang lebih baik.

Karang Taruna Dorong Kegiatan Positif dan Cinta Merah Putih

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Rawasari, H. Asep Taptajani, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan.

Ia mengapresiasi kerja sama berbagai pihak yang telah berkontribusi sehingga acara dapat berlangsung dengan meriah. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan aparatur pemerintah desa, Karang Taruna, tokoh masyarakat, serta warga yang rela menyumbangkan waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi demi terselenggaranya acara.

H. Asep juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang bersifat positif dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan.

Ia menekankan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap Tanah Air, salah satunya dengan menjaga rasa bangga terhadap Merah Putih sebagai simbol persatuan bangsa Indonesia.

Semangat mencintai Merah Putih, menurutnya, bukan hanya diwujudkan melalui pengibaran bendera dalam momentum tertentu, tetapi juga melalui sikap dan perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari—dengan menjaga persatuan, menghormati sesama, serta ikut membangun lingkungan.

Dari Lomba Rakyat hingga Tabligh Peringatan Maulid

Menariknya, kemeriahan Desa Rawasari tidak berhenti pada rangkaian perlombaan di siang hari. Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan tabligh dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Perpaduan antara semangat kemerdekaan dan nilai-nilai keagamaan tersebut menjadikan rangkaian acara terasa semakin lengkap. Jika pada siang hari masyarakat disuguhkan berbagai hiburan dan perlombaan rakyat, malam harinya warga diajak untuk memperkuat nilai keagamaan melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dalam kegiatan tabligh tersebut, KH. Saeful Milah hadir sebagai penceramah, sementara Ahmad Sanusi dipercaya sebagai qori.

Kehadiran masyarakat dalam kegiatan malam tersebut menjadi gambaran bahwa kebersamaan warga Desa Rawasari tidak hanya terbangun melalui kegiatan sosial dan hiburan, tetapi juga melalui kegiatan keagamaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Bukan Sekadar Meriah, tetapi Membangun Kebersamaan

Rangkaian Gebyar Agustusan dan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Rawasari pada akhirnya bukan sekadar perayaan yang menghadirkan kemeriahan.

Di balik sorak-sorai perlombaan, tawa anak-anak, semangat para peserta, penampilan kesenian, hingga kegiatan tabligh pada malam hari, terdapat pesan yang lebih besar: pentingnya menjaga kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat.

Kerja sama antara pemerintah desa, Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan warga menjadi bukti bahwa sebuah kegiatan dapat berjalan dengan baik ketika seluruh unsur masyarakat bersatu dan memiliki tujuan yang sama.

Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti setelah seluruh perlombaan dan kegiatan selesai. Justru, kebersamaan yang telah terbangun diharapkan dapat terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari, menjadi modal sosial bagi Desa Rawasari untuk terus berkembang dan menghadirkan berbagai kegiatan positif bagi masyarakat.

Dari semangat perjuangan para pahlawan, masyarakat belajar tentang arti kemerdekaan. Dari Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat kembali diingatkan tentang keteladanan, persaudaraan, dan pentingnya berbuat baik kepada sesama.

Desa Rawasari pun menunjukkan bahwa kemerdekaan dan nilai keagamaan dapat berjalan beriringan, menghadirkan sebuah perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna dan mempererat tali silaturahmi seluruh warga.( M.Sasmita ( Ragil )/EDI K/Pimpred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar